Kriminal Sepekan: Pria Garut Cabuli 2 Kakek-Kematian ABG di Tol Japek Terungkap

Tim detikJabar - detikJabar
Minggu, 22 Mei 2022 17:30 WIB
PUR (42) pria asal Garut yang mencabuli dua orang kakek
Pria Garut cabuli dua kakek di Garut (Foto: Hakim Ghani/detikJabar).
Bandung -

Beragam peristiwa kriminal terjadi di Jawa Barat dalam sepekan terakhir. Paling menghebohkan yakni dua kakek dicabuli pria beristri di Garut hingga teka-teki kematian ABG yang tergantung di Kolong Jembatan Tol Japek terungkap.

2 Kakek Dicabuli Pria Beristri di Garut

Kakek berumur 70 tahun dan 79 tahun menjadi korban pencabulan yang dilakukan pria beristri berinisial PUR (42) di Garut, Jawa Barat.

Kapolres Garut AKBP Wirdhanto mengatakan, dengan alibi mendapatkan wangsit, aksi durjana PUR berlangsung tahun 2021 lalu yang dilakukan di rumah dan tempat lainnya.


"Kejadiannya terjadi pada sekitar bulan Maret hingga bulan Mei tahun 2021," kata Wirdhanto kepada wartawan, Sabtu (21/5) pekan ini.

"Pencabulan dilakukan di dalam rumah dan di tempat lain. Masing-masing korban mendapat tindakan tersebut dua kali. Jadi total ada 4 kali kejadian," tambahnya.

Wirdhanto menjelaskan, tersangka nekat melakukan aksi cabul terhadap kedua korban tersebut usai mendapatkan wangsit dalam mimpinya.

"Tersangka mengaku mendapatkan wangsit dalam mimpi untuk melakukan tindakan tersebut kepada korban," ucapnya.

Pria beristri tersebut ditangkap polisi di Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut.

Disela pemeriksaan dengan penyidik, Sabtu siang, PUR mengaku tidak memaksa keduanya sampai melakukan persetubuhan. Dia juga mengaku tidak merayu kedua korban.

"Enggak (dirayu)," kata PUR.

PUR membenarkan kedua korban adalah pria lanjut usia. Kedua korban, yang diketahui berusia 70 dan 79 tahun itu diketahui kerap bertemu dengan PUR saat mengaji.

"Kadang ngaji kadang enggak," katanya.

Kematian Mamih Juju di Tangan Mantan Suami

Jahoor UI Hassan (42) seorang warga negara asing (WNA) asal Pakistan tega membunuh mantan istrinya bernama Juju Juhariya alias Mamih Juju di Tasikmalaya, Jawa Barat.

"Tersangka seorang WNA Pakistan bernama Jahoor Ul Hassan, dia berdomisili di Kecamatan Baregbeg Kabupaten Ciamis," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Ibrahim Tompo didamping Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Aszhari Kurniawan di Mapolres Tasikmalaya Kota, Jumat (20/5) pekan ini.

Ibrahim mengungkapkan, penetapan tersangka ini dilakukan setelah polisi mendapat cukup bukti dan keterangan saksi. "Kami mengamankan 22 item barang bukti dan memeriksa 6 orang saksi," ungkap Ibrahim.

Dendam, menjadi motif dalam insiden berdarah ini. "Motifnya ini karena dendam, dari hasil pendalaman dan pemeriksaan saksi-saksi ditemukan bahwa tersangka dendam karena dicerai dan yang kedua dendam karena tidak dibagi hasil usaha atau harta gono-gini. Karena korban dan tersangka sudah bercerai selama kurang lebih 3 bulan," jelasnya.

Sementara itu, Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Aszahri Kurniawan menjelaskan, pelaku merupakan mantan suami korban. Pelaku dan korban diketahui baru bercerai selama 3 bulan lalu, si pelaku pembunuhan mengarah kepada Jahoor.

"Hasil penyelidikan mengerucut ke si mantan suaminya. Akhirnya pada hari itu juga sekitar jam 13.00 WIB kami amankan tersangka ini ketika sedang berobat di sebuah rumah sakit di Ciamis," kata Aszhari.

Tersangka langsung diamankan dan menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Tasikmalaya Kota.

Aszhari juga mengatakan bahwa korban tewas dengan luka tusukan dan luka sayatan di bagian leher. Kemudian tak ada barang berharga korban yang dibawa, kecuali ponsel milik korban yang saat ini masih dicari keberadaannya.

Siswi SMP Diperkosa Sopir Angkot di Bandung Barat

Deri Aryanto ditangkap polisi karena telah memperkosa siswi SMP di Sindangkerta, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Deri yang mengenakan pakaian tahanan berwarna orange hanya tertunduk lesu didampingi petugas kepolisian bersenjata laras panjang saat menjalani pemeriksaan di ruang penyidikan Polsek Sindangkerta.

