Wabup Indramayu Syaefudin Ditahan, Lucky Hakim Minta Maaf

Wabup Indramayu Syaefudin Ditahan, Lucky Hakim Minta Maaf

Rifat Alhamidi - detikJabar
Jumat, 23 Okt 2026 18:30 WIB
Wabup Indramayu (berkopiah hitam dan bermasker) saat ditahan Kejati Jabar.
Wabup Indramayu (berkopiah hitam dan bermasker) saat ditahan Kejati Jabar. (Foto: Rifat Alhamidi/detikJabar)
Indramayu -

Kejati Jawa Barat menahan Wakil Bupati Indramayu Syaefudin. Dia jadi tersangka dalam kasus korupsi tunjangan perumahan dan transportasi DPRD Indramayu 2022-2025, yang membuat negara merugi Rp 18,7 miliar.

Setelah Syaefudin ditahan, Bupati Indramayu Lucky Hakim pun buka suara. Ia meminta maaf karena kepada masyarakat Indramayu atas kasus yang terjadi terhadap wakilnya.

Dalam keterangan tertulisnya, Lucky Hakim ikut prihatin atas nasib yang menimpa rekan seperjuangannya itu. Ia mengaku menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan menyerahkan sepenuhnya perkara itu ke Kejati Jabar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sekarang saya harus sampaikan bahwa saya sangat prihatin terkait masalah ini. Selama ini saya memang sengaja tidak mau banyak berkomentar, karena bukan kapasitas saya untuk menanggapi kasus hukum Pak Wabub saat mula jadi tersangka. Saya menghormati proses hukum dan saya tidak mau memperkeruh keadaan," katanya, Jumat (23/10/2026).

ADVERTISEMENT

Lucky Hakim memastikan roda pemerintahan di Indramayu akan terus berjalan. Pelayanan kepada masyarakat akan tetap berlangsung dengan normal meski saat ini wakilnya sedang menghadapi polemik kasus korupsi.

"Setelah adanya penahanan, desakan publik semakin tinggi terkait roda pemerintahan. Saya sampaikan dengan jelas bahwa Insyaallah roda pemerintahan tetap berjalan dengan baik dan lancar, semua kedinasan fokus pada tugasnya masing-masing yang orientasi utamanya adalah optimalisasi pelayanan terhadap masyarakat," tegasnya.

"Pengalihan tugas kepada sekda dan kedinasan bisa kita lakukan dari yang seharusnya menjadi tugas wabub, jadi insyaAllah aman dan lancar tetap bisa berjalan walau beliau saat ini sedang dalam proses hukum," tambahnya.

Di momen itu, Lucky Hakim juga berharap publik tidak mencampuradukkan peristiwa masa lalu dengan posisinya saat ini sebagai Bupati Indramayu. Lucky Hakim pun meminta maaf kepada masyarakat di wilayahnya karena koleganya saat ini ditahan akibat kasus korupsi.

"Betul memang Ada pihak-pihak yang sengaja mengaitkan masalah ini dengan Bupati, entah maksudnya bupati siapa, apakah saya atau bupati yang sebelumnya, karena peristiwa kasus hukum ini terjadi di tahun yang mana saya bukan sebagai Bupati tapi sebagai wakil, tapi bagaimanapun itu, saya yakin pihak kejaksaan bekerja dengan sangat teliti dan penuh pertimbangan berdasarkan bukit-bukti yang ada dalam menetapkan status seseorang, dan perlu saya sampaikan bahwa yang namanya tersangka kan belum tentu bersalah, masih ada proses pendakwaan dan di pengadilan lah nanti akan diputuskan apakah bersalah atau tidaknya, jadi seorang tersangka punya hak membela diri di pengadilan dan bahkan bisa banding ke jenjang pengadilan yang lebih tinggi sampai berkekuatan hukum tetap," katanya.

"Saya minta maaf kepada para pemilih Lucky-Syaefudin di Pilkada Indramayu 2024 kemarin atas peristiwa hukum ini. Kehawatiran bahkan kecaman dari eks team sukses dan para loyalis banyak yang disampaikan lewat medsos saya. Insyaalah visi misi tetap akan kita jaga dan laksanakan dengan segala upaya maksimal, saya optimis bisa menyelesaikan amanah ini sampai akhir jabatan nanti dengan penuh tanggung jawab," pungkasnya.



(ral/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads