Jaksa Banding Atas Vonis Ringan Habib Bahar!

Jaksa Banding Atas Vonis Ringan Habib Bahar!

Dony Indra Ramadhan - detikJabar
Senin, 22 Agu 2022 19:23 WIB
Habib Bahar bin Smith mencium bendera merah putih usai mendengarkan vonis hakim PN Bandung.
Foto: Habib Bahar bin Smith mencium bendera merah putih usai mendengarkan vonis hakim PN Bandung. (Antara)
Bandung -

Jaksa mengajukan banding atas vonis ringan terhadap habib Bahar bin Smith. Atas banding tersebut, Bahar belum bisa bebas dari bui.

"Jadi, pada saat sidang putusan, jaksa itu menyatakan pikir-pikir, tapi hari itu juga jaksa menyatakan banding, tapi bukan persidangan," ujar Kasipenkum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar Sutan Harahap kepada detikJabar, Senin (22/8/2022).

Jaksa mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Bandung melalui pantiera PN Bandung. Meski begitu, memori banding masih dalam tahap penyusunan.


"Memori banding sedang disusun karena salinan putusannya belum diserahkan," kata dia.

Bahar Belum Bisa Bebas

Sutan menambahkan pihaknya juga mendapatkan surat penetapan dari PT Bandung terkait status penahanan Bahar. Menurut dia, ada surat penetapan yang keluar dari PT Bandung pada 16 Agustus 2022 lalu.

"Ada penetapan dari PT. Otomatis jaksa melaksanakan penetapan pada tanggal 16 (Agustus). Jadi penetapannya itu menetapkan habib Bahar tetap ditahan dari 16 Agustus sampai 14 September 2022," tutur dia.

Soal alasan penetapan tersebut, pihaknya tak menjelaskan. Menurutnya, hal itu merupakan kewenangan dari hakim PT Bandung.

"Kalau alasan PT tidak tahu, PT yang melakukan penetapan," katanya.

Sebagaimana diketahui, hakim menjatuhkan pidana 6 bulan penjara terhadap habib Bahar bin Smith. Bahar dinilai hakim menyebarkan berita yang belum jelas dan bisa berpotensi menimbulkan keonaran.

"Mengadili, menjatuhkan pidana penjara kepada terdakwa HB Assyaid Bahar bin Ali bin Smith dengan pidana penjara selama 6 bulan 15 hari," kata hakim.

Vonis yang diberikan majelis hakim tersebut lebih rendah ketimbang tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang menuntut Bahar dengan hukuman 5 tahun penjara.

(dir/mso)