Asam dan Segar Minuman Anggur Brasil Racikan Warga Majalengka

Asam dan Segar Minuman Anggur Brasil Racikan Warga Majalengka

Erick Disy Darmawan - detikJabar
Minggu, 13 Sep 2026 10:00 WIB
Minuman anggur Brasil ala warga Majalengka
Minuman anggur Brasil ala warga Majalengka (Foto: Erick Disy Darmawan/detikJabar)
Majalengka -

Sekilas, minuman berwarna merah pekat dalam botol ini tampak seperti wine. Namun, jangan salah sangka. Minuman racikan warga Majalengka ini sama sekali tidak mengandung alkohol.

Namanya Alami ABG, singkatan dari Alami Anggur Brasil Gentar. Minuman tersebut dibuat dari buah Anggur Brasil hasil budidaya di Agrowisata Anggur Brazil Gentar, Desa Teja, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka.

Saat diteguk, rasa asam dan segar langsung terasa. Setelahnya muncul sensasi sepet yang menjadi karakter dari olahan buah Anggur Brasil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemilik Kebun Anggur Brazil Majalengka, Deden Purbaya mengatakan, tidak ada proses fermentasi dalam pembuatannya. Tidak ada alkohol maupun bahan tambahan lain yang dicampurkan.

ADVERTISEMENT

"Ini cuma hasil rebusan tadi kemudian disimpan di kulkas. Jadi enggak ada campuran apa pun," kata Deden saat berbincang dengan detikJabar, Sabtu (12/9/2026).

Proses pembuatannya pun cukup sederhana. Buah Anggur Brasil bersama kulit dan dagingnya direbus menggunakan air hingga mendidih.

Untuk sekali produksi, Deden menggunakan sekitar 5 kilogram buah anggur dengan campuran 3 liter air. Setelah direbus, air hasil olahan tersebut kemudian diambil sekitar 2 liter.

"Misalkan anggurnya 5 kilo, airnya 3 liter. Direbus sampai mendidih. Nanti airnya diambil 2 liter," ujarnya.

Air rebusan kemudian didinginkan sebelum dimasukkan ke dalam botol dan disimpan di dalam kulkas. Dari proses tersebut, lahirlah minuman yang oleh Deden diperkenalkan sebagai Alami ABG.

Meski tampilannya mengingatkan pada wine, minuman ini tidak melalui proses fermentasi alkohol. Karena itu, sensasi yang ditonjolkan justru berasal dari karakter alami buah Anggur Brasil.

Saat ini Alami ABG belum dipasarkan secara luas. Minuman tersebut lebih banyak menjadi sajian untuk pengunjung yang datang ke Kebun Anggur Brazil dan penasaran mencicipinya.

Satu sloki berukuran 30 mililiter dijual Rp15 ribu. Sedangkan untuk kemasan satu liter dibanderol Rp450 ribu.

"Kalau dipasarkan secara luas belum ya. Paling untuk pengunjung yang datang ke sini aja, yang penasaran mencicipi Alami ABG ini," ucapnya.

"Satu sloki ukuran 30 mililiter dijual Rp15 ribu. Untuk satu liternya dijual Rp450 ribu," sambungnya.

Deden mengatakan, Alami ABG masih dalam tahap pengembangan. Produk tersebut juga belum menjalani uji laboratorium sehingga belum dipasarkan secara luas.

"Kalau ini belum dicek lab. Makanya belum kami pasarkan. Tapi untuk uji lab saya udah komunikasi dengan dinas, dan mau kerjasama juga dengan kampus," katanya.

Tak Hanya Dibuat 'Wine'

Eksperimen mengolah Anggur Brasil tidak berhenti pada Alami ABG. Deden juga memanfaatkan sisa buah setelah proses pembuatan minuman untuk dijadikan produk lain.

Sisa air, kulit, dan daging buah anggur kemudian diblender dan dicampur gula putih. Hasilnya diolah menjadi selai anggur.

Minuman anggur Brasil ala warga MajalengkaMinuman anggur Brasil ala warga Majalengka Foto: Erick Disy Darmawan/detikJabar

Selai tersebut kemudian bisa dikembangkan menjadi jus. Ada pula inovasi lain yang baru dicoba, yakni wajit berbahan selai anggur yang dicampur dengan kelapa parut.

"Karena ketika buahnya banyak melimpah, kita mikir ini mau diapain. Makanya saya coba olah jadi produk," kata Deden.

Dari berbagai olahan tersebut, selai menjadi produk yang paling siap dipasarkan. Selai anggur kemasan 250 mililiter dijual Rp50 ribu.

Produk tersebut telah mengantongi P-IRT dan label halal. Selai juga menjadi salah satu produk yang dibawa ketika Kebun Anggur Brazil mengikuti kegiatan pameran.

Sementara wajit anggur yang masih tergolong baru dijual Rp20 ribu per cup berisi 15 buah. Adapun jus anggur dibanderol Rp15 ribu.

Untuk pemasaran, Deden mengakui produk olahan Anggur Brasil tersebut belum memiliki pasar yang luas. Penjualan secara online saat ini lebih banyak diarahkan untuk produk selai.

"Kalau dijual secara online lebih ke selai. Kalau wajit juga karena memang baru-baru ini," ujarnya.

Beragam olahan tersebut menjadi cara Deden memanfaatkan hasil panen ketika buah Anggur Brasil melimpah. Selain dijual dalam bentuk buah segar, anggur diolah menjadi minuman hingga makanan dengan bentuk dan nilai jual berbeda.

Ke depan, Deden juga berencana mengembangkan olahan lainnya. Salah satunya mengeringkan buah Anggur Brasil hingga menyerupai kismis.

Ia bahkan sempat mencoba mengolahnya lebih lanjut menjadi bubuk seperti kopi. Namun, percobaan tersebut belum berhasil karena tingkat kekeringan buah belum sesuai untuk diproses menggunakan alat yang tersedia.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Bangun Generasi Tangguh, BNN Gelar Kuliah Umum di Universitas Majalengka"
[Gambas:Video 20detik] (dir/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads