Siapa Pencetus Promosi Holywings 'Miras Gratis untuk Muhammad-Maria' ?

Tim detikNews - detikJabar
Sabtu, 25 Jun 2022 17:52 WIB
GP Ansor DKI Segel 3 Outlet Holywings, Minta Penutupan Permanen
GP Ansor DKI 'Segel' 3 Outlet Holywings, Minta Penutupan Permanen (Foto: (Wildan Noviansah /detikcom))
Bandung -

Enam orang telah ditetapkan sebagai tersangka berkaitan dengan promo minuman beralkohol gratis untuk 'Muhammad' dan 'Maria' di Holywings. Lalu, siapa pencetus ide promosi yang berujung blunder tersebut ?

Dikutip dari detikNews, Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto mengungkap keenam orang tersebut memiliki peran yang berbeda-beda.

"Jadi enam tersangka ini punya peran dan tugas masing-masing. Jadi ujungnya adalah produk tadi event promosi yang mereka sampaikan," ujar Kombes Budhi kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (25/6/2022).


Promosi kontroversial itu, ditujukan untuk menggaet pengunjung ke outlet. Pada prosesnya, pengambilan jenis promosi tersebut diputuskan bersama-sama oleh para tersangka.

"Dalam prosesnya mereka saling berdiskusi, saling sampaikan dan sebagainya. Dan terakhir mengambil keputusan tadi direktur kreatif yang menyetujui atau tidak terhadap apa yang dihasilkan staf-staf di bawahnya," katanya.

Lantas, direktur kreatif inikah yang paling bertanggung jawab atas pemuatan promosi tersebut?

"Semua kita kenakan pasal kita juncto-kan Pasal 55 KUHP, artinya bisa bersama-sama. Peran nanti kita buktikan dalam sidang pengadilan nanti," tuturnya.

Polisi membeberkan peran keenam tersangka. Tersangka pria berinisial EJD (27) merupakan direktur kreatif Holywings. EJD ini mengawai 4 divisi.

"Ini direktur, jabatan tertinggi di situ. Ini direktur kreatif HW, jabatan tertinggi sebagai direksi. Perannya mengawasi empat divisi, yaitu divisi kampanye, production house, graphic designer, dan social media," ujar Budhi.

Tersangka kedua, perempuan berinisial NDP (36) selaku head team promotion, yang bertugas mendesain program dan meneruskan ke tim kreatif. Tersangka ketiga, laki-laki berinisial DAD (27), selaku desain grafis yang membuat desain virtual.

"Yang keempat Saudari EA (22), selaku admin tim promo yang bertugas meng-upload konten ke media sosial," katanya.

Tersangka yang kelima adalah perempuan berinisial AAB (25), selaku social media officer yang bertugas mengunggah kiriman di media sosial terkait kegiatan Holywings. Tersangka yang keenam perempuan berinisial AAM (25) selaku admin tim promo yang memberi request ke tim kreatif dan memastikan sponsor untuk event-event di Holywings.

Keenam tersangka dijerat Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 UU RI Nomor 1 Tahun 1946 dan/atau Pasal 156 dan/atau pasal 156A KUHP dan/atau Pasal 28 ayat 2 UU RI Nomor 19 Tahun 2016, yaitu perubahan atas UU 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) tentang penistaan agama dan ujaran kebencian bernuansa SARA.

Dalam kasus itu, polisi menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya tangkapan layar postingan akun Holywings, 1 unit PC komputer, 1 unit handphone, 1 hard disk, dan 1 unit laptop.

(yum/yum)