Pembuangan limbah cair yang diduga dari aktivitas dapur resto Mi Gacoan di Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Karanganyar, Kabupaten Indramayu, dikeluhkan masyarakat.
Selain menimbulkan bau menyengat di sekitar lokasi, aroma tak sedap tersebut juga dirasakan pengunjung kafe dan nasabah perbankan yang berjarak sekitar 50 hingga 100 meter dari restoran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keluhan itu disampaikan sejumlah warga pada Selasa (20/10/2026). Mereka menilai bau limbah semakin kuat ketika cuaca panas.
"Baunya menyengat banget, apalagi panas begini baunya semakin menyengat," ujar Badruzaman (29), kepada detikJabar.
Keluhan serupa juga dirasakan Enih (32), warga lainnya. Menurut Enih, bau yang timbul dari limbah tersebut menyebabkan kepalanya pusing.
"Karena cuacanya panas, bau enggak enak ini bikin kepala pusing," katanya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, saluran air di sepanjang sisi Jalan DI Panjaitan terlihat tidak mengalir. Air berwarna hitam disertai buih putih keabuan tampak memenuhi saluran tersebut. Kondisi itu ditemukan mulai dari kawasan SDN Karanganyar hingga di depan pedagang buah pada Pertelon Perahu.
Sementara itu, dari area resto Mi Gacoan, air buangan dari instalasi dapur terlihat terus mengalir menuju saluran air di tepi jalan tersebut.
Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Indramayu, Leila Indriyani, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima pengaduan masyarakat mengenai dugaan pencemaran akibat limbah restoran tersebut.
Menurut Leila, DLH Indramayu telah dua kali mengirimkan surat konfirmasi resmi kepada manajemen Mi Gacoan untuk menindaklanjuti keluhan yang disampaikan masyarakat. Namun, hingga saat ini, pihaknya belum memperoleh tanggapan atas kedua surat tersebut.
Leila menambahkan, pihaknya juga telah berupaya menghubungi manajemen restoran yang beralamat di Kota Malang. Sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat, DLH berencana menerjunkan tim dari bidang pencemaran untuk memeriksa kondisi di lokasi.
"Dinas LH Kabupaten Indramayu sudah berkirim surat dan besok akan turun tim dari bidang pencemaran untuk memantau kondisi lapangan," kata Leila.
Bidang yang dipimpinnya memiliki tugas pengawasan dan pembinaan terhadap pelaku usaha, termasuk hotel, restoran, dan kafe, terutama terkait pengelolaan limbah, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), sampah, serta perizinan lingkungan.
Terpisah, pihak manajemen resto Mi Gacoan Indramayu Habibie menyatakan akan terlebih dahulu mengonfirmasi persoalan itu kepada atasannya serta meminta penjelasan dari manajer restoran yang berada di Indramayu.
"Saya konfirmasi dulu kepada atasan saya terkait hal tersebut termasuk meminta penjelasan dari Manager Resto yang ada di Indramayu," ujarnya singkat.
Hingga berita ini disusun, tanggapan lebih lanjut dari manajemen resto Mi Gacoan mengenai keluhan limbah cair tersebut masih ditunggu. Dalam waktu dekat, DLH Kabupaten Indramayu dijadwalkan melakukan pemantauan lapangan untuk menindaklanjuti aduan masyarakat.
(sud/sud)
