Alasan Tersangka Kecelakaan Mobil Matik Vs Angkot Tak Ditahan

Alasan Tersangka Kecelakaan Mobil Matik Vs Angkot Tak Ditahan

Siti Fatimah - detikJabar
Rabu, 28 Sep 2022 17:54 WIB
Kecelakaan di Kota Sukabumi.
Kecelakaan mobil matik vs angkot di Sukabumi. (Foto: Siti Fatimah/detikJabar)
Sukabumi -

Polisi telah menetapkan EH (71) sebagai tersangka atas kecelakaan yang melibatkan mobil matik Mitsubishi Xpander menabrak angkutan kota (angkot) di Jalan RA Kosasih, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi.

Diketahui, kecelakaan pada Kamis (22/9) itu menewaskan tiga orang di antaranya sopir, satu orang penumpang dan pedagang cakwe asal Cianjur. Meski demikian, polisi belum menahan tersangka EH.

"Pengemudi Xpander dengan nopol F 1349 OJ yang dikemudikan oleh saudari EH (71) pertama ditetapkan sebagai tersangka," kata Kasat Lantas Polres Sukabumi Kota AKP Tejo Reno Indratno di Kantor Unit Laka Polres Sukabumi Kota, Rabu (28/9/2022).


Dia menjelaskan, alasan belum ditahannya tersangka karena mempertimbangkan usia dan kondisi fisik yang bersangkutan. Menurutnya, tersangka masih dalam pengobatan akibat sesak napas saat kecelakaan terjadi.

"Untuk saat ini kita melaksanakan penanganan, namun tersangka sendiri masih dalam pengobatan dan perawatan di rumah sakit. Kita menunggu perkembangan, setelah itu laksanakan penyidikan," ujarnya.

Ekspos kasus kecelakaan mobil matik vs angkot di Sukabumi.Ekspos kasus kecelakaan mobil matik vs angkot di Sukabumi. Foto: Siti Fatimah/detikJabar

"Penahanan tetap kita laksanakan sesuai prosedur, nanti kita lihat perkembangan kondisi yang bersangkutan. Indikasi kesengajaan sampai saat ini belum ada, kita juga memeriksa ke keluarganya. Namun keseharian beliau memang seperti itu, memang keterangan dari security yang ada di sana gaya mengemudinya agak berbeda daripada normal," sambung Tejo.

Dia menyebut, pihak keluarga tersangka sudah memberikan bantuan dan bertanggungjawab atas meninggalnya ketiga korban. Polisi juga menyelidiki aktivitas berkendara tersangka yang diduga lalai saat membawa kendaraan.

"Untuk aktivitas berkendara memang kami masih dalam langkah penyelidikan namun kita dalami juga kebiasaan menyetir dari saudara EH sendiri. Sebagai langkah awal untuk mengantisipasi apakah ada hal-hal lain yang mempengaruhi, namun sampai saat ini kita masih menemukan bahwa ini adalah hal kelalaian," paparnya.

Tak cukup sampai di situ, pihaknya juga melakukan pemeriksaan psikologis terhadap tersangka sebelum kecelakaan terjadi. Hasilnya, EH berkendara dalam keadaan sehat.

Terancam Penjara 6 Tahun

Akibat peristiwa itu, tersangka EH diancam Pasal 310 ayat 4 Undang-undang nomor 22 tahun 2009 dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.

"Pengendara lalai dalam berkendara mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain. Untuk kurungan penjara selama 6 tahun, itu maksimalnya," kata Tejo.

Proses hukum tersebut, kata dia, akan berlaku sama meski tersangka merupakan wanita lanjut usia (lansia). Akan tetapi, hasil akhir pidana yang bersangkutan ditetapkan oleh Pengadilan Negeri Kabupaten Sukabumi.

"Perihal tersangka lansia sampai saat ini untuk ancaman pidana masih sama. Namun untuk hasil dari pidana pengadilannya diserahkan kepada yang berwenang. Dan untuk kejadian laka lantas ini kami berkomitmen akan terus melaksanakan sesuai dengan standar operasional pelaksanaan sampai nanti dengan tahap penyerahan berkas ke kejaksaan," jelasnya.

(orb/orb)