Kondisi Gadis Tunagrahita Pangandaran yang Diperkosa Ayah Durjana

Aldi Nur Fadillah - detikJabar
Senin, 15 Agu 2022 12:32 WIB
Poster
Ilustrasi Pemerkosaan (Foto: Edi Wahyono)
Pangandaran -

Gadis 18 tahun penyandang tunagrahita jadi korban pemerkosaan ayah durjana. Kondisi gadis tersebut kini mengalami trauma.

Atas kondisi tersebut, pemerintah bergerak. UPTD PPA Jawa Barat menangani kondisi gadis untuk dilakukan trauma healing.

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Pangandaran, Dodi Soleh Hidayat mengaku sangat prihatin atas kejadian yang menimpa gadis tersebut.


"Ya memang betul PS seorang disabilitas Tunagrahita, usianya 18 tahun secara biologis, namun secara mental masih 6-7 tahun. Saat ini korban ditangani UPTD PPA Jabar untuk dilakukan trauma healing," kata Dodi kepada detikJabar saat ditemui. Senin (15/8/2022).

Menurutnya trauma healing dilakukan agar korban tidak merasa trauma mendalam. Rasa takut terhadap ulah sang ayah dipulihkan bertahap.

Di samping itu, pihaknya juga tengah mengecek kondisi kehamilan dari gadir tersebut. Diketahui, korban hamil akibat perbuatan ayah kandungnya itu.

"Saat ini kondisi kandungan korban dalam proses pemeriksaan dengan cara USG, hasilnya Perkiraan Hari Lahir (HPL) puskesmas Pangandaran itu jatuh pada 11 Agustus 2022, kemudian saat di cek lagi di RSUD Pangandaran HPL-nya jatuh pada 15 Agustus. Korban sudah memasuki 9 bulan kandungan," ucapanya.

Dodi mengatakan, pemerintah kabupaten Pangandaran akan menanggung biaya persalinan korban.

"Kami dari pemkab akan bertanggungjawab untuk fasiltas korban sampai melahirkan dan perawatan kesehatan pasca melahirkan," kata Dodi.

Kasus Pelecehan Seksual di Pangandaran

Dodi mengatakan kasus pelecehan seksual di Pangandaran pada tahun 2021 mencapai 16 kasus. Sementara pada bulan ini saja sudah mencapai 8 kasus.

"Terjadi paling banyak kasus berada di Kecamatan Pangandaran," ucap Dodi.

Dia menambahkan kasus pemerkosaan terhadap anak saat ini jauh lebih banyak terlaporkan. Salah satunya karena didirikannya Polres Pangandaran sehingga warga tak perlu jauh ke Ciamis untuk membuat laporan.

"Alhamdulillah saat ini jarak ke Polres lebih dekat setelah ada unit PPA sekarang sudah mulai banyak yang melapor," ucapnya.

DKBP3A Pangandaran melalui bidang P3A saat ini mengoptimalkan upaya-upaya pencegahan, seperti adanya sekolah ramah anak, sosialisasi pola asuh anak dan parenting.

"Pentingnya upaya mencegahan pelecehan seksual harua datang dari orang tua sendiri, dengan pola asuh anak dengan baik. Karena dalam kasus ini anak tidak bersalah, pola asuh anaknya parenting lebih ditingkatkan," katanya.



Simak Video "Menikmati Waktu Bersantai Ditemani Suara Air Gemericik, Pangandaran"
[Gambas:Video 20detik]
(dir/dir)