Ajukan Eksepsi, Pengacara Doni Salmanan Nilai Dakwaan Jaksa Tak Cermat

Yuga Hassani - detikJabar
Kamis, 11 Agu 2022 11:57 WIB
Sidang Doni Salmanan
Sidang Doni Salmanan (Foto: Yuga Hassani/detikJabar)
Kabupaten Bandung -

Doni Salmanan mengajukan nota keberatan atau eksepsi atas dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) di kasus Quotex. Pihak Doni Salmanan menilai dakwaan jaksa tak cermat.

"Di dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) ditemukan ketidakcermatan, ketidakjelasan dan ketidaklengkapan terhadap uraian tindak pidana yang didakwakan kepada Terdakwa. Sehingga cukup bermakna menentukan kualitas dakwaan yang harus dan perlu diberi akibat hukum," ujar Ikbar Firdaus kuasa hukum Doni Salmanan saat membacakan eksepsi di PN Bale Bandung, Kamis (11/8/2022).

Pihaknya menilai dalam dakwaan yang dibacakan pada sidang sebelumnya tidak diuraikan secara jelas. Salah satunya adalah peran dari kedudukan terdakwa.


"Jaksa Penuntut Umum tidak menguraikan secara lengkap, jelas dan cermat kualifikasi atau peran kedudukan Terdakwa apakah selaku 'orang yang melakukan' atau 'turut serta melakukan'. Dalam hukum pidana peran 'orang yang melakukan' dan 'turut serta melakukan', walaupun diklasifikasikan sebagai pelaku tindak pidana namun sifat dan implikasi hukum masing-masing peran tersebut sangat berbeda," katanya.

Berdasarkan dakwaan JPU, menurutnya bahwa terdakwa merupakan selaku pihak yang mendaftar sebagai afiliator. Kemudian mendapatkan link pendaftaran pada Quotex selaku pihak plarform broker yang tidak lain merupakan salah satu instrumen transaksi dalam valuta asing atau forex.

"Terdakwa bukanlah pihak yang mengelola transaksi, Terdakwa bukan pula pihak yang menerima dana investasi dari pihak yang bertransaksi di platform Quotex," jelasnya.

Dia menegaskan JPU tidak membeberkan peran pemilik platform Quotex. Hal tersebut mengingat pengelolaannya terdapat di platform tersebut.

"Bahwa JPU dalam dakwaannya sama sekali tidak menguraikan secara cermat, jelas dan lengkap peran dari pemilik platform Quotex yang nyata-nyata sebagai pihak pengelola dana investasi, serta tidak menguraikan secara cermat, jelas dan lengkap bagaimana bentuk pertanggungjawaban pihak platform Quotex," ucapnya.

"JPU dalam dakwaanya hanya mengungkap bentuk pertanggungjawaban dari Terdakwa selaku afiliator yang nyata-nyata pertanggungjawaban sepenuhnya ada pada pihak platform Quotex," tambahnya.

Dia menambahkan para pelapor memiliki hubungan langsung dengan platform Quotex. Pasalnya para pelapor melakukan registrasi secara langsung ke platform tersebut.

"Para Pelapor memiliki hubungan langsung dengan Platform Quotex dimana rangkaiannya sebagaimana dalam dakwaan adalah Para Pelapor melakukan registrasi pendaftaran permainan langsung kepada Platform Quotex, kemudian Para Pelapor mendepositkan dananya juga langsung kepada Platform Quotex dan Para Pelapor itu sendiri juga melakukan permainan Binary Option langsung di Platform Quotex, dari ke semua rangkaian tersebut sama sekali tidak ada peran serta secara langsung dari Terdakwa," ucap kuasa hukum Doni.

"Oleh karena demikian menjadi tidak jelas pula apa peran terdakwa dalam perkara a quo, karena dari fakta yang diungkapkan oleh JPU dalam dakwaannya nyata-nyata hubungan kausalitas adalah antara pihak pemilik dan pengelola Platform Quotex dengan para nasabah yang menginvestasikan dana nya di Platform Quotex," lanjutnya.

Menurutnya dalam pendaftaran tersebut tidak ada keterlibatan terdakwa. Apalagi, kata dia, memakai beberapa syarat.

"Para nasabah yang mengikuti trading melalui platform Quotex mendaftarkan dirinya secara langsung melalui link atau sistem yang memang dipersiapkan oleh pihak platform Quotex itu sendiri tanpa keterlibatan Terdakwa secara langsung, dan pada saat pendaftaran tersebut memakai syarat dan ketentuan yang diberlakukan oleh pihak platform Quotex," pungkasnya.



Simak Video "Seputar Sidang Perdana Doni Salmanan Terkait Kasus Quotex"
[Gambas:Video 20detik]
(dir/dir)