Video yang memperlihatkan aksi seorang pelajar membawa senjata tajam (sajam) jenis celurit berukuran besar beredar di media sosial. Dalam video tersebut, pelajar itu terlihat mengacungkan celurit saat berkendara di Jalan Raya Baribis-Cigasong, Kabupaten Majalengka.
Lokasi dalam video tersebut terpantau berada di sekitar kawasan dekat kantor Kecamatan Cigasong. Aksi tersebut membuat sejumlah pelajar lain yang berada di pinggir jalan berhamburan menyelamatkan diri.
Dalam rekaman yang beredar, pelajar yang membawa celurit terlihat mengendarai sepeda motor sambil memegang senjata tajam berukuran panjang. Ia kemudian menghampiri sejumlah pelajar lain yang berada di sekitar pinggir jalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelajar tersebut tampak mengacungkan celurit sambil meneriakkan kata-kata kasar dan provokasi. Sejumlah pelajar yang melihat aksi itu kemudian berlari menjauh.
Dalam rekaman lainnya, beberapa pelajar terlihat masuk ke sebuah toko untuk menyelamatkan diri. Rekaman CCTV dari dalam toko juga memperlihatkan sejumlah pelajar bergegas masuk setelah aksi tersebut terjadi.
Warga yang melihat kejadian itu, Asep Agus mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (30/9) sore, saat jam pulang sekolah. Menurutnya, pelaku awalnya datang dari arah Pasar Cigasong dengan mengendarai sepeda motor bersama rekannya.
"Kalau nggak salah mah kejadiannya dua hari kemarin. Awalnya saya lagi duduk di sini sambil ngerokok, main HP. Terus dari sebelah sana (arah pasar Cigasong) ada dua motor, Aerox sama Beat. Klakson-klakson sambil ngacung-ngacungin celurit," kata Asep kepada detikJabar, Jumat (2/10/2026).
Menurut Asep, pelaku sempat melintas kemudian berputar arah. Pelaku lalu menghampiri para pelajar yang sedang berada di sekitar lokasi.
"Yang satu turun, yang lagi nongkrong di sini pada diacungin sajam. Pada kabur ke belakang," ujarnya.
Asep menyebut, aksi tersebut tidak sampai menyebabkan korban luka. Namun, sebuah sepeda motor disebut menjadi sasaran perusakan.
"Enggak ada korban orang. Cuma motor aja yang jadi sasaran," terangnya.
Asep mengatakan, jok sepeda motor tersebut dibacok hingga rusak. Selain itu, pelaku juga mengambil sebuah helm sebelum kembali meninggalkan lokasi.
"Motor satu aja. Helm juga satu yang diambil," ucapnya.
Asep menyebut, pelaku kemudian melarikan diri ke arah Jatiwangi. Dia mengaku tidak mengenal pelaku maupun mengetahui identitas sekolahnya.
"Enggak tahu, enggak kenal," tuturnya.
Sementara itu, pedagang di sekitar lokasi, Agus Rudi, mengaku sempat melihat dua sepeda motor melintas. Namun, dia tidak mengetahui secara pasti aksi terhadap para pelajar yang terekam dalam video tersebut.
Agus mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar siang hari. Saat itu, dia sedang melayani pembeli sehingga tidak terlalu memperhatikan kejadian.
"Cuman lewat doang. Keadaan saya di sini juga lagi ngelayanin, lagi rame," kata Agus.
Dia mengaku hanya mendengar pengendara tersebut meneriakkan kata 'IPDN' saat melintas.
"Cuman teriak IPDN, IPDN gitu doang," ujarnya.
Agus mengaku tidak melihat langsung para pelajar yang disebut berlarian dalam video. Dia juga tidak mengetahui apakah aksi tersebut berkaitan dengan kelompok atau sekolah tertentu.
Sementara itu, video yang beredar menunjukkan pelaku masih mengenakan pakaian yang menunjukkan dirinya sebagai pelajar saat membawa
celurit di jalanan.
Jurnalis detikJabar telah mencoba menghubungi pihak kepolisian untuk meminta keterangan. Namun, hingga berita ini ditulis, belum ada respons.
(sud/sud)
