Menguak Sejarah Islam Pesisir Indramayu Lewat Temuan Nisan Kuno

Menguak Sejarah Islam Pesisir Indramayu Lewat Temuan Nisan Kuno

Burhannudin - detikJabar
Minggu, 27 Sep 2026 12:30 WIB
Temuan batu nisan tipe gada di Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu.
Temuan batu nisan tipe gada di Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu. (Foto: istimewa)
Indramayu -

Sebuah nisan kuno berbentuk gada ditemukan di Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu. Artefak ini menjadi temuan pertama dengan bentuk serupa yang tercatat secara resmi di wilayah tersebut.

Penemuan ini bermula dari laporan Pemerintah Desa Dadap kepada Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kabupaten Indramayu. Pihak desa berharap peninggalan sejarah ini segera diinventarisasi sebagai bagian dari identitas historis wilayah mereka.

Merespons laporan tersebut, Tim Arkeologi dan Sejarah TACB bersama Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Indramayu langsung melakukan identifikasi awal di lokasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pamong Budaya Bidang Cagar Budaya Kabupaten Indramayu, Suparto Agustinus, menekankan bahwa nisan ini memiliki karakteristik unik yang belum pernah dijumpai sebelumnya di Indramayu.

ADVERTISEMENT

"Temuan di Desa Dadap itu sangat menarik karena belum pernah ada sebelumnya di Indramayu," ujar Agustinus kepada detikJabar, Minggu (27/9/2026).

Langkah selanjutnya, temuan ini akan dikaji lebih mendalam untuk membedah asal-usul serta konteks sejarahnya.

Ketua TACB Kabupaten Indramayu, Dedy S Musashi, menyebutkan bahwa nisan tipe gada ini sebelumnya pernah menjadi objek penelitian arkeolog Nanang Saptono. Keberadaannya disinyalir kuat berkaitan dengan persebaran peradaban Islam di pesisir Indramayu.

Selain aspek religi, nisan ini memberikan petunjuk mengenai interaksi masyarakat pesisir Indramayu dengan dunia luar pada masa lampau. Hal ini terlihat dari penggunaan material batu andesit, padahal Indramayu bukan merupakan daerah penghasil batuan tersebut.

"Nisannya terbuat dari batu andesit. Kita tahu di Indramayu tidak ada sentra material bahan baku tersebut, sehingga harus didatangkan dari daerah lain," kata Dedy kepada detikJabar.

Secara arkeologis, nisan gada memiliki ciri fisik silindris dengan bagian kepala yang membesar dan membulat, menyerupai bentuk meriam terbalik. Model nisan seperti ini tersebar luas di berbagai situs pemakaman Islam kuno di Indonesia, mulai dari Sumatera, Kalimantan, hingga Sulawesi.

"Dalam sejumlah penelitian mengenai makam kuno, nisan berbentuk silindris dengan ujung membulat kerap diidentifikasi sebagai penanda makam tokoh laki-laki. Bentuk tersebut juga disebut memiliki kemungkinan keterkaitan dengan tradisi atau corak pra-Islam yang kemudian beradaptasi ketika Islam mulai berkembang di Nusantara," ungkap Dedy.

Bagi masyarakat Desa Dadap, artefak ini menjadi pintu masuk untuk menelusuri kembali narasi perjumpaan budaya dan jalur komunikasi perdagangan di masa lalu. Kajian lanjutan diharapkan mampu mengungkap tabir sejarah yang selama ini tersimpan di pesisir Indramayu.



(dir/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads