Horor Aksi 'Dukun' di Jabar Bunuh Warga: Pakai Nisan-Racun Sianida

Horor Aksi 'Dukun' di Jabar Bunuh Warga: Pakai Nisan-Racun Sianida

Cornelis Jonathan Sopamena - detikJabar
Minggu, 25 Sep 2022 16:00 WIB
Kasus pembunuhan di Sukabumi.
Kasus pembunuhan di Sukabumi. (Foto: Siti Fatimah)
Bandung -

Aksi pembunuhan berkedok dukun pengganda uang bikin geger warga Jawa Barat. Para pelaku beraksi membunuh korbannya dengan beragam cara mulai dari nisan hingga racun sianida.

Catatan detikJabar, setidaknya ada dua aksi pembunuhan berkedok dukun yang terjadi di Jabar. Aksi itu terjadi di Karawang dan Sukabumi. Modusnya hampir sama. Para pelaku mengaku bisa menggandakan uang.

Kasus Dukun di Karawang


Pada 9 September 2022 lalu, peristiwa pembunuhan oleh dukun pengganda uang ini terjadi di Karawang. Aksi sadis itu berawal ketika seorang buruh berinisial U (54) ingin menggandakan uang pada KS (57) yang mengaku memiliki kesaktian dalam menggandakan uang.

Pelaku kemudian menganjurkan korban untuk melakukan semedi di tempat pemakaman umum (TPU) Desa Kutagandok, Kecamatan Kutawaluya, Kabupaten Karawang. Pelaku yang mengaku dukun berjanji akan menggandakan uang yang dibawa korban sebesar Rp 10 juta menjadi Rp 30 juta. Korban diketahui ingin mendapat modal lebih banyak untuk usaha minyak goreng.

Kasat Reskrim Polres Karawang AKP Arief Bastomy menyebut korban sempat pamit pada istri untuk pergi keluar rumah di malam hari. "Awal mula kejadian pada hari Kamis tanggal 8 September 2022, sekira pukul 21.30 WIB, korban berpamitan kepada pelapor (istri) untuk pergi keuar dengan mengendarai sepeda motor," ujar Arief.

Arief mengungkap korban diharuskan semedi di dekat makam sambil memakai celana dalam perempuan. "Korban diharuskan semedi di dekat makam, dengan syarat memakai celana dalam perempuan. Sedangkan uang Rp10 juta ditaruh di dekat makam saat korban melakukan semedi," ungkapnya.

Proses semedi itu berlangsung kira-kira selama 2 jam. Setelah ritual selesai, mereka memeriksa uang yang ditutup kain di dekat makam. Saat dibuka, uang tidak bertambah. Alhasil, korban mulai marah-marah pada pelaku. Pelaku yang mulai kesal kemudian meminta korban melakukan ritual ulang.

Ketika U tengah melakukan ritual ulang dengan mata terpejam, pelaku diam-diam mencabut nisan di atas makam. Batu nisan tersebut kemudian dihantam ke kepala korban.

"Korban masih sempat bangkit dan melawan. Namun, karena kondisi sudah luka parah, pelaku dengan mudah menghajar kembali kepala korban dengan kayu hingga tewas, pelaku kemudian kabur dengan menggondol uang Rp10 juta milik korban yang ditutupi kain di atas makam," kata Arief.

Istri korban kemudian mencurigai korban yang tidak kunjung pulang. Lalu, istri korban berusaha untuk menghubunginya. Namun, ponsel U tidak aktif. Pada Jumat, 9 September 2022, istri korban kemudian mencari korban sampai sore hari sekira pukul 17.00 WIB. Keluarga kemudian mendapat informasi bahwa korban sudah ditemukan di TPU Desa Kutagandok dalam keadaan sudah meninggal dunia.

Saat ini, pelaku telah diamankan oleh pihak kepolisian di kediamannya. KS dijerat pasal Pembunuhan dan/atau Pembunuhan Berencana dan/atau Pencurian dengan Kekerasan, dengan melanggar Pasal 338 KUHPidana dan/atau Pasal 365 ayat (3) KUHPidana.

Setelah ditelusuri lebih lanjut, pelaku yang mengaku sebagai dukun itu ternyata sengaja menghabisi nyawa korban untuk mengambil uang serta barang berharga lainnya.

"Pelakunya ternyata dukun itu, dikarenakan pelaku sedang mempunyai utang kepada rentenir, ia lantas merayu korban untuk menggandakan uang dengan cara bersemedi di tempat sepi yakni TPU itu," ucap Arief.



Simak Video "Motif Pembunuhan Wanita di Sukabumi: Kaget Ketahuan Mencuri"
[Gambas:Video 20detik]