Gunung Karang di Blok Pancurendang Tonggoh, Kelurahan Babakan Jawa, Kecamatan Majalengka, kembali dibuka untuk masyarakat. Destinasi wisata yang sempat terbengkalai itu kini resmi direaktivasi.
Camat Majalengka Aay Kandar Nurdiansyah menyampaikan, tiket masuk Gunung Karang saat ini masih digratiskan. Kebijakan tersebut diambil sebagai bagian dari upaya promosi agar masyarakat kembali mengenal dan mengunjungi destinasi wisata tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk ticketing saat ini kita bebaskan dulu untuk promosi kepada masyarakat, sehingga kami berharap dengan tidak dipungut biaya atau tiket ini, masyarakat bisa datang berbondong-bondong untuk menikmati kembali destinasi objek wisata di Gunung Karang," kata Aay kepada detikJabar, Sabtu (22/8/2026).
Menurutnya, tiket masuk kemungkinan mulai diberlakukan menjelang libur akhir tahun. Pemerintah Kecamatan Majalengka juga tengah menyiapkan konsep tiket terintegrasi dengan sejumlah destinasi wisata lain di kawasan tersebut.
"(Penarikan tiket) mungkin akan kita rencanakan di akhir tahun, menjelang libur akhir tahun bagi anak sekolah," ujarnya.
Aay mengatakan, konsep tersebut memungkinkan wisatawan cukup membayar satu tiket untuk menikmati sejumlah destinasi, di antaranya Curug Cimeong, wahana rappelling, Gunung Balai, hingga Puncak Karang Bentang.
"Jadi masyarakat hanya membayar satu kali tiket untuk beberapa destinasi yang ada di sini," katanya.
Untuk mendukung kunjungan wisatawan, sejumlah fasilitas di Gunung Karang telah disiapkan, di antaranya gazebo dan fasilitas MCK. Ke depan, kawasan tersebut juga akan dikembangkan dengan sejumlah aktivitas wisata seperti panjat tebing dan susur bulakan.
"Di sini kita sudah membangun gazebo, fasilitas MCK, kemudian diharapkan juga nanti di sini bisa dikembangkan untuk olahraga panjat tebing, kemudian susur bulakan yang ada di sini," jelas Aay.
Sementara untuk sistem tiket, pemerintah kecamatan berencana menempatkan pos tiket di kawasan Batu Pantun.
"Kita rencanakan di Batu Pantun nanti. Di kafe Batu Pantun itu nanti kita pos untuk ticketing," ungkapnya.
Selain Gunung Karang, sejumlah destinasi di kawasan sekitar juga akan diintegrasikan. Aay menyebut, Karang Bentang saat ini telah memiliki fasilitas MCK dan lahan untuk berkemah.
Sedangkan Gunung Balai masih dalam tahap persiapan dan diharapkan dapat beroperasi pada akhir tahun ini.
"Kita akan garap, kita siapkan juga fasilitas di sana. Mungkin mudah-mudahan di akhir tahun sudah bisa beroperasi untuk Gunung Balai," katanya.
Sementara itu, Bupati Majalengka Eman Suherman mengatakan, reaktivasi Gunung Karang dilakukan karena kawasan tersebut memiliki potensi wisata yang besar. Selain lokasinya yang tidak jauh dari pusat pemerintahan, Gunung Karang juga memiliki nilai estetika dan sejarah.
"Alhamdulillah, dapat kami sampaikan sore hari ini, saya bisa hadir di tengah-tengah hutan yang cukup luar biasa. Nilai estetikanya luar biasa, dan nilai sejarahnya juga luar biasa," kata Eman.
Eman menilai potensi Gunung Karang selama ini belum tergali secara maksimal. Karena itu, Pemerintah Daerah bersama pemerintah kecamatan, masyarakat, para sesepuh, dan pegiat budaya berkomitmen untuk menghidupkan kembali kawasan tersebut.
"Hari ini saya dengan Pak Ketua Komisi 3, kemudian Pak Dewan dari Komisi 4, hadir bersama-sama memenuhi undangan Pak Camat, memenuhi undangan para kesepuhan, para pegiat budaya, di mana hari ini kita bersepakat berkomitmen untuk melakukan reaktivasi kembali Gunung Karang," ujarnya.
Langkah awal yang akan dilakukan yakni menata kawasan, terutama dari sisi kebersihan dan estetika. Eman bahkan berencana memboyong seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melakukan kerja bakti bersama di Gunung Karang.
"Jangka pendeknya kita ingin menata kebersihannya, sekaligus untuk membuat estetikanya kelihatan. Hari Jumat, dari semua OPD akan saya bawa ke sini," ungkapnya.
Menurut Eman, pembenahan tidak hanya dilakukan pada kawasan wisata, tetapi juga akses menuju Gunung Karang. Saat ini terdapat tiga jalur yang dapat digunakan untuk menuju lokasi, yakni melalui Pancurendang, Pancurendang Landeuh, dan Simpur.
Namun, kondisi sejumlah akses tersebut dinilai masih kurang baik. Karena itu, Pemerintah Daerah berencana melakukan pembenahan secara bertahap.
"Yang namanya tempat wisata tidak akan mungkin ramai kalau aksesnya jelek, terutama akses jalan," katanya.
Eman menegaskan Pemerintah Daerah akan terus mendukung pengembangan Gunung Karang agar akses menuju destinasi tersebut semakin mudah bagi wisatawan.
"Yang penting komitmen pemerintah daerah harus terus mendukung dan bagaimana akses wisata itu harus betul-betul mudah dan tidak ada kesusahan bagi masyarakat yang ingin menikmati tempat Gunung Karang ini," imbuhnya.
Eman menyebut pengembangan Gunung Karang juga akan melibatkan masyarakat melalui skema Perhutanan Sosial. Menurutnya, kawasan tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan tanpa menghilangkan fungsi tutupan lahannya.
"Kita kerja sama nanti dengan teman-teman KTNA. Ini kan tanahnya bukan tanah milik pribadi, milik masyarakat lah, tapi ada di wilayah penguasaan Pak Ketua KTNA. Ini kan Perhutanan Sosial," jelasnya.
Dengan reaktivasi tersebut, Eman berharap Gunung Karang dapat menjadi salah satu pilihan wisata masyarakat, khususnya karena lokasinya yang relatif dekat dengan pusat Kota Majalengka.
"Potensi yang tidak jauh dari pusat kota ini luar biasa," pungkasnya.
(orb/orb)
