Potret Waduk Bojongsari Indramayu yang Kini Mengering

Potret Waduk Bojongsari Indramayu yang Kini Mengering

Burhannudin - detikJabar
Senin, 10 Agu 2026 12:00 WIB
Kondisi mengeringnya Waduk Bojongsari Indramayu.
Kondisi mengeringnya Waduk Bojongsari Indramayu. (Foto: Burhannudin)
Indramayu -

Terik matahari seolah belum memberi ruang bagi Waduk Bojongsari untuk bernapas. Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Indramayu membuat permukaan waduk perlahan menghilang, menyisakan hamparan tanah kering di sejumlah bagian.

Waduk yang berada di Kelurahan Bojongsari, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, itu biasanya menjadi salah satu kawasan yang dipenuhi air. Namun, kondisi berbeda terlihat pada Senin (9/8/2026). Dari waduk yang luasnya sekitar 15 hektare tersebut, air kini hanya bertahan di bagian hilir.

Di tengah kondisi itu, Suprinanto (27), warga sekitar, menyampaikan bahwa kondisi saat kemarau tahun ini lebih parah ketimbang tahun-tahun sebelumnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menurut saya, ini lebih parah kelihatannya daripada tahun kemarin," ujarnya saat ditemui di lokasi, Senin (9/8/2026).

Pendapat Suprinanto bukan tanpa alasan. Katanya, penyusutan air di tahun ini sampai bagian tengah waduk menjadi daratan; kondisi yang tidak terjadi dalam beberapa tahun belakangan. Kini, hanya menyisakan beberapa bagian yang masih tergenang.

ADVERTISEMENT

Pendangkalan ini dimanfaatkan oleh puluhan burung kuntul yang mencari ikan di waduk. Tampak hewan berbulu putih bersih ini sangat sibuk berburu ikan.

Salah seorang warga yang membuka warung di sekitar waduk, Tarjana (49), menyatakan bahwa kemunculan burung kuntul adalah pertanda adanya perairan dangkal.

"Mereka (burung kuntul) suka lahan basah dan dangkal kayak rawa, tepi danau, sungai, sawah. Di sungai pun biasanya hanya di pinggir tapi kalau sudah di tengah berarti sungainya dangkal. Begitu pun di waduk ini, di tengahnya ada burung kuntul berarti memang sudah dangkal," kata dia.

Saat disinggung mengenai pendangkalan waduk tahun ini yang lebih parah daripada tahun sebelumnya, Tarjana tidak menampik. Hal itu karena adanya eceng gondok yang semakin banyak.

"Eceng gondok itu menyerap oksigen di air, menghambat aliran air juga, dan merusak ekosistem yang ada di air. Selain itu, awas, harus percaya bahwa penyebab menyusutnya air lebih parah dari tahun sebelumnya itu karena eceng gondok. Dia aktor utama dibalik penyusutan yang siginifikan ini," ungkapnya.

Kondisi mengeringnya Waduk Bojongsari Indramayu.Kondisi mengeringnya Waduk Bojongsari Indramayu. Foto: Burhannudin

Menurutnya, sangat mustahil jika berharap kepada adanya inisiatif masyarakat untuk membersihkan eceng gondok, karena membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit.

"Perlu ada alat berat atau semacamnya dari pemerintah. Ini harus kita bersihkan dulu eceng gondoknya, lalu kita kembalikan ekosistem Waduk Bojongsari seperti sedia kala," tegasnya.

Seorang warga lainnya, Sujono (45), menambahkan, Sungai Cimanuk lama yang selama ini menjadi salah satu sumber pasokan air ke waduk juga tertutup eceng gondok dan mengalami kekeringan.

"Di sungainya juga banyak masalah, yang paling nampak jelas adalah eceng gondok yang banyak dari sewaktu masih banyak air juga itu sudah menjadi masalah, terus sekarang kemarau enggak ada air," kata Sujono.

Pantauan di lokasi menunjukkan aliran sungai tersebut sudah tidak lagi bergerak. Lumpur dan tumpukan sampah yang biasanya berada di bawah permukaan air kini terlihat dari daratan.

Rumput ilalang di sepanjang tepian sungai pun tampak mengering dan berubah kecokelatan, seolah menjadi penanda panjangnya paparan panas dalam beberapa waktu terakhir.

Sujono berharap kondisi tersebut tidak berlangsung terlalu lama, sebab ada ribuan hektare sawah yang menggantungkan kebutuhan air di Waduk Bojongsari.

Kini, di tengah waduk yang semakin mengering dan eceng gondok yang semakin banyak, aktivitas puluhan burung kuntul masih menjadi pemandangan tersendiri. Mereka sibuk berburu ikan memanfaatkan genangan yang tersisa. Di sisi lain, ada warga yang khawatir keberlangsungan hidupnya terganggu, dan berharap musim hujan segera datang agar mengembalikan air Waduk Bojongsari seperti sediakala.

(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads