Embung Wanakaya Cirebon Mengering, Pemandangan Hijau Jadi Daya Tarik

Embung Wanakaya Cirebon Mengering, Pemandangan Hijau Jadi Daya Tarik

Ony Syahroni - detikJabar
Sabtu, 29 Agu 2026 17:00 WIB
Embung Wanakaya di Kabupaten Cirebon mengering dan banyak dikunjungi warga saat sore hari.
Embung Wanakaya di Kabupaten Cirebon mengering dan banyak dikunjungi warga saat sore hari. (Foto: Ony Syahroni/detikJabar)
Cirebon -

Di tengah musim kemarau, Embung Wanakaya di Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon mengering. Kondisi itu membuat wajah embung berubah dan justru menarik perhatian warga untuk datang ke lokasi.

Embung yang biasanya dipenuhi air kini berubah menjadi hamparan rerumputan hijau. Rumput tumbuh merata di dasar embung yang kini telah mengering.

Menjelang sore, cahaya matahari terlihat berwarna keemasan. Pantulan warna itu membuat pemandangan di sekitar embung tampak semakin menarik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Warga pun berdatangan. Ada yang membawa keluarga, ada pula yang datang bersama teman. Mereka bermain di atas rumput, berlarian hingga mengabadikan suasana dengan kamera ponsel.

ADVERTISEMENT

Salah satu warga yang datang adalah Tri. Dia terlihat mengajak anaknya duduk-duduk santai di sekitar embung yang kini tampak menghijau karena ditumbuhi rumput.

Tri mengaku sudah cukup sering datang ke Embung Wanakaya. Biasanya, dia datang ketika embung masih terisi air.

"Kalau ke sini sih sudah sering. Kalau pas ada airnya juga sering ke sini sama anak-anak, jalan-jalan," kata warga Desa Kroya, Kecamatan Panguragan, Kabupaten Cirebon itu saat ditemui di lokasi, baru-baru ini.

Menurut Tri, kondisi embung yang kini mulai mengering sudah terjadi beberapa pekan terakhir. Kondisi serupa juga pernah terjadi pada musim kemarau tahun sebelumnya.

"Iya, kalau kemarau kering. Tahun kemarin juga begini, kering," ujarnya.

Menurutnya, perbedaan paling terlihat adalah jumlah warga yang datang. Saat embung masih terisi air, hanya beberapa warga yang nongkrong di lokasi tersebut.

"Sekarang lebih banyak, rame. Kalau lagi ada airnya paling ada beberapa yang nongkrong di sini," tutur Tri.

Saat embung mengering, kondisi itu justru menarik perhatian warga. Rumput yang tumbuh di dasar embung membuat suasananya terlihat berbeda.

"Kalau kemarau setiap sore itu emang rame," kata Tri.

Hari itu, Tri datang bersama anaknya. Keduanya menghabiskan waktu di sekitar embung yang kini menghijau setelah ditumbuhi rerumputan.

Sementara itu, salah seorang warga Desa Wanakaya mengatakan Embung Wanakaya sudah mengering lebih dari dua pekan. Kondisi tersebut terjadi setelah memasuki musim kemarau.

"Iya, dua minggu lebih (mengering)," kata pria itu saat ditemui di sekitar embung.

Dia mengatakan, rumput yang tumbuh di dasar embung itu terjadi setelah permukaan embung mengering. "Kalau kering begini rumputnya tumbuh," ujarnya.

Menurutnya, kondisi embung saat terisi air juga kerap dikunjungi oleh warga yang datang untuk memancing di lokasi tersebut. "Kalau lagi ada airnya sih malah banyak yang mancing," katanya.

Sedangkan ketika embung mengering, pengunjung yang datang lebih banyak ibu-ibu dan anak-anak. Mereka memanfaatkan area dasar embung yang ditumbuhi rumput untuk bermain dan bersantai.

"Kalau kering banyak ibu-ibu, anak-anak. Kalau lagi banyak airnya, orang yang mancing kebanyakan," tuturnya.

Warga tersebut mengaku sudah hafal dengan kondisi embung yang berganti antara terisi air dan kering. Menurutnya, perubahan itu mengikuti musim. Saat hujan turun, embung kembali terisi air. "Kalau musim hujan ya ada airnya lagi," kata dia.

(sud/sud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads