Sejumlah peristiwa terjadi di wilayah Cirebon Raya (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan) dalam sepekan terakhir. Mulai dari kedatangan ratusan becak listrik Prabowo di Majalengka hingga kemunculan ikan jumbo di Indramayu.
Berikut rangkuman berita Cirebon Raya pekan ini
Cegah Karhutla, TNGC Tutup Total Pendakian Gunung Ciremai
Untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) menutup seluruh jalur pendakian ke puncak gunung tertinggi di Jawa Barat tersebut. Penutupan ini tertuang dalam surat pengumuman nomor PG.20/T.33/TU/KSA.02.02/B/08/2026 tentang Penutupan Sementara Aktivitas Wisata Alam Pendakian Gunung Ciremai Dalam Rangka Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan Selama Musim Kemarau Tahun 2026.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam surat yang ditandatangani pada 31 Agustus 2026 tersebut, disebutkan bahwa penutupan pendakian dimulai sejak 6 September 2026 sampai kondisi risiko kebakaran hutan dinyatakan aman. Meski pendakian baru ditutup total pada tanggal 6, layanan booking online sudah dihentikan sejak 1 September 2026.
Koordinator Urusan Data, Evaluasi, Pelaporan, dan Kehumasan TNGC, Eska Nata Suryana memaparkan, meski pendaftaran pendakian sudah ditutup sejak 1 September, bagi calon pendaki yang sudah terlanjur memesan sebelum tanggal tersebut dengan jadwal pendakian hingga 5 September, pihak pengelola masih memberikan toleransi dengan pengawasan ketat.
Sementara itu, mengenai batas waktu pembukaan kembali jalur pendakian, pihaknya belum dapat memberikan kepastian karena harus memantau perkembangan situasi di lapangan.
"Jadi dari orang yang sudah terlanjur booking sampai sebelum tanggal 1 untuk pelaksanaan sebelum tanggal 6, itu masih diperbolehkan dengan pengawasan petugas. Adapun yang telah melakukan booking sebelum tanggal 6, nah nanti bisa menghubungi admin untuk pengaturan reschedule atau penyesuaian tanggal untuk pengganti booking online-nya. Untuk membuka kembali, tentu ada beberapa tahapan yang harus kita lakukan, mengikuti perkembangan dan kebijakan yang ada," tutur Eska, Selasa (1/9/2026).
Eska memaparkan bahwa penutupan tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Dirjen KSDAE tanggal 31 Agustus 2026 dan Surat Edaran Gubernur Jawa Barat nomor 116. Tujuannya untuk menghindari potensi risiko terjadinya kebakaran hutan atau lahan serta menjaga ekosistem kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai.
"Untuk meminimalisir risiko terjadinya kebakaran hutan akibat dampak musim kemarau, serta menjaga keutuhan ekosistem dan keselamatan pengunjung. Ada SE Dirjen KSDAE, yang secara jelas menyebutkan beberapa Taman Nasional, termasuk TNGC, itu harus ditutup jalur pendakiannya. Di SE Dirjen itu harus disebut per tanggal 1 September. Ditambah juga ada Surat Edaran Gubernur Jawa Barat Nomor 116 tanggal 30 Agustus juga demikian. Nah, makanya dari dua dasar itu, Pak Kepala Balai menerbitkan surat pengumuman," tutur Eska.
300 Becak Listrik Prabowo Tiba di Majalengka
Sebanyak 300 unit becak listrik bantuan Presiden Prabowo Subianto untuk Kabupaten Majalengka telah tiba. Ratusan unit kendaraan roda tiga bertenaga baterai tersebut kini terparkir di Sentra Industri Kecil dan Menengah (SIKIM) Majalengka, Jalan Lingkar Utara, Cikasarung.
Bupati Majalengka Eman Suherman menyatakan, bantuan tersebut dikhususkan bagi para pengayuh becak tradisional yang memenuhi kriteria tertentu. Faktor utama yang menjadi pertimbangan adalah usia dan kondisi ekonomi calon penerima.
"Iya, jadi becak listrik di Majalengka, kita alhamdulillah mendapatkan 300 unit. Kemudian syarat-syarat penerimanya, mereka yang sudah berumur 55 sampai 60 tahun ke atas. Desilnya 1 sampai 5," kata Eman kepada detikJabar, Selasa (1/9/2026).
Eman menjelaskan, data desil atau tingkat kesejahteraan rumah tangga menjadi acuan penting dalam menentukan penerima bantuan. Menurutnya, bantuan ini harus jatuh ke tangan masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
"Iya, dihitung desil. Itu harus betul-betul orang yang membutuhkan," ujarnya.
Kehadiran becak listrik ini, lanjut Eman, ditujukan untuk meringankan beban fisik para pengayuh becak yang selama ini mengandalkan tenaga manual pada becak konvensional.
"Tujuannya untuk membantu pengayuh becak yang selama ini pakai tradisional diubah menjadi modern. Kemudian dalam mengayuh becak kan tidak terlalu berat karena dibantu dengan listrik," jelasnya.
Sebelum unit didistribusikan, para penerima nantinya akan mendapatkan pelatihan khusus. Hal ini diperlukan karena becak listrik memiliki sistem elektronik yang harus dipahami dengan baik oleh penggunanya.
Eman menambahkan, Yayasan GSN selaku lembaga yang menyalurkan bantuan dijadwalkan bertemu dengannya untuk membahas teknis dan mekanisme penyaluran di lapangan.
"Ada pelatihan dulu. Itu kan elektronik, ya. Jadi nanti siang ada tamunya dari Yayasan GSN-nya. Itu kan disalurkan oleh Yayasan GSN," ucapnya.
Pedagang Cilung di Cirebon Ditangkap Usai Cabuli 2 Siswi SD
Jam istirahat sekolah biasanya menjadi waktu bagi para siswa untuk membeli jajanan. Namun, momen itu justru menjadi pengalaman yang tidak mengenakkan bagi seorang siswi SD di Kota Cirebon.
Saat hendak membeli cilung (aci digulung) di sekitar sekolahnya pada Rabu (2/9/2026) pagi, siswi tersebut diduga menjadi korban pencabulan oleh pedagang cilung. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.00 WIB saat jam istirahat.
Korban awalnya menunggu pedagang cilung selesai melayani pembeli lain. Namun, setelah itu pedagang tersebut justru mendekati korban dan diduga menyentuh tubuh korban.
Kasat Reskrim Polres Cirebon Kota AKP M Fadlillah mengatakan, bagian yang diduga disentuh oleh pelaku adalah area sensitif tubuh korban.
"Singkat ceritanya yaitu korban awalnya pada saat jam istirahat sekolah pukul 09.00 WIB, si korban hendak membeli cilung kepada seorang pedagang yang ada di sekitaran sekolahnya. Pada saat korban menunggu, pedagang tersebut selesai melayani pembelian lainnya, terduga pelaku kemudian mendekati korban dan melakukan perbuatan tidak senonoh terhadap tubuh si korban," kata Fadlillah, Rabu (2/9/2026).
Usai kejadian itu, kata Fadlillah, korban kembali ke kelas. Dia bahkan tidak jadi membeli jajanan tersebut dan memilih menceritakan kejadian yang dialaminya kepada guru.
Polisi kemudian turun tangan dan melakukan penyelidikan terkait dugaan kasus tersebut. Dari hasil pendalaman, polisi menemukan adanya korban lain yang diduga mengalami kejadian serupa.
"Ternyata setelah dicek dan diselidiki kembali, korban dari pedagang cilung ini ada sebanyak dua orang. Satu korban yang hari ini dan ternyata 2 tahun sebelumnya juga ada yang mengalami hal seperti itu," ujar Fadlillah.
Menurut Fadlillah, kedua korban merupakan anak perempuan yang masih bersekolah di sekolah yang sama. Polisi masih mendalami kemungkinan adanya korban lain.
Sementara itu, pedagang cilung berinisial S (60) telah ditetapkan sebagai tersangka. Polisi juga menyita sejumlah barang bukti, termasuk pakaian milik korban yang digunakan saat kejadian.
Atas perbuatannya, S kini telah mendekam di sel tahanan. Dalam kasus ini, ia terancam hukuman sembilan tahun penjara.
"Untuk pasal yang kami terapkan yaitu Pasal 415 dan Pasal 417, di mana setiap orang yang melakukan perbuatan cabul dengan seseorang yang diketahui atau patut diduga anak, hukuman penjaranya yaitu 9 tahun," kata Fadlillah.
Aksi Penjual Siomai Curi Pakaian Dalam Wanita di Majalengka Terekam CCTV
Aksi seorang pria yang diduga mencuri pakaian dalam wanita di Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, terekam kamera CCTV. Pria tersebut diketahui sehari-hari berjualan siomai bersama ayahnya.
Warga setempat, Unang Nurdiana mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Senin (31/8) siang. Dalam rekaman CCTV, pria tersebut terlihat menggunakan celana pendek dan mengendarai sepeda motor Yamaha NMAX.
"Pas dilihat CCTV sudah lama sih, sekitar jam dua (siang), atau setengah dua apa jam duaan. Pakai celana pendek, pakai motor NMAX. Kelihatan di CCTV," kata Unang kepada detikJabar, Kamis (3/9/2026).
Rekaman CCTV tersebut viral di media sosial Facebook. Unang yang melihat rekaman itu mengaku mengenali sosok pria tersebut sebagai penjual siomai.
"Pas dilihat CCTV, dimasukin ke Facebook. Langsung pas saya kenal orangnya, 'Ini penjual somay'," ujarnya.
Menurut Unang, pria tersebut diketahui tinggal mengontrak di Dusun Pasantren, Desa Beusi, Kecamatan Ligung. Sementara lokasi dugaan pencurian berada di sebuah kos-kosan di Desa Gandawesi, tepatnya di Blok Senen.
Sehari-hari, pria tersebut berjualan siomai bersama ayahnya dengan cara berkeliling. Namun, menurut Unang, pria itu lebih sering mangkal di sekitar depan salah satu minimarket di Desa Gandawesi.
Setelah mengenali pria dalam rekaman CCTV, Unang kemudian berupaya menemui yang bersangkutan. Saat itu, dia kebetulan melihat pria tersebut melintas menggunakan sepeda motor.
"Saya mau ke kontrakannya, dia kebetulan lewat bawa motor. Saya berhentiin, langsung bawa ke desa," jelasnya.
Pria tersebut kemudian dibawa ke pihak desa untuk dimintai keterangan. Dari hasil pengecekan warga, pakaian yang diduga dicuri terdiri dari sekitar sembilan celana dalam wanita dan sejumlah daster.
Pakaian tersebut, kata Unang, diduga diambil dari sejumlah lokasi berbeda. "Beda-beda (lokasinya). Enggak sekali, seringlah," ucapnya.
Saat dimintai keterangan di desa, pria tersebut disebut menyampaikan sejumlah alasan terkait perbuatannya. Namun, Unang mengaku tidak mengetahui secara pasti alasan yang sebenarnya.
"Pas diminta keterangan di desa orangnya kaku. Udah (ngakunya) buat pesugihan, udah buat apa, terus yang terakhir buat apa istilahnya itu seksual lah," tuturnya.
Kemarau Singkap Misteri Ikan Jumbo di Indramayu
Dua ekor ikan berukuran jumbo menghebohkan warga Desa Tamansari, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, Jumat (4/9/2026). Kemunculan ikan berukuran tak lazim itu terjadi di sebuah kolam yang berada tepat di belakang SDN 1 Tamansari.
Ikan tersebut muncul ke tepian saat kondisi air kolam mulai menyusut akibat musim kemarau. Ukurannya yang jauh lebih besar dibandingkan ikan yang biasa ditemukan di kolam itu membuat warga penasaran hingga akhirnya beramai-ramai mencoba menangkapnya.
Jenis ikan itu belum dapat dipastikan. Namun, dari bentuk tubuh dan sejumlah cirinya, ikan tersebut disebut-sebut menyerupai kakap putih.
Peristiwa ini kemudian ramai setelah seorang pemuda setempat bernama Yoga mengabadikan proses penangkapan ikan tersebut dan membagikannya melalui akun Instagram miliknya.
Yoga mengatakan, kejadian itu berlangsung sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu, ia sedang berolahraga pagi di sekitar kolam dan melihat sejumlah warga telah berkumpul.
Rasa penasaran membuat Yoga ikut turun ke kolam untuk menangkap ikan tersebut. Ia sempat mencoba mengangkatnya menggunakan tangan kosong, tetapi ikan itu terlalu berat dan licin sehingga kembali terlepas.
"Berat ngambilnya jadi enggak keangkat. Jadinya sama warga pakai seser (serokan ikan), terus dapat deh. Waktu saya pakai tangan gak bisa, berat," ujar Yoga.
Warga akhirnya menggunakan serokan untuk menangkap ikan tersebut. Setelah satu ekor berhasil diamankan, tak lama kemudian seekor ikan besar lainnya kembali muncul di tepian kolam.
"Total ada dua yang ketangkap, tapi kayanya, sih, masih ada lagi ikan besar di sana," kata Yoga.
Kolam di belakang SDN 1 Tamansari itu merupakan kolam umum yang biasa dimanfaatkan warga untuk memancing. Selama ini, warga lebih sering menemukan ikan berukuran kecil yang hidup di kolam tersebut.
Kemunculan dua ikan jumbo itu pun menimbulkan pertanyaan. Yoga menduga ikan tersebut sebenarnya sudah lama hidup di kolam, tetapi keberadaannya jarang terlihat karena kondisi air sebelumnya masih cukup dalam.
Menurutnya, warga pernah memasukkan ikan berukuran kecil ke kolam tersebut. Seiring waktu, ikan-ikan itu diduga terus tumbuh hingga akhirnya mencapai ukuran besar.
"Nah, mungkin sekarang itu sudah pada gede, terus pas air kolam surut ikannya muncul ke atas ke pinggir kolam," tuturnya.
Bobot kedua ikan itu belum ditimbang. Namun, Yoga memperkirakan masing-masing ikan memiliki berat hingga sekitar 10 kilogram. "Sampai 10 kilogram mungkin ada, ya, soalnya saya pegang juga berat," ungkapnya.
(bba/sud)
