Kabar Nasional

Ada Dugaan Suap Bikin Ferdy Sambo Dilaporkan ke KPK

Tim detikNews - detikJabar
Senin, 15 Agu 2022 17:00 WIB
Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo
Irjen Ferdy Sambo (Foto: Dok Istimewa)
Jakarta -

Kasus penembakan terhadap Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J oleh Bharada Richard Eliezer atau Bharada E atas perintah Irjen Ferdy Sambo merembet ke perkara korupsi. Eks Kadiv Propam dilaporkan ke KPK atas dugaan suap.

Laporan dilakukan oleh sejumlah pengacara yang menamakan dirinya Tim Advokat Penegakkan Hukum dan Keadilan (TAMPAK). Mereka melaporkan ke KPK atas dugaan suap yang dilakukan Irjen Ferdy Sambo kepada staf Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

"Staf LPSK yang berada di ruang tunggu kantor Kadiv Propam Polri itu ditemui seseorang yang berseragam hitam dengan garis abu-abu, menyampaikan dua amplop coklat dengan ketebalan masing-masing 1 cm. Seseorang yang berseragam itu mengatakan , 'menyampaikan titipan atau pesanan Bapak (Irjen Ferdy Sambo)'", kata Koordinator TAMPAK Roberth Keytimudi Lobi Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Sebagaimana dilansir dari detikNews, Senin (15/8/2022).


Mereka menyebut ada tiga dugaan suap yang dilaporkan TAMPAK ke KPK. Pertama soal dugaan suap ke LPSK hingga percobaan suap pemberian hadiah atau janji ke sejumlah pihak terkait pembunuhan Yoshua sebesar total Rp 2 miliar.

"Irjen Pol Ferdy Sambo menjanjikan hadiah uang Rp 2 miliar kepada Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E, Bripka Ricky Rizal (RR), serta Kuat Ma'ruf," jelasnya.

Dia juga mengatakan ada pengakuan petugas keamanan di kediaman Sambo yang dibayar sejumlah uang. Pemberian uang itu, kata dia, sebagai upaya menutup portal menuju ke kompleks rumah Sambo. Kejadian itu diketahui terjadi pasca Sambo ditetapkan sebagai tersangka oleh Mabes Polri.

"Muncul pengakuan dari petugas keamanan atau satpam kompleks rumah pribadi Irjen Ferdy Sambo di Jalan Saguling Ill, Jakarta Selatan, mengaku diminta menutup seluruh portal yang mengarah ke kompleks setelah kasus itu makin ramai. Bayarannya Rp 150.000," ujar Roberth.

Roberth mengharap KPK mengusut tiga dugaan percobaan suap yang terjadi dalam penanganan perkara Brigadir J. Menurutnya, hal itu merupakan wewenang KPK yang tertuang dalam Undang-undang.

"Sehubungan dengan itu, Kami Tim Advokat Penegakan Hukum & Keadilan (TAMPAK) mengharapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan langkah-langkah berdasarkan Undang-Undang," tegasnya.

Dalam laporan itu, Roberth mengaku telah membawa sejumlah bukti. Di antaranya adalah kumpulan pemberitaan dari media online.

Diketahui, Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) Edwin Partogi mengaku satu orang anggotanya sempat disodori dua amplop coklat. Amplop itu diduga diberikan usai staf LPSK bertemu Mantan Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo pada Rabu, 13 Juli.

Saat itu dua petugas LPSK bertemu dengan Sambo di Kantor Kadiv Propam. Dia menyebut pertemuan itu membahas soal permohonan perlindungan bagi istri Ferdy Sambo.



Simak Video "Irjen Ferdy Sambo, Awalnya Belasungkawa Ternyata Dia Pelakunya"
[Gambas:Video 20detik]
(dir/dir)