Asap Pekat Selimuti Kuningan Akibat Kebakaran TPSA Ciniru

Fahmi Labibinajib - detikJabar
Rabu, 12 Agu 2026 15:31 WIB
Kebakaran TPSA Ciniru Kuningan (Foto: Fahmi Labibinajib/detikJabar)
Kuningan -

Kebakaran hebat melanda Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Ciniru, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Rabu (12/8/2026). Hingga siang hari, kobaran api dilaporkan terus meluas dan menyelimuti kawasan sekitar dengan asap pekat.

Pantauan di lokasi pada pukul 14.00 WIB, kepulan asap tebal membubung tinggi, membatasi jarak pandang di seluruh area TPSA. Tim gabungan dari Damkar, BPBD, TNI, dan Polri masih berjibaku memadamkan api di tengah tumpukan sampah yang terus terbakar.

Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Indra Bayu, mengonfirmasi bahwa api telah menghanguskan sekitar 2 hektare dari total 5 hektare lahan TPSA. Kebakaran ini terdeteksi muncul sejak pukul 05.00 WIB.

"Penanganannya masih dalam proses penanganan tim gabungan dari TNI, Polri, Damkar, BPBD, LH, dari kecamatan juga, desa ada. Nah, jadi masih berlangsung dan sepertinya semakin meluas. Kisarannya mungkin sekarang lebih dari 2 hektar yang jelas sih, dari total sekitar 5 hektar. Hampir setengahnya yang terbakar. Ada beberapa titik yang sempat terbakar kembali dan meluas terutama di sebelah timur," tutur Indra di lokasi kejadian.

Upaya pemadaman menghadapi kendala serius. Selain asap yang sangat pekat, petugas harus mengambil air dari sumber yang berjarak lebih dari 2 kilometer. Angin kencang di lokasi juga memicu api kembali berkobar meski sempat dipadamkan di beberapa titik.

"Memang kesulitannya sekarang dengan intensitas angin yang akhirnya memicu asap juga kan cukup tebal. Itu juga cukup berbahaya bagi masyarakat dan para petugas yang sedang dalam proses pemadaman. Mungkin ke sumber air cukup jauh juga. Lebih dari 2 kilo dan ini butuh waktu hampir 20 menit kalau bolak-balik," kata Indra.

Dampak polusi asap kini mulai dirasakan warga Desa Garatengah dan pengguna jalan baru di sekitar lokasi. Petugas mengimbau masyarakat untuk menjauhi area kebakaran demi keselamatan kesehatan.

"Ini menimbulkan polusi asap ke sekitar warga Desa Garatengah, ataupun ke jalan baru. Ketika melintas di daerah tersebut, berhati-hati karena angin cukup kencang dan ketebalan asap lumayan. Serta untuk masyarakat tidak mendekat dulu ke TPSA atau area kebakaran karena asap ini juga cukup berbahaya. Pemicunya belum, Pak. Ini masih dalam pendalaman oleh pihak-pihak terkait. Kita mungkin saat ini fokus lebih ke penanganan supaya tidak melebar," pungkas Indra.



Simak Video "Video Titik Panas Karhutla Kalimantan Melonjak, Kalteng Paling Parah "


(dir/dir)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork