Panglima TNI-KSAD Salam Komando di DPR, Pakar: Tak Ada Disharmoni

Panglima TNI-KSAD Salam Komando di DPR, Pakar: Tak Ada Disharmoni

Dony Indra Ramadhan - detikJabar
Kamis, 29 Sep 2022 15:23 WIB
Prabowo satukan tangan Jenderal Andika dan Dudung lewat salam komando
Prabowo satukan tangan Jenderal Andika dan Dudung lewat salam komando (Foto: Instagram Story Sufmi Dasco Ahmad)
Bandung -

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa dan KSAD Jenderal Dudung Abdurachman kompak datang menghadiri rapat bersama Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto. Kehadiran keduanya membuktikan tak ada disharmoni di tubuh TNI.

Hal itu diungkapkan Pakar Militer dan Intelijen Susaningtyas Nefo Handayani. Menurutnya, isu disharmoni antara Andika dan Dudung terbantahkan usai keduanya kompak tampil bareng.

"Tentunya kehadiran KSAD juga untuk membuktikan tidak ada disharmoni dalam tubuh TNI. Ini patut kita apreasiasi," ujar Susaningtyas dalam keterangannya, Kamis (29/9/2022).


Andika dan Dudung sebelumnya diterpa isu ketidakharmonisan lantaran keduanya jarang tampil bareng ke publik. Namun pada Senin (26/9) lalu, keduanya tampil bareng saat rapat di gedung DPR, Senayan, Jakarta.

Keduanya bahkan duduk sejajar meski diselingi oleh Prabowo Subianto. Rapat kerja yang dihadiri Andika dan Dudung diketahui terkait pembahasan anggaran pertahanan tahun 2023.

Susaningtyas menambahkan Dudung juga membuktikan bila dia bekerja sesuai dengan tugasnya menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah NKRI dan melindungi bangsa dari segala ancaman.

Dudung juga selama ini dinilai telah mengikuti arahan Andika. Lebih jauh dari itu, eks Pangdam Jaya ini juga fokus bekerja dan tak masuk dinamika politik.

"TNI memang tidak boleh berpolitik, tetapi harus update perkembangan politik agar mengerti bagaimana yang terbaik dalam Menjaga kedaulatan NKRI," katanya.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Dadang Kahmad menilai Dudung sudah mengeluarkan ragam kebijakan positif di tubuh TNI. Salah satu yang disorot terkait penempatan prajurit TNI ke daerah asalnya.

"Saya kira ada baiknya, memang dikembalikan ke daerah (asal prajurit) ada keterikatan kuat dengan daerah untuk mengamankan daerah tersebut," kata Dadang.

Dadang meyakini prajurit TNI tetap semangat di mana pun ditugaskan untuk menjaga pertahanan dan keamanan negara. Terlebih, jika penugasannya dikembalikan ke daerah asalnya.

"Tapi, harus dihindari kekurangpekaan terhadap daerah-daerah yang lain yang berada di wilayah Indonesia. Persatuan dan kesatuan itu harus terus dibina dan mereka di manapun berada kan tetap wilayah Indonesia, yang mereka harus pertahankan secara serius," katanya.

Sebagaimana diketahui, belakangan muncul isu ketidakharmonisan antara Jenderal Andika dan Jenderal Dudung. Namun, keduanya tampil bareng saat rapat di DPR beberapa hari lalu.

Bahkan keduanya tampak tak canggung. Dudung memberi hormat kepada Andika dan berfoto bareng dengan Prabowo Subianto.



Simak Video "Jenderal Dudung: Beda Pendapat Itu Biasa, TNI Tetap Solid"
[Gambas:Video 20detik]
(dir/dir)