TPA Gunung Santri Terbakar, Damkar Kerahkan Enam Armada

TPA Gunung Santri Terbakar, Damkar Kerahkan Enam Armada

Devteo Mahardika - detikJabar
Rabu, 07 Okt 2026 13:53 WIB
Tim Damkar Kabupaten Cirebon saat lakukan pemadaman kebakaran.
Tim Damkar Kabupaten Cirebon saat lakukan pemadaman kebakaran. (Foto: Istimewa)
Cirebon -

Kebakaran lahan di sekitar Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Gunung Santri, Kabupaten Cirebon, merembet hingga ke area timbunan sampah. Petugas pemadam kebakaran harus berjibaku selama berjam-jam untuk memastikan api tidak kembali muncul dari bagian bawah tumpukan sampah.

Kebakaran pertama kali dilaporkan pada Senin (5/10/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Api diduga berasal dari lahan di kawasan perbukitan yang berbatasan dengan wilayah Kedongdong, lalu menjalar mendekati kawasan TPA Gunung Santri hingga sebagian area timbunan sampah ikut terdampak.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Cirebon Dadang Suhendra mengatakan pihaknya langsung mengerahkan personel dan armada setelah menerima laporan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Semalam sudah kita tindak lanjuti. Kita meluncur dengan tiga regu dan tiga kendaraan damkar dari sektor Sumber, Palimanan, dan Weru," ujar Dadang.

ADVERTISEMENT

Pemadaman berlangsung hingga dini hari. Namun, sekitar pukul 02.00 WIB, petugas sempat menghentikan proses pemadaman untuk beristirahat. Selain kondisi fisik petugas, keterbatasan sumber air menjadi kendala utama.

Petugas kembali melanjutkan pemadaman sekitar pukul 07.00 WIB, Selasa (6/10/2026), setelah asap dan kobaran api masih terlihat di sejumlah titik. Kekuatan personel ditambah menjadi empat kendaraan pemadam dengan dukungan suplai air dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cirebon.

Dadang menjelaskan, penanganan kebakaran di area timbunan sampah berbeda dengan lahan biasa karena api di permukaan belum tentu menandakan kebakaran telah padam sepenuhnya.

"Kalau kebakaran sampah ini tidak bisa dipadamkan di atas apinya. Di bawahnya masih menyala. Di atas sudah mati, tetapi di bawahnya menyala," katanya.

Kondisi tersebut terbukti sekitar pukul 08.00 WIB, saat kepulan asap hitam kembali muncul dari area yang sebelumnya dianggap sudah padam. Petugas menduga masih terdapat material yang terbakar di bagian dalam timbunan, termasuk material seperti ban yang sulit dipadamkan secara menyeluruh.

Untuk mempercepat penanganan, Damkarmat menambah kekuatan hingga enam kendaraan pemadam dan enam regu petugas. Sejak malam hingga siang hari, lebih dari 10 tangki air telah digunakan untuk mendukung proses pemadaman.

Menurut Dadang, langkah krusial saat ini adalah mengurai timbunan sampah agar air dapat menjangkau titik api di bagian bawah.

"Hari ini mulai diurai, baru disiram untuk menghilangkan asap," ungkapnya, Rabu (7/9/2026).

Proses tersebut membutuhkan waktu karena medan di sekitar TPA berada di kawasan perbukitan dengan kontur terjal. Untuk membantu membuka akses, DLH mengerahkan ekskavator guna mengurai material sekaligus membuka jalur bagi petugas.

Dadang menyebut luas TPA Gunung Santri mencapai 4,7 hektare, namun area yang terdampak kebakaran diperkirakan hanya beberapa ratus meter persegi.

"Yang terbakar tidak sampai beberapa hektare. Karena kita sudah cepat dilokalisir, hanya sekitar beberapa ratus meter persegi," jelasnya.

Penanganan ini melibatkan kolaborasi antara Damkarmat, DLH Kabupaten Cirebon, Kodim 0620 Kabupaten Cirebon, serta pihak Indocement. Kepala DLH Kabupaten Cirebon, Dede Sudiono, membenarkan bahwa kebakaran lahan telah merembet ke sebagian area TPA.

"Dampak dari kebakaran sekitar lahan TPA ini ada sedikit merembet ke TPA. Tetapi alhamdulillah, sampai siang ini masih dalam penanganan teman-teman Damkar," kata Dede.

Selain fokus pada area TPA, petugas DLH juga membantu memadamkan lahan dan kebun milik masyarakat di sekitar lokasi untuk memutus jalur api. Petugas gabungan juga membuat sekat bakar dan terus melakukan penyiraman di area yang berpotensi menjadi jalur rambatan.

"Antisipasi yang kita lakukan saat ini berkolaborasi dengan Damkar, Indocement dan Kodim. Kita membuat sekat-sekat bakar dengan menyiram sekitar TPA," jelas Dede.

Hingga Selasa siang, petugas masih melakukan proses pemadaman dan pendinginan. Dede berharap penanganan dapat segera dituntaskan agar kebakaran tidak meluas dan tidak berdampak lebih besar terhadap kawasan TPA maupun permukiman warga.

"Insyaallah, mudah-mudahan ini cepat tertangani. Kita berdoa semua ini cepat tertangani," pungkasnya.

(sud/sud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads