PPN Kejawanan Dikembangkan, Dedi Mulyadi Siap Benahi Akses Jalan

Ony Syahroni - detikJabar
Kamis, 17 Sep 2026 19:50 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, saat menghadiri proses peletakan batu pertama pengembangan PPN Kejawanan Cirebon (Foto: Ony Syahroni/detikJabar)
Cirebon -

Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyatakan siap mendukung pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Kejawanan Cirebon yang dilakukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Salah satu dukungan yang disiapkan yakni membenahi akses jalan menuju kawasan pelabuhan.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait kondisi jalan nasional menuju PPN Kejawanan. Sementara untuk jalan provinsi yang berada di kawasan tersebut, Pemprov Jabar akan melakukan pembenahan.

"Saya sudah WA ke kepala PU, nanti ke PU pusatnya saya minta jalan nasional-nya untuk segera diperhalus, jalan provinsi saya rapikan," kata Dedi saat menghadiri peletakan batu pertama pengembangan PPN Kejawanan Cirebon, Kamis (17/9/2026).

Dedi juga akan menyiapkan penataan trotoar di sepanjang akses menuju kawasan pelabuhan. Penataan trotoar itu direncanakan mulai dari Gerbang Tol Ciperna hingga depan kawasan pelabuhan.

"Tahun depan itu nanti akan tertata trotoar dari mulai Gerbang Tol Ciperna sampai depan," ujarnya.

Menurut Dedi, pembenahan akses jalan penting dilakukan bersamaan dengan pengembangan kawasan pelabuhan. Apalagi, kawasan kelautan menurutnya tidak hanya berkaitan dengan perikanan, tetapi juga pariwisata.

"Kelautan itu bukan hanya urusan perikanan, tapi ini urusan kepariwisataan," katanya.

Dedi menyebut penataan kawasan juga harus didukung sejumlah fasilitas lain. Seperti trotoar yang rapi, penerangan jalan yang terang hingga CCTV yang terkoneksi.

Menurutnya, dukungan Pemprov Jabar tak berhenti di persoalan jalan. Dedi juga meminta bangunan liar di sekitar sungai dari arah Gerbang Tol Ciperna menuju PPN Kejawanan ditertibkan.

Dedi mengaku sudah menghubungi Satpol PP terkait penertiban tersebut. Dia meminta kawasan itu mulai dibersihkan pada pekan depan.

"Saya sudah telepon Satpol PP barusan, mulai minggu depan, dari Gerbang Tol Ciperna sampai sini harus bersih," kata Dedi.

Dedi mengatakan keberadaan bangunan liar di atas sungai berpotensi berkaitan dengan persoalan pencemaran laut. Dia mencontohkan kemungkinan adanya limbah dan sampah yang dibuang ke sungai kemudian terbawa hingga ke laut.

"Karena bangunan liar di atas sungai berdampak bagi laut. Dia buang limbah ke situ, buang plastik begitu, buang semuanya ke situ. Itu harus bersih," ujarnya.

Dedi juga menyambut rencana Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memindahkan Balai Besar Penangkapan Ikan ke kawasan PPN Kejawanan. Menurutnya, rencana tersebut menjadi kehormatan bagi Jawa Barat.

"Saya malu sebagai gubernur, hari ini dibangunkannya sebuah tempat, bahkan akan memindahkan balai besarnya ke sini, sebuah kehormatan," kata Dedi.

Pengembangan PPN Kejawanan

Sekadar diketahui, pengembangan PPN Kejawanan dilakukan oleh KKP dan ditargetkan rampung dalam waktu sekitar dua tahun. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan pelabuhan tersebut nantinya diarahkan menjadi kawasan perikanan yang lebih modern dan bersih.

"Mimpinya adalah sebuah pelabuhan perikanan yang modern, yang bagus, yang bersih, tidak berbau, betul-betul terkombinasi dengan sektor wisata," kata Trenggono.

Dirjen Perikanan Tangkap KKP, Lotharia Latif mengatakan pengembangan PPN Kejawanan ditujukan untuk memperkuat infrastruktur pelabuhan. Pelabuhan tersebut disiapkan sebagai pusat bisnis hasil tangkapan ikan dan ekspor produk perikanan.

"Tujuan pembangunan ini adalah menyiapkan pelabuhan perikanan sebagai pusat bisnis hasil tangkapan ikan dan ekspor produk perikanan dengan layanan one-stop service dan one-stop solution bagi nelayan dan pengusaha perikanan lokal yang produknya memiliki daya saing tingkat internasional," kata Lotharia.

Pekerjaan pembangunan ditargetkan berlangsung sekitar 24 bulan. Di sisi lain, KKP juga akan memindahkan Balai Besar Penangkapan Ikan dari Semarang ke kompleks PPN Kejawanan Cirebon.

"Dalam pembangunan di Pelabuhan Kejawanan ini, KKP juga memindahkan kantor Balai Besar Penangkapan Ikan yang sebelumnya di Semarang, nanti ada di kompleks ini," kata Lotharia

"Karena yang di Semarang kondisinya sudah tidak memenuhi syarat, kemudian terjadi rob. Sehingga Balai Besar Penangkapan Ikan nantinya akan ada di Cirebon," kata Lotharia menambahkan.




(yum/yum)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork