Terungkap! Ini Sosok Pengendara Mobil yang Tewaskan 3 Warga Sukabumi

Terungkap! Ini Sosok Pengendara Mobil yang Tewaskan 3 Warga Sukabumi

Siti Fatimah - detikJabar
Jumat, 23 Sep 2022 14:55 WIB
Kecelakaan di Kota Sukabumi.
Kecelakaan di Kota Sukabumi. (Foto: Siti Fatimah/detikJabar)
Sukabumi -

Polisi mengungkap pengendara mobil matic jenis Mitsubishi Xpander F 1349 OJ yang menabrak angkutan kota (angkot) dan menewaskan tiga jiwa. Pengendara tersebut ternyata seorang wanita lansia berusia 71 tahun inisial EH.

"Jadi kita ketahui bersama bahwa pengemudi Xpander tersebut sudah lanjut usia, beliau sudah berumur 71 tahun. Namun beliau masih memiliki surat izin mengemudi, SIM A-nya masih berlaku," kata Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Sukabumi Kota Ipda Jajat Munajat kepada awak media, Jumat (23/9/2022).

Oleh sebab itu, kata dia, yang bersangkutan masih berkemampuan membawa kendaraan. Jajat menyayangkan, EH tidak didampingi oleh anggota keluarganya.


"Dari hasil seleksi atau ujian berarti beliau masih bisa atau layak menggunakan kendaraan tersebut. Mungkin kalau dari segi kelayakan beliau masih sehat, masih kuat, tidak punya penyakit yang bisa mengakibatkan terjadinya fatalitas dalam kecelakaan dan masih bisa untuk mengendarai kendaraan tersebut," ujarnya.

"Namun alangkah bagusnya didampingi oleh orang yang masih memenuhi syarat dalam hal ini dari segi usia, persyaratan yang tentunya dilengkapi dengan SIM harusnya didampingi sehingga ada penyeimbang menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," sambung Ajat.

Terkait proses penyelidikan, Jajat menyebut pengemudi mobil matic otomatis menjadi penyebab kecelakaan. Gelar perkara internal hingga pendapat para ahli akan dilibatkan dalam perkara tersebut.

"Posisi yang kurang menguntungkan sudah secara otomatis dia penyebab. Kemudian kami juga melaksanakan tahapan berikutnya yaitu gelar perkara secara internal namun kami masih menunggu dua hal berikutnya sebagai pembuktian dari ahli. Yang pertama adalah hasil ram check dan nanti hasil dari ATPM atau agen tunggal pemilik merek mobil," katanya.

Apabila sudah terbukti, pengendara mobil matic terancam pasal 310 ayat 4 dan 3 dengan hukuman paling lama 6 tahun penjara denda Rp 12 juta. Atas kejadian tersebut, pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk mendampingi orang tua yang bepergian berkendara.

"Kami mengimbau kepada masyarakat apabila orang tuanya masih senang bepergian apalagi sudah masuk lansia silahkan untuk keluarga, anak ataupun keluarga terdekatnya mendampingi orang tua untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.

(yum/yum)