105 Siswa di Indramayu Diduga Keracunan Makan Bergizi Gratis

105 Siswa di Indramayu Diduga Keracunan Makan Bergizi Gratis

Burhannudin - detikJabar
Selasa, 06 Okt 2026 15:41 WIB
ilustrasi keracunan
keracunan massal. (Foto: Dok.Detikcom)
Indramayu -

Sebanyak 105 siswa SMA Negeri 1 Tukdana, Kabupaten Indramayu diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Senin (5/10/2026).

Camat Tukdana Heka Sugoro membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan ratusan pelajar tersebut berasal dari kelas X, XI, hingga XII. Mereka mengalami sejumlah keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan yang diproduksi oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kerticala II.

"Laporan awal yang kami terima siang tadi terkait dugaan keracunan MBG dari dapur SPPG Kerticala II. Berdasarkan pendataan sementara, ada 105 siswa yang menjadi korban," kata Heka saat dikonfirmasi detikJabar, Selasa (6/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gejala yang dialami para siswa mulai dirasakan sekitar pukul 10.30 WIB. Sejumlah pelajar mengeluhkan pusing dan mual, bahkan beberapa di antaranya mengalami muntah setelah menyantap menu MBG.

ADVERTISEMENT

Pihak sekolah bersama pemerintah kecamatan kemudian melakukan penanganan awal dengan membawa para siswa ke Puskesmas Kerticala dan Puskesmas Tukdana untuk mendapatkan perawatan medis.

Sebagian siswa sempat diperbolehkan kembali ke rumah setelah menjalani pemeriksaan dan kondisinya membaik. Namun, mereka kembali mengalami keluhan kesehatan setelah tiba di rumah.

Heka mengatakan, siswa yang kembali mengalami gejala tersebut kemudian mendapat penanganan lanjutan dari petugas puskesmas.

"Informasi dari kepala puskesmas, ada siswa yang sudah mendapat pengobatan dan pulang, tetapi kemudian kembali merasa sakit. Mereka sekarang masih ditangani petugas puskesmas," ujarnya.

Dari total siswa yang diduga terdampak, dua orang di antaranya harus dirujuk ke RSUD Indramayu untuk memperoleh perawatan lebih lanjut.

Pemerintah Kecamatan Tukdana memastikan pendampingan terhadap para siswa terus dilakukan hingga kondisi mereka pulih. Selain penanganan medis, pihak terkait juga akan menelusuri penyebab munculnya dugaan keracunan tersebut.

Sementara itu, Perwakilan Mitra SPPG Kerticala II Hakim menyatakan pihaknya siap bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

Pada Selasa (6/10/2026), pihak SPPG juga memfasilitasi sejumlah instansi untuk melakukan pemeriksaan dan pendalaman, di antaranya Dinas Kesehatan, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), kepolisian, serta kejaksaan.

Rombongan dari sejumlah instansi tersebut turut melihat kondisi para siswa yang sebelumnya mengalami gangguan kesehatan.

"Insyaallah kami bertanggung jawab atas kejadian ini, termasuk biaya pengobatan para siswa," ujar Hakim.

(sud/sud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads