Mahasiswa Rekam-Jual Video Bugil Mahasiswi Berujung Bui dan DO

Round-Up

Mahasiswa Rekam-Jual Video Bugil Mahasiswi Berujung Bui dan DO

Tim detikcom - detikJabar
Minggu, 27 Feb 2022 08:09 WIB
Seorang mahasiswa inisial ARM (23) dari Universitas di Majalengka. Dalam kasus ini pelaku merekam dan menjual video-video teman mahasiswinya yang sedang mandi.
Mahasiswa perekam videi mandi 5 teman mahasiswinya (Foto: Erick Disy Darmawan/detikcom).
Bandung -

Seorang mahasiswa Kabupaten Majalengka berinisial ARM (23), harus berurusan denga polisi usai tersangkut kasus UU ITE berkaitan pornografi. Akibat perbuatan tidak terpujinya itu ARM dikeluarkan dari kamput tempatnya mengenyam pendidikan.

Kasus bermula saat pelaku melaksanakan kegiatan kerja nyata mahasiswa (KNM), di Desa Baribis, Kecamtan Cigasong, Kabupaten Majalengka. Saat kegiatan itu, dia dengan sengaja merekam 5 teman mahasiswinya yang sedang mandi.

Kapolres Majalengka Edwin Affandi mengungkapkan modus pelaku saat merekam teman mahasiswanya mandi menggunakan ponsel dengan cara menyembunyikannya di dalam kantong plastik berwarna hitam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Handphone pelaku disimpan di tempat sabun. Lalu handphone ini di kamuflase menggunakan plastik hitam. Sehingga tidak diketahui oleh korban yang sedang mandi," kata Edwin, kepada detikJabar, Senin (21/2/2022).

Aksi bejat pelaku tidak hanya berhenti sampai di situ. Usai merekam video mandi teman mahasiswinya, ARM kemudian menjual video tersebut ke salah satu situs video porno.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan hasil penyelidikan polisi, pelaku menjual satu video dengan harga Rp 200 ribu. "Video-video tersebut dengan sengaja dijual oleh pelaku dengan harga per videonya Rp 200 ribu," ujar Edwin.

Akibat perbuatannya itu, ARM kini harus mendekam di balik jerujui besi. Dia juga telah ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi.

Karena perbuatannya, pelaku dijerat dengan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara.

Sementara itu, pihak kampus telah melakukan droup out kepada mahasiswa bejat itu. Pihak kampus mengeluarkan pelaku usai ARM diketahui melakukan perbuatan tidak terpujinya itu.

"Sudah di DO langsung waktu ketahuan itu juga," kata dia, ujar salah satu perwakilan pihak kampus.

Soal pendampingan kepada korban, P3M dari kampus sudah menangani kasus tersebut. "Sudah ditangani oleh P3M," ujar dia.




(mso/ors)


Hide Ads