Bejat! Pria di Bandung Cabuli Ponakan

Yuga Hassani - detikJabar
Kamis, 16 Jun 2022 14:25 WIB
Pelaku pencabulan di Kabupaten Bandung
Pelaku pencabulan. (Foto: Yuga Hassani/detikJabar)
Kabupaten Bandung -

ES (27), warga Kabupaten Bandung, mencabuli keponakannya yang masih berusia lima tahun. Pelaku kini udah ditangkap polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kejadian memilukan itu bermula saat korban dititipkan orang tuanya kepada pelaku. Bukannya dijaga, korban malah dicabuli pria tersebut.

"Pelaku adalah paman daripada korban, melakukannya di rumah tersangka, karena pada saat itu orang tua korban menitipkan ke rumah tersangka untuk dijaga, tapi malah dilakukan pencabulan terhadap korban," ujar Kapolresta Bandung Kombes Kusworo Wibowo di Mapolresta Bandung, Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis (16/6/2022).


Kusworo mengungkap pelaku melakukan aksinya dengan memberi korban eskrim. Tidak hanya itu korban juga diiming-imingi akan dibelikan telpon genggam.

"Modus yang dilakukan ES dengan cara mengiming-imingi membelikan eskrim dan memberikan handphone," katanya.

Selain itu, pelaku juga mengancam korban agar tidak memberitahukan aksi bejatnya itu. Korban pun merasa tertekan dengan ancaman tersebut.

"Setelah melakukan perbuatan cabul itu, ES mengancam kepada korban bahwa jangan bilang kepada siapapun. Kalau diberitahu kepada orang lain maka korban akan dimarahi oleh ES. Korban merasa tertekan, lalu menginformasikan hal ini kepada keluarga dan akhirnya melaporkan ke Polresta Bandung," ucapnya.

Dari informasi yang didapat, kata Kusworo, pelaku telah mencabuli korban sebanyak empat kali. Dengan rentang waktu dari Januari hingga Maret 2022.

"Tindak pidana perbuatan cabul ini dilakukan sebanyak empat kali, sekitar bulan Januari 2022 sampai dengan bulan Maret 2022 yang dilakukan ES kepada korban," ujarnya.

Kusworo mengungkapkan saat ini kondisi korban masih mengalami trauma. Bahkan, kata dia, korban sempat ketakutan jika bertemu dengan orang asing.

"Sampai dengan saat ini kondisi korban masih trauma ketika bertemu dengan orang asing ini menjauh, takut, bahkan bertemu dengan keluarga juga tidak seceria biasanya," ujar Kusworo.

Atas perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 82 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan PERPPU UU RI Nomor 1 Tahun 2016 perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.

"Dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp 5 miliar," kata Kusworo.

(mso/mso)