Kabar Nasional

31 Polisi Langgar Etik Olah TKP Tewasnya Brigadir J

Tim detikNews - detikJabar
Kamis, 11 Agu 2022 19:47 WIB
Ilustrasi kasus penembakan Brigadir J
Foto: Ilustrasi polisi tembak polisi (Edi Wahyono/detikcom).
Jakarta -

Sebanyak 31 anggota Polri terbukti melanggar kode etik dalam olah tempat kejadian perkara (TKP) kasus penembakan Brigadir Yoshua Hutabarat atau Brigadir J.

"Jadi untuk Itsus kan pemeriksaan masih bertambah yang sudah dimintai keterangan ada 56, 31 sudah terbukti melakukan pelanggaran etik karena ketidakprofesionalannya di dalam olah TKP," kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo seperti dikutip dari detikNews, Kamis (11/8/2022).

Dia menyebut ada dugaan tindak pidaan menghalangi proses hukum atau obstruction of justice dalam kasus Brigadir J. Dugaan itu, kata Dedi, masih didalami oleh Itsus Polri.


"Kemudian ada dugaan obstruction of justice dan juga masih dikembangkan," ujar Dedi.

Dedi mengatakan penyidik akan menindaklanjuti jika ke-31 polisi terbukti melakukan tindak pidana. Sampai saat ini, Itsus masih terus mendalami dugaan-dugaan pidana itu.

"Itsus ini masih berproses kalau misalnya dari 31 itu terbukti ada pelanggaran pidananya dari Itsus itu semua diserahkan penyidik nanti dari dari penyidik Bareskrim akan menindaklanjuti apa yang menjadi rekomendasi," jelasnya.

Sebagai informasi, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tak hanya melakukan bersih-bersih anggota kepolisian yang terlibat dalam pembunuhan Brigadir Yoshua, tapi juga menindak mereka yang diduga tidak profesional dalam menangani perkara di awal kejadian.

Di luar tiga polisi yang jadi tersangka pembunuhan berencana, ada 24 nama polisi yang diperiksa dan diduga melanggar kode etik. Jumlah ini bakal bertambah.

Komitmen mengenai penindakan sejumlah polisi yang diduga tak profesional dalam proses penanganan Brigadir J itu disampaikan langsung oleh Kapolri dalam jumpa pers di Mabes Polri, Selasa (9/8/2022). Untuk diketahui, selain mengusut jalur pidana, Polrimenginvestigasi pelanggaran kode etik dalam kasus ini melalui Inspektorat Khusus (Itsus).