Menanti JPO di Jalur 'Maut' Soekarno-Hatta Bandung

Menanti JPO di Jalur 'Maut' Soekarno-Hatta Bandung

Wisma Putra - detikJabar
Sabtu, 22 Agu 2026 14:30 WIB
Penampakan Jalan Soekarno Hatta yang buat pejalan kaki kesulitan untuk menyebrang.
Penampakan Jalan Soekarno Hatta yang buat pejalan kaki kesulitan untuk menyebrang. (Foto: Wisma Putra/detikJabar)
Bandung -

Suasana Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung, terpantau cukup ramai pada Sabtu (22/8/2026). Arus kendaraan yang didominasi sepeda motor, minibus, bus, hingga truk tampak berlalu-lalang memenuhi kedua jalur di ruas jalan protokol tersebut.

Seperti diketahui, jalan ini terbagi menjadi jalur lambat dan jalur cepat. Aturan mainnya jelas, sepeda motor dilarang keras melintas di jalur cepat, kecuali saat hendak melakukan putar arah di area u-turn yang tersedia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, jalur ini memang dikenal rawan kecelakaan lalu lintas, terutama di jalur cepat. Paling baru, dua orang siswi SMKN 9 Bandung dilaporkan ditabrak oleh pengendara motor yang juga berstatus pelajar. Insiden memilukan ini terjadi di depan Kantor ATR/BPN, Kecamatan Buahbatu, pada Jumat (21/8) kemarin. Korban pun sudah dilarikan ke RS Al-Islam Kota Bandung untuk mendapatkan perawatan.

detikJabar berkesempatan mengecek langsung lokasi kejadian (TKP). Dari pantauan di lapangan, para pejalan kaki memang harus berjuang ekstra saat melintas. Mereka tampak kesulitan menyeberangi jalur cepat yang dipadati kendaraan berkecepatan tinggi tanpa jeda.

ADVERTISEMENT

Sejumlah pejalan kaki yang ditemui detikJabar pun menyuarakan keresahan yang sama. Mereka mendesak pemerintah segera membangun Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di titik tersebut.

"Harus ada JPO biar para pejalan kaki aman saat melintas di jalan ini," kata Dini (37) kepada detikJabar.

Dini mengaku sangat kesulitan saat harus menyeberang, terutama ketika harus membelah jalur cepat yang ganas.

"Susah, lama nunggunya, jangan sampai ceroboh, bisa-bisa ketabrak. Harus bener-bener hati-hati," tambahnya.

Apalagi menurut Dini, di sepanjang ruas Jalan Soekarno-Hatta ini berdiri banyak sekolah menengah, baik SMA maupun SMK.

"Banyak sekolah, harus dibuatkan JPO biar tidak ada lagi korban," harapnya.

Senada dengan Dini, Nurdin (51) juga menegaskan bahwa keberadaan JPO adalah harga mati demi keselamatan warga. "Betul harus ada JPO," ujarnya.

Nurdin menambahkan, kondisi jalan akan jauh lebih berbahaya saat malam hari karena minimnya penerangan, sehingga pengendara sulit melihat keberadaan penyeberang jalan.

"Apalagi di malam hari, bahaya banget, makannya harus ada JPO juga, supaya pejalan kaki aman saat hendak menyeberang," tambahnya.

Merespons keresahan warga, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan pernah mengatakan tahun ini pihaknya akan menambah fasilitas penyeberangan di jalur tersebut.

"Untuk JPO, yang pasti akan ditambah oleh Pemerintah Kota Bandung ada dua, yaitu di depan SMKN 7 dan SMKN 9. Itu sudah pasti akan dibangun," ujar Farhan.

Sebagai informasi, sepanjang Jalan Soekarno-Hatta yang membentang luas dari Bundaran Cibiru hingga perbatasan Kota Cimahi, saat ini tercatat hanya memiliki satu JPO, yakni di kawasan Margahayu Raya atau yang lebih dikenal dengan sebutan Metro.

(wip/orb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads