Berawal dari Pengobatan Diri, Elah Raih Cuan dari Racikan Rempah

Berawal dari Pengobatan Diri, Elah Raih Cuan dari Racikan Rempah

Wisma Putra - detikJabar
Kamis, 16 Jun 2022 12:01 WIB
Berawal dari Pengobatan Diri, Elah Raih Cuan dari Racikan Rempah
Minuman rempah racikan warga Majalengka (Foto: Wisma Putra/detikJabar)
Bandung -

Minuman rempah memang banyak dicari selama Pandemi COVID-19. Namun siapa sangka, berawal untuk pengobatan pribadi, kini minuman rempah yang diproduksi Elah warga Rajagaluh, Kabupaten Majalengka ini menjadi ladang bisnis baginya.

Ada dua macam minuman rempah yang dibuat Elah, yakni wedang uwuh sereh wangi dan wedang mutiara sereh wangi. Kedua minuman rempah ini, dijual Elah dalam bentuk campuran rempah kering dan nantinya harus diseduh dahulu menggunakan air panas.

"Manfaatnya banyak, selain menambah imun mengatasi masalah perut juga bisa mencegah masuk angin juga," kata Elah kepada detikJabar di Pameran Bandung Internasional Food belum lama ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Khusus untuk wedang mutiara sereh wangi, Elah menyebut minuman rempah itu bisa menyembuhkannya dari penyakit cairan kelenjar yang dideritanya beberapa waktu lalu.

"Wedang mutiara karena dulu sempat sakit terus konsumsi wedang mutiara sampai dinyatakan sembuh. Alhamdulillah pas selama enam bulan, sehari dua gelas, cairanya berubah warna pas dicek ke lab dan berat badan naik. Kalau heroid mata juga menonjol bola matanya, alhamdulillah normal lagi," ungkapnya.

ADVERTISEMENT
Minuman rempah racikan warga MajalengkaMinuman rempah racikan warga Majalengka Foto: Wisma Putra/detikJabar

Untuk komposisi yang ada di dalam minuman rempah ini terkandung sereh wangi, jahe, cengkeh, kayu secang, kapulaga dan gula batu. Jika wedang mutiara ditambah rumput mutiara.

Setahun menekuni bisnis UMKM minuman rempah atau berlangsung di masa pandemi COVID-19. Minuman rempah yang dibuat Elah sudah dikirim ke beberapa daerah di Indonesia termasuk Palu dan Papua, ia juga sudah memilki reseller di wilayah tersebut.

"Menjadi pembeda di sereh wanginya, terus ada rempah lain juga difermentasikan dulu dengan sereh. Semakin kental minyak serehnya, jadi rasanya enak dan segar," jelasnya.

Untuk satu paket minuman rempah tinggal sedih dijual Rp 7 ribuan. Bisa diseduh dua kelinci dengan air ukuran 350 ml. Meski penjualan minuman rempah miliknya tak sebanyak seperti di awal pandemi, Elah menyebut permintaan masih ada.

"Penjualan relatif, awal pandemi tuh hampir 2 ribu pcs per bulan, kalau sekarang paling 1.500, masih ada peminatnya. Kita juga masih mengembangkan dan menambah reseller di luar daerah," katanya.

(wip/yum)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads