Kabar Nasional

Polri Setop Usut Laporan Pelecehan Istri Ferdy Sambo!

Tim detikNews - detikJabar
Jumat, 12 Agu 2022 21:28 WIB
Alasan Brigadir J Dibunuh Menurut Pengakuan Terbaru Irjen Ferdy Sambo
Irjen Ferdy Sambo (kiri) dan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat (kanan) (Foto: Istimewa)
Jakarta -

Bareskrim Polri menyetop penanganan kasus dugaan pelecehan terhadap istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi. Sebelumnya, kasus ini dilaporkan Putri dengan terlapor Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J.

Dilansir detikNews, Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian, menjelaskan pihaknya melakukan gelar perkara dua laporan, yakni dugaan percobaan pembunuhan yang dilaporkan Briptu Martin Gabe dengan korban Bharada Richard Eliezer atau E dan terlapornya Brigadir Yoshua. Gelar perkara itu juga membahas dugaan kekerasan seksual dengan korban Putri Candrawathi.

"Berdasarkan hasil gelar perkara tadi sore, dua perkara ini kita hentikan penyidikannya karena tidak ditemukan peristiwa pidana," kata Dirtipidum Bareskrim Polri, Brigjen Andi Rian, dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jumat (12/8/2022).


Ia mengatakan, kedua dugaan tindak pidana itu dilaporkan terjadi di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo, Duren Tiga Jakarta Selatan pada Jumat (8/7/2022) pukul 17.00 WIB. Kedua laporan itu pun dihentikan karena tidak ditemukan dugaan tindak pidana.

"Bukan merupakan peristiwa pidana, sebagaimana rekan-rekan ketahui, saat ini Bareskrim menangani laporan polisi terkait pembunuhan berencana dengan korban Brigadir Yoshua," tuturnya.

Awal munculnya kasus ini, narasi yang muncul adalah Brigadir J melecehkan Putri. Ketika itu aksinya terpergoki Bharada E yang berlanjut baku tembak yang menewaskan Brigadir J.

Kapolri pun kemudian membentuk tim khusus untuk mengusut kasus ini, hingga akhirnya ditemukan fakta bahwa Brigadir J tewas dibunuh dan tak ada peristiwa baku tembak.

Polri pun telah menetapkan empat orang sebagai tersangka dugaan pembunuhan Yoshua. Mereka ialah Irjen Ferdy Sambo, Bharada Eliezer, Bripka Ricky dan Kuat Ma'ruf. Keempatnya telah ditahan.

(yum/yum)