Polisi kembali mengungkap perkembangan terbaru kasus tawuran antarpelajar yang videonya viral di media sosial. Dalam penyelidikan terbaru, jumlah pelajar yang diamankan bertambah menjadi empat orang.
Mereka berinisial WH, SB, DS, dan HD. Polisi memastikan seluruhnya masih berstatus pelajar dan tergolong anak di bawah umur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasat Reskrim Polresta Cirebon Kompol I Putu Ika Prabawa mengatakan keempat pelajar itu diamankan tim gabungan dari sejumlah polsek di wilayah hukum Polresta Cirebon. Pengamanan dilakukan setelah polisi menerima informasi masyarakat mengenai aksi tawuran yang terekam video dan beredar luas di media sosial.
"Gabungan dengan beberapa Polsek yang ada di wilayah Polresta Cirebon, kita melakukan pengamanan terhadap beberapa orang yang diduga sebagai pelaku tawuran yang sedang viral di media sosial," ujar Putu saat dihubungi, Sabtu (22/8/2026).
Menurutnya, para pelajar tersebut diamankan untuk menjalani pemeriksaan sekaligus membantu penyidik mengungkap secara utuh rangkaian aksi yang terjadi di lapangan.
Dari pemeriksaan sementara, beberapa pelajar yang diamankan telah mengakui keterlibatannya dalam aksi tersebut. Polisi kini masih mencocokkan keterangan para pelajar dengan rekaman video yang beredar serta menggali kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.
"Pengamanan terhadap beberapa diduga pelaku ini berdasarkan informasi dari masyarakat yang ada di wilayah Cirebon dan kemudian kita amankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," ucapnya.
"Dan pemeriksaan hasil sementara, beberapa orang yang kita amankan sudah mengakui perbuatannya, dan saat ini sedang kita laksanakan proses penyelidikan lebih lanjut untuk dilakukan pengembangan," sambungnya.
Tawuran Disebut untuk Membuat Konten
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi juga mengungkap motif yang melatarbelakangi aksi tersebut. Para pelajar mengaku tawuran dilakukan bukan secara spontan, melainkan demi kebutuhan konten di media sosial.
Putu menyebut aksi tersebut merupakan bagian dari apa yang mereka sebut sebagai "perang konten". Sebelum aksi berlangsung, para pelajar diduga telah membuat kesepakatan untuk bertemu di suatu lokasi.
"Motifnya itu dari beberapa orang yang kita amankan ini, memang mereka mengakui motifnya itu adalah untuk konten," jelasnya.
Menurut Putu, para pelajar tersebut diduga telah janjian terlebih dahulu sebelum bertemu di jalan dan melakukan aksi yang kemudian direkam hingga akhirnya viral.
"Perang konten. Jadi mereka janjian ya. Modusnya mereka janjian, kemudian mereka ketemu di jalan, dan melaksanakan kegiatan tersebut," katanya.
Meski dalam video yang beredar terlihat cukup banyak orang, polisi masih belum memastikan jumlah keseluruhan pelajar yang terlibat dalam aksi tersebut.
Berdasarkan keterangan sementara yang diperoleh penyidik, aksi serupa yang terekam dalam video tersebut diklaim baru dilakukan satu kali. Namun, polisi masih terus mendalami kemungkinan adanya rangkaian aksi lain atau keterlibatan pihak luar.
Empat Pelajar Berasal dari Sekolah Berbeda
Polisi memastikan empat pelajar yang diamankan masih berusia di bawah umur. Mereka juga diketahui berasal dari sekolah yang berbeda-beda.
"Ya, masih. Mereka status pelajar. Yang inisial tadi yang kami sebutkan itu masih berstatus di bawah umur," ujarnya.
Saat ditanya mengenai asal sekolah keempat pelajar tersebut, Putu menyebut mereka tidak berasal dari satu instansi pendidikan yang sama.
"Campur-campur ya," katanya.
Karena seluruhnya masih di bawah umur, penyidik akan mempertimbangkan ketentuan hukum yang berlaku, terutama mengenai penanganan perkara yang melibatkan anak sesuai regulasi yang ada.
Di sisi lain, polisi masih mendalami peran masing-masing pelajar. Keterangan yang diperoleh akan dicocokkan dengan rekaman video tawuran untuk mengetahui siapa saja yang melakukan tindakan kekerasan dalam aksi tersebut.
"Peran masing-masing sesuai dengan yang ada di video ya, yang beredar di masyarakat," jelas Putu.
Jumlah Pelaku Berpotensi Bertambah
Penyelidikan kasus ini masih terus berlangsung. Polisi belum dapat memastikan berapa jumlah keseluruhan orang yang terlibat dalam aksi tawuran tersebut.
Saat ini, empat pelajar masih menjalani pemeriksaan intensif untuk mengungkap kemungkinan adanya pelaku lain maupun pihak yang turut terlibat dalam perencanaan aksi.
"Nanti kita masih sedang dalam pengembangan ya. Dalam pengembangan, jadi baru empat orang yang kita minta keterangan. Kemudian untuk selanjutnya kita akan lakukan pengembangan dan penyelidikan lebih lanjut," kata Putu.
Ia menegaskan jumlah pelajar yang diamankan masih sangat mungkin bertambah. Penyidik masih membutuhkan waktu untuk mencocokkan keterangan, rekaman video, serta informasi dari masyarakat.
"Itu masih kita dalami ya, karena kita baru mengamankan beberapa orang. Ada empat orang tersebut, kita akan dalami dalam beberapa hari," ujarnya.
Ketika kembali ditanya mengenai kemungkinan bertambahnya jumlah pelajar yang diamankan, Putu menjawab tegas.
"Kemungkinan akan bertambah," katanya.
Selain memeriksa empat pelajar tersebut, polisi juga telah meminta keterangan dari sejumlah saksi. Beberapa di antaranya merupakan warga yang mengetahui atau melihat langsung kejadian tersebut.
"Lebih dari empat. Saksi-saksi ya. Saksi dari masyarakat beberapa," pungkasnya.
Polisi memastikan proses penyelidikan masih berjalan untuk mengungkap secara menyeluruh aksi tawuran tersebut, termasuk memastikan peran masing-masing individu dan mengejar pelaku lain yang belum diamankan.
(orb/orb)
