Kabar Nasional

Tudingan Pengacara Brigadir J Soal Ferdy Sambo Curi Rekening Yoshua

Tim detikNews - detikJabar
Selasa, 16 Agu 2022 18:42 WIB
5 Perkembangan Kasus Ferdy Sambo Terbaru
Irjen Ferdy Sambo tersangka penembakan Yoshua (Foto: Edi Wahyono/detikX)
Jakarta -

Kamaruddin Simanjuntak pengacara dari Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J mengungkap fakta baru. Dia menyebut Irjen Ferdy Sambo mencuri empat rekening hingga barang elektronik milik Yoshua.

Hal itu diungkapkan Kamaruddin di gedung Bareksrim Polri pada Selasa (26/8/2022). Sebagaimana dilansir dari detikNews, ada empat rekening, ponsel hingga laptop yang raib dari tangan kliennya.

"Seperti yang saya katakan lalu-lalu, ada empat rekening daripada almarhum (Yoshua) ini dikuasai atau dicuri oleh terduga Ferdy Sambo dan kawan-kawan. HP, ATM-nya di empat bank, laptop bermerek Asus, dan sebagainya," kata Kamaruddin.


Dia mengatakan berdasarkan penelusuran ada transaksi terjadi di rekening kliennya usai Yoshua tewas. Dia merinci transaksi itu terjadi pada 11 Juli 2022. Kamaruddin mengatakan salah satu rekening milik Brigadir J melakukan pengiriman uang ke salah satu tersangka.

"Tadi terkonfirmasi sudah, memang benar apa yang saya katakan bahwa tanggal 11 Juli 2022 itu masih transaksi, orang mati mengirimkan duit. Nah kebayang ga kejahatannya?" katanya.

"Itu masih transaksi orang mati, mengirimkan mengirim duit, nah terbayang nggak kejahatannya. Orang mati dalam hal ini almarhum transaksi uang, mengirim duit ke rekeningnya salah satu tersangka. Ajaib toh, nah itulah Indonesia," tambahnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan hal ini tentu merupakan kejahatan yang melibatkan perbankan. Dia menyebut ada uang sebesar Rp 200 juta yang mengalir ke salah satu tersangka dalam kasus ini.

"Bukan diduga lagi, orang udah mati orangnya, tapi uangnya mengalir dari rekeningnya, bayangkan kejahatan-kejahatan perbankan dan itu nanti melibatkan perbankan. Dari rekening almarhum mengalir ke tersangka Rp 200 juta," katanya.



Simak Video "Irjen Ferdy Sambo Terancam Hukuman Mati"
[Gambas:Video 20detik]
(dir/dir)