Fadli Zon Cerita Alasan Bantu Keluarga 6 Laskar FPI di RS Polri

Dony Indra Ramadhan - detikJabar
Kamis, 07 Jul 2022 19:14 WIB
Anggota DPR RI Fadli Zon dihadirkan sebagai saksi dalam sidang perkara penyebaran hoaks Habib Bahar bin Smith soal kematian laskar FPI di KM 50.
Foto: Fadli Zon jadi saksi di sidang Habib Bahar bin Smith (Dony Indra Ramadhan/detikJabar).
Bandung -

Waketum Partai Gerindra Fadli Zon bercerita soal dirinya membantu keluarga laskar FPI di RS Polri Kramatjati. Pertolongan diberikan Fadli Zon lantaran keluarga tak kunjung bisa membawa pulang enam jenazah tersebut.

Fadli Zon menuturkan saat itu atau pada 8 Desember 2020 ponselnya berdering. Telepon itu berasal dari pentolan FPI Habib Muhsin.

"Saya mendapat telepon dari Habib Muhsin Alatas untuk membantu memproses mengeluarkan enam jenazah anggota FPI ini yang wafat. Ketika itu masih berada di rumah sakit," ucap Fadli Zon saat sidang di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan LLRE Martadinata, Kota Bandung, Kamis (7/7/2022).


Sebagai anggota DPR RI, kata Fadli, dia mengaku punya kewajiban membantu. Saat itu, dia turut mengundang anggota DPR RI lain dari Komisi III Romo Muhammad Syafi'i.

"Saat itu kami bersama datang ke RS Polri. Sampai di sana sore hari. Saya bertemu juga dengan penasihat hukum Azis Yanuar dan beberapa tim lain menyampaikan situasi dan kondisi," tutur dia.

Fadli menuturkan saat itu jenazah sudah cukup lama berada di dalam rumah sakit. Kabar yang dia terima, jenazah sedang dilakukan autopsi.

Di saat bersamaan, Fadli juga bertemu dengan keluarga atau orang tua dari para korban. Aspirasi dari keluarga didengar anggota Komisi I ini.

"Mereka berharap jenaxah bisa diterima oleh mereka," ujar Fadli Zon.

"Saat itu masuk ke kantin. Di sana banyak aparat dari kepolisian kemudian kami bicara dengan dua yang senior pangkat Kombes tentang bagaimana proses situasi keadaan jenazah. Karena dari pihak keluarga korban ingin jenazah bisa segera diterima, disolatkan dan dimakamkan lalu kami tentu saja menyampaikan itu hak orang tua korban. Saat itu di autopsi mereka ada yang keberatan. Tidak pernah ada persetujuan di autopsi," kata Fadli menambahkan.

Fadli menuturkan kehadirannya ke rumah sakit untuk membantu percepatan proses pengeluaran jenazah. Menurut Fadli, sebagai anggota DPR RI, dia memang kerap menerima banyak aspirasi dari masyarakat.

Dia menambahkan bolak balik meminta kejelasan proses pengeluaran jenazah tak kunjung dikabul. Malahan petugas rumah sakit terus berbicara jenazah akan dikeluarkan dalam waktu yang tak lama lagi.

"Baru pada malam hari setelah proses saya sampaikan ini hak keluarga menerima jenazah, menyolatkan dan sesuai prosesi dan memakamkan. Tadinya mau dimakamkan dari pihak di sana akan membantu kuburan. Tapi pihak keluarga sampaikan ke saya ingin jenazah mereka yang urus. Akhirnya jenazah disepakati dibawa ke Petamburan tempat yang ditunjuk keluarga," tuturnya.

Fadli sempat datang ke Petamburan. Bahkan dia sempat melihat kondisi jenazah atas nama Andri Oktiawan (33). Menurut dia, kondisi jenazah penuh lebam.

Sebelumnya, Fadli Zon dihadirkan sebagai saksi dalam lanjutan sidang perkara penyebaran hoaks. Dalam kesaksian sebelumnya, Fadli Zon menyebut bila ucapan Bahar dalam ceramah terkait kematian laskar FPI di KM 50 mendekati kenyataan.

(dir/mso)