Ambisi Menghidupkan Kembali Wisata Gunung Karang Majalengka

Ambisi Menghidupkan Kembali Wisata Gunung Karang Majalengka

Erick Disy Darmawan - detikJabar
Selasa, 18 Agu 2026 09:00 WIB
Objek wisata Gunung Karang, Majalengka.
Objek wisata Gunung Karang, Majalengka.(Foto: Erick Disy Darmawan/detikJabar).
Majalengka -

Denyut nadi objek wisata Gunung Karang, Kelurahan Babakanjawa, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka, akan dihidupkan kembali. Pemerintah Kecamatan Majalengka menyiapkan sejumlah konsep wisata untuk menarik kembali kunjungan masyarakat ke kawasan tersebut.

Camat Majalengka Aay Kandar Nurdiansyah mengatakan, reaktivasi Gunung Karang akan dilakukan dengan menggelar berbagai kegiatan yang diharapkan dapat menjadi pemantik bangkitnya kembali kawasan wisata tersebut.

"Jadi nanti kita berusaha membuat event yang bisa memantik kembali wisata ini bangkit, dikunjungi lagi oleh masyarakat, menjadi media hiburan bagi masyarakat," kata Aay kepada detikJabar, Senin (17/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Objek wisata Gunung Karang, Majalengka.Objek wisata Gunung Karang, Majalengka. (Foto: Erick Disy Darmawan/detikJabar).

Menurutnya, Gunung Karang bukan sekadar kawasan wisata, tetapi juga memiliki potensi alam yang bisa dikembangkan menjadi sejumlah destinasi baru. Kawasan tersebut berada di wilayah selatan Kecamatan Majalengka dan memiliki sejumlah titik yang menarik untuk dikembangkan. Di antaranya Curug Cimeong, Gunung Balai, hingga Puncak Karang Bentang.

Adapun Gunung Balai sendiri nantinya diarahkan sebagai wisata edukasi karena memiliki struktur batuan yang dinilai menarik untuk dipelajari. "Gunung Balai bisa menjadi wisata edukasi karena struktur batuannya mirip dengan Gunung Padang yang ada di Cianjur," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, Puncak Karang Bentang disiapkan sebagai lokasi camping. Dari titik tersebut, wisatawan dapat menikmati pemandangan Kota Majalengka dari ketinggian.

Tak berhenti di situ, pemerintah juga berencana membuka jalur hiking yang menghubungkan Gunung Balai dengan Gunung Karang. Wisata minat khusus berupa wisata geologi juga bakal dikembangkan.

Aay menyebut, kawasan hutan di selatan Kecamatan Majalengka juga berpotensi menjadi ruang edukasi bagi anak-anak. Lokasinya yang relatif dekat dengan pusat kota dinilai menjadi keunggulan tersendiri.

"Ini adalah hutan yang terdekat ke wilayah kota dan hutan yang sangat ramah dengan anak-anak. Sehingga nanti mereka bisa belajar hutan itu apa, manfaatnya apa, apa saja yang ada di hutan," jelasnya.

"Karena memang dari hutan itulah sumber kehidupan kita. Entah itu hutan menciptakan udara yang bersih, hutan menciptakan banyak sekali mata air yang menjadi sumber dari kehidupan kita," sambungnya.

Konsep pengembangan Gunung Karang, Gunung Balai, dan Karang Bentang nantinya tidak berdiri sendiri. Ketiganya akan dikemas dalam satu paket wisata.

Pemerintah Kecamatan Majalengka bahkan berencana mengintegrasikan kawasan tersebut dengan sejumlah destinasi wisata di wilayah Sidamukti, seperti paralayang di Gunung Panten, Curug Sempong, hingga wisata rafting.

"Rencananya kita mau bikin paket wisata di sana. Jadi nanti wisatawan berkunjung ke sana bisa menikmati beberapa atraksi wisata di sana," kata Aay.

Konsepnya, wisatawan cukup membayar satu tiket untuk dapat mengakses sejumlah destinasi yang masuk dalam paket tersebut. Namun, besaran tarifnya masih belum ditentukan.

"Nanti setelah semua destinasi itu beroperasi kita bikin kesepakatan bersama," ujarnya.

Aay memastikan, tarif wisata Gunung Karang nantinya akan diupayakan tetap terjangkau. Hal itu menjadi salah satu evaluasi dari pengelolaan sebelumnya, ketika harga tiket sempat dikeluhkan wisatawan.

"Untuk tiket kita usahakan semurah mungkin biar bisa terjangkau dan menjadi hiburan buat semua kalangan masyarakat," ucapnya.

Dalam konsep pengelolaan yang baru, masyarakat sekitar akan dilibatkan secara langsung. Pengelolaan wisata Gunung Karang nantinya dirancang berbasis masyarakat.

"Ini murni nanti masyarakat sekitar yang akan mengelola wisata ini," ujarnya.

Adapun sejumlah fasilitas baru juga disiapkan untuk menambah daya tarik Gunung Karang. Salah satunya wisata air.

Aay mengatakan, pengelola menemukan mata air dengan debit yang cukup besar di kawasan tersebut. Potensi itu tengah dikaji untuk dikembangkan menjadi kolam renang atau taman bermain air.

"Di sana ditemukan sebuah mata air yang debit airnya besar. Mudah-mudahan bisa dibuat semacam kolam renang lah atau taman bermain air buat anak-anak," katanya.

Selain itu, aktivitas camping pun mulai diuji coba di kawasan Gunung Karang. Pemerintah Kecamatan sebelumnya telah menggelar kegiatan camping dan berencana kembali mengadakan aktivitas serupa bersama komunitas sepeda.

Untuk Karang Bentang, fasilitas pendukung camping dan lokasi menikmati panorama Kota Majalengka juga akan ditambah. Sementara Gunung Balai diarahkan menjadi kawasan edukasi.

"Yang Gunung Balai itu beberapa peneliti sudah mengunjungi ke sana, namun memang ini masih tahap awal sehingga belum bisa disimpulkan apa-apa terkait dengan struktur batuan yang di sana," tutur Aay.

Untuk saat ini, masyarakat masih bisa mengunjungi kawasan Gunung Karang tanpa dipungut tiket. Pemerintah belum menetapkan tarif masuk karena proses penataan dan pengembangan destinasi masih berlangsung.

Peluncuran kembali kawasan wisata tersebut akan ditandai dengan festival seni dan budaya pada 22 Agustus. Setelah kegiatan tersebut, rencananya pemberlakuan tiket mulai diterapkan.

"Setelah launching. Nanti setelah itu mungkin baru kita tarik tiket," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Bangun Generasi Tangguh, BNN Gelar Kuliah Umum di Universitas Majalengka"
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads