Soal Vonis Seumur Hidup Herry Wirawan, Jaksa Agung: Tuntutan Kita Hukuman Mati

Eric Disy Darmawan - detikJabar
Jumat, 25 Feb 2022 17:03 WIB
Jaksa Agung ST Burhanudin
Jaksa Agung ST Burhanudin (Foto: Erick Disy Darmawan/detikcom).
Majalengka -

Jaksa Agung ST Burhanuddin angkat bicara terkait vonis seumur hidup penjara yang dijatuhkan hakim kepada Herry Wirawan. Dia juga menyebut putusan restitusi dibebankan kepada negara dinilai kurang tepat.

"Restitusi itu dibebankan kepada negara. Itu kan tidak tepat. Harusnya dibebankan kepada terpidana. Ini makanya kami lakukan upaya (banding)," kata Burhanuddin kepada detikJabar, Jumat (25/2/2022).

Bahkan, kata dia, pihaknya sudah menginstruksikan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kejati Jabar) untuk mengajukan banding atas putusan Majelis Hakim PN Bandung yang dinilai kurang tepat.


Selain karena putusan restitusi yang kurang tepat, vonis hukum seumur hidup juga jadi pertimbangan dirinya sehingga meminta Kejati Jabar untuk mengajukan banding.

"Kita sudah perintahkan pada waktu Kejati lapor, banding. Itu yang pertama. Tuntutan kita adalah hukuman mati," ucap dia.

Saat disinggung ada yang beranggapan bahwa hukuman mati adalah tuntutan yang kejam. Dia mengemukakan bahwa hukuman mati adalah suatu yang tepat sesuai undang-undang yang berlaku untuk terdakwa Herry Wirawan.

"Undang-undangnya ganti dulu itu, hehe. Dan, mungkin kalau kita melihat kasus itu kan harus kasus per kasus, tidak asal saja, semua kasus mati," jelasnya.

"Dan ini memang sangat menyakitkan. Bayangin aja, Kejatinya turun tangan untuk melakukan persidangan. Artinya, ini betul-betul menarik perhatian. Bahkan Menteri PPPA (Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak) itu terus memantau dan datang. Pada waktu persidangan pun datang. Itu artinya betul-betul menarik," paparnya.



Simak Video "Hukuman Penjara Seumur Hidup untuk Herry Wirawan Pemerkosa 13 Santri"
[Gambas:Video 20detik]
(mso/bbn)