Pria berusia 32 tahun itu merupakan tersangka pemerkosa seorang siswi SMP pada Senin (9/5) lalu.

Deri harus mendekam di balik jeruji besi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Deri mengakui ulah bejatnya. Korbannya diperkosa di dalam angkot yang dikemudikannya di Jalan Raya Raya PLTA Saguling, Kampung Cibanteng, Desa Citalem, Kecamatan Cipongkor, KBB.

Usai diperiksa penyidik, Deri dengan wajah lusuhnya dihadirkan dalam gelar perkara di Mapolsek Sindangkerta dengan tangan terborgol. Ia menjawab pertanyaan awak media dengan suara pelan.

"Spontan langsung seperti itu. Sebelumnya nonton video porno dulu," kata Deri kepada wartawan saat gelar perkara, Jumat (20/5) pekan ini.

Ia mengaku khilaf telah memperkosa korbannya. Namun ironisnya, aksi pemerkosaan yang dilakukannya kali ini merupakan aksi kedua yang dilakukannya. Ia mengaku sempat melakukan hal serupa pada 2021 lalu.

"Saya khilaf, waktu 2021 sekali tapi korbannya enggak diperkosa. Cuma saya paksa pegang kelamin saya. Di angkot juga," ucap Deri.

Deri diminta mereka adegan saat ia memperkosa korbannya di dalam angkot jurusan Cililin-Cijenuk milik majikannya. Aksi bejat Deri semakin tersamarkan lantaran kaca angkot tersebut cukup gelap untuk dilihat dari luar.

Awalnya Deri turun ke kursi belakang kemudian ia menyeret korbannya untuk duduk di kursi depan di samping sopir. Korban pasrah tanpa perlawanan kemudian digagahi Deri selama semenit.

"Terus saya tidur di depan, kalau korbannya di belakang. Baru subuhnya saya antar ke Cililin," ujar Deri.

Dari pengembangan, aksi bejat yang dilakukan pelaku bukanlah yang sekali, melainkan ada korban lain yang sama-sama siswa SMP.

Kapolsek Sindangkerta AKP Yogaswara mengatakan pihaknya sedang berkoordinasi dengan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Cimahi.

"Informasinya ada 1 korban lain dari pelaku ini yang perkaranya ditangani oleh Unit PPA Polres Cimahi. Sekarang kita sedang kroscek ulang," kata Yogaswara.

Untuk memuluskan niat busuknya pelaku selalu menawarkan tumpangan pada korbannya. Namun korbannya dipilih secara acak meskipun dua kejadian korbannya merupakan siswi SMP.

"Jadi modus pelakunya ini menawarkan tumpangan dan nanti dibawa berputar ke tempat sepi. Untuk yang kejadian sekarang korban ternyata dicekok obat terlarang biar tidak sadar," tutur Yogaswara.

Kakak Ipar Bunuh ABG di Karawang

ABG laki-laki inisial S ditemukan tewas gantung diri di kolong jembatan tol Japek. Kasus ini dinilai janggal, oleh Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Jawa Barat.

Sekedar diketahui, S (14) ditemukan tergantung pada Senin (9/5/2022) malam, di bawah jembatan tol Japek KM 50 di Dusun Pejaten Desa Sirnabaya Karawang.

Dan kemudian, atas kejanggalan penemuan jasad S (14). Kepolisian melakukan penyelidikan dan berhasil mengungkap fakta adanya rekayasa dalam kematian ABG tersebut.

Usai melakukan autopsi dan pemeriksaan saksi-saksi. TR (26) kakak ipar korban akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dan kini ditahan oleh kepolisian Karawang.

Sosok kakak ipar korban itu terancam hukuman 15 tahun bui. "Ancaman hukumannya sampai 15 tahun," kata Kabid Humas Polda Jabar Kombes Ibrahim Tompo di Mapolda Jabar, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, Jumat (20/5).

Ibrahim menuturkan, berdasarkan pengakuan pelaku, ada beberapa kejadian yang menyebabkan pelaku kesal terhadap korban. Namun, dia tak menjelaskan rinci apa saja perbuatan korban yang membuat kakak iparnya kesal hingga nekat membunuh.

"Memang ini hubungan personal antara korban dengan tersangka yang sering timbul masalah yang akhirnya terakumulasi dan membuat tersangka jengkel sehingga melakukan penganiayaan kepada korban," katanya.

Sementara itu, dari hasil penyelidikan sementara korban diketahui tewas akibat dianiaya oleh pelaku. "Sampai sekarang yang kita temukan masih penganiayaan yang mengakibatkan matinya seseorang," katanya.

