Kabar Nasional

Jadi JC Kasus Brigadir J, LPSK: Bharada E Tak Ada Niat Membunuh

Tim detikNews - detikJabar
Senin, 15 Agu 2022 14:42 WIB
Jakarta -

Bharada Richard Eliezer atau Bharada E resmi ditetapkan mendapat perlindungan dari Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) sebagai Justice Collaborator (JC). LPSK juga menyebut Bharada E tak memiliki motif membunuh Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J.

"Bahkan keterlibatannya di dalam perencanaan dan sebagainya itu masih kita dalami apakah yang bersangkutan menjadi mastermind atau bagimana. Tapi yang jelas, kami melihat peran yang bersangkutan ini kecil, dan kami melihat memang yang bersangkutan sebenarnya tidak punya mensrea atau niatan untuk melakukan pembunuhan," ujar Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo saat Konpers di Kantornya, sebagaimana dilansir detikNews, Senin (15/8/2022).

Menurut Hasto, peran dari Bharada E di kasus yang terjadi di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan mini. Sebab, kata Hasto, aksi yang dilakukan oleh Bharada E atas perintah dari Irjen Ferdy Sambo.


"Bharada E ini adalah pelaku tindak pidana tetapi dengan peran yang minor, karena dia mendapatkan perintah dari atasannya," jelasnya.

Meski begitu, saat ini LPSK masih mendalami keterlibatan Bharada E. LPSK juga menyatakan akan memberi perlindungan hingga putusan hakim di persidangan.

"Ini barangkali nanti yang akan ditindaklanjuti setelah kita lakukan perlindungan. Dan juga di dalam proses peradilan kita akan selalu mendampingi yang bersangkutan sampai putusan itu diambil oleh hakim," jelas Hasto.

Sementara itu, Wakil Ketua LPSK Achmadi mengatakan keterangan Bharada E mengungkap aktor utama dalam kasus ini. Bharada E juga tidak memiliki motif pembunuhan.

"Bahwa keterangan pemohon yang disampaikan dalam penyidikan oleh Bareskrim Polri adalah penting karena dapat mengungkap tindak pidana pembunuhan berencana terhadap Brigadir J, dan pemohon menyampaikan tidak memiliki motif, maksud, atas peristiwa pembunuhan tersebut," ujar Achmadi.

Seperti diketahui, sebelumnya Bharada E alias Bharada Richard Eliezer menjadi tersangka pertama yang telah ditetapkan. Kemudian ada tersangka lainnya yaitu Irjen Ferdy Sambo, Bripka Ricky Rizal dan Kuat Ma'ruf yang juga ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus tersebut.

Brigadir J tewas usai menerima sekitar 7 luka tembakan.. Peristiwa itu terjadi pada Jumat (8/7) di rumah dinas Kadiv Propam Polri di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jaksel.

Empat orang jadi tersangka kasus tersebut. Selain Ferdy Sambo, tersangka lainnya yakni Bharada E, Bripka RR dan KM. Mereka dijerat pasal pembunuhan berencana.

Kapolri bahkan menyebut ada rekayasa dibalik insiden tersebut. Sebab, tak ada tembak menembak. Justru Ferdy Sambo yang meminta Bharada E menembak mati Brigadir J.

(dir/dir)