Pembunuh Enang Kulsum Ditangkap Polisi

Wanita asal Sukabumi Eneng Kulsum (35) berhasil ditangkap polisi. Pelaku adalah R alias Aden (35).

Dalam pelariannya, Aden berkamuflase menggunakan wig dan peci untuk mengelabui polisi. Drama penyamaran pria sadis tersebut sia-sia.

"Selesai menusuk korban, tersangka langsung kabur. Dia menggunakan wig dan kopiah atau peci untuk menyamarkan diri selama masa pelarian. Pelaku sempat lari ke daerah Parungkuda dan bermalam di daerah Cibenda Karang Tengah," kata Kasat Reskrim Polres Sukabumi AKP I Putu Hasti Hermawan, Senin (16/5) pekan ini.

Keberadaan pelaku terlacak setelah tim gabungan Satreskrim Polres Sukabumi dan Unit Reskrim Polsek Cibadak mengantongi informasi dari seorang saksi.

"Kita dapat informasi keberadaan pelaku di sebuah gubuk. Tim langsung melakukan pengejaran dan berhasil menangkap pelaku. Saat itu posisinya sedang mengarah ke atas Gunung Walat (Kabupaten Sukabumi)," tutur Putu.

Karena melawan polisi, timah panas peluru polisi bersarang di betis kiri sang pembunuh tersebut.

"Saat personel kita melakukan penyisiran, dia terlihat bersiap untuk melarikan diri. Dia juga mengeluarkan pisau. Akhirnya kita lakukan tindakan tegas terukur," ujar Putu.

Sekadar diketahui, kasus pembunuhan menggegerkan warga Cibadak, Kabupaten Sukabumi. Seorang wanita tewas ditusuk pria di depan rumahnya, Jumat (14/5) malam, pukul 20.00 WIB. Korban bernama Eneng Kulsum.

Pria di Tasikmalaya Sebar Video Mesum Bareng Mantan Pacar

Pria asal Tasikmalaya yang memilki nama Yosep (20), ditangkap setelah menyebarkan video mesum dirinya dengan mantan kekasih di media sosial.

Aksi nekat Yosep didasari rasa sakit hati karena sang kekasih yang meminta mengakhiri hubungan asmara keduanya. Hal itu membuat Yosep kecewa dan nekat menyebarkan video mesum.

Tak hanya itu, Yosep juga mengaku marah dengan mantan kekasihnya yang sering mengunggah foto pria lain di aplikasi percakapan.

"Iya pak, sakit hati," kata Yosep di Mapolres Tasikmalaya, Kamis (19/5) pekan ini.

Yosep dan sang mantan kekasih sekaligus korban ternyata sudah bertunangan. Namun, meski belum diikat dalam pernikahan, keduanya sudah melakukan hubungan layaknya suami istri.

Yosep mengaku sudah lima kali menyetubuhi korban. Lokasi yang dijadikan tempat memadu kasih itu ada di dua tempat berbeda, rumah Yosep dan rumah sang mantan.

"Sudah lima kali berhubungan badan di rumah saya, juga di rumah tunangan saya saat menginap," ucapnya.

Mantan kekasih yang baru berusia 16 tahun itu pun memenuhi keinginan Yosep. Hal itu tak lain karena bujuk rayu pria yang berprofesi sebagai sopir truk itu.

Dalam salah satu kesempatan, Yosep secara sengaja merekam aksinya menyetubuhi korban. Hingga akhirnya video itu jadi 'senjata' Yosep untuk melawan sakit hatinya.

Soal aksinya senyap merekam video, Yosep mengaku sengaja melakukannya. Aksi itu dilakukan tanpa sepengetahuan sang mantan kekasih.

"Lalu sempat divideo dan disebarkan," jelas Yosep.

Kanit PPA Satreskrim Polres Tasikmalaya Aiptu Josner mengungkap alasan lain pelaku. Yosep kesal karena orang tuanya meminta hubungan cinta dengan korban diakhiri.

"(Karena) sering bertengkar, diminta putus sama bapak pelaku. Sontak pelaku marah dan nekat menyebarkan video hubungan intim dengan korban," jelas Josner.

Akibat aksi nekatnya menyebarkan video mesumnya, orang tua korban melaporkan Yosep ke polisi. Tak lama berselang, pelaku ditangkap dan kini mendekam di sel tahanan untuk mengikuti proses hukum.

Akibat perbuatannya, Yosef melanggar Pasal 81 UU RI No 35 tahun 2014 tentang Perlindungan anak dengan ancaman pidana penjara 15 tahun. Sementara kasus penyebaran konten fornograpinya masih didalami polisi.

"Ancaman hukumnya 15 tahun penjara melanggar undang undang perlindungan anak. Kalau soal konten pornograpinya kami masih terus mendalaminya," pungkasnya.

(wip/mso)