Niat menikmati santapan sembari membicarakan urusan pekerjaan seketika berubah menjadi arena adu jotos yang menegangkan. Sebuah rekaman video amatir memperlihatkan keributan hebat antara pengunjung tempat makan dengan rombongan pengamen di kawasan GTC, Kota Cirebon, mendadak viral di media sosial.
Berdasarkan narasi dalam video yang beredar, perselisihan berawal dari penolakan pengunjung secara halus saat dihampiri pengamen.
Bukannya beranjak pergi, oknum pengamen tersebut diduga tak terima hingga melontarkan umpatan berbau hinaan fisik (body shaming) serta kekerasan verbal kepada pengunjung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lagi makan di salah satu tenan GTC, kondisi lagi nunggu makanan dan ngobrol terkait pekerjaan, datanglah para pengamen dan meminta. Sudah bilang maaf dan permisi, malah dikata-katai, di-bodyshaming dan melakukan kekerasan verbal," begitu bunyi keterangan yang tertulis pada video yang beredar.
Eskalasi emosi kian tak terbendung ketika pengunjung pria beserta rekannya mempertanyakan etika pengamen tersebut yang terus mendesak dan bertahan di meja mereka. Adu mulut sengit pun pecah di tengah area makan.
"Kalau kamu udah dibilang maaf, tapi tidak mau pergi, itu tidak ada attitude. Saya di sini bayar. Kalau saya bilang nggak mau ngasih kenapa maksa?," kata pengunjung pria itu.
"Kok maksa sih?," timpal pengamen itu.
"Anda maksa guys," sahut pengunjung lain yang duduk bersama pria tersebut.
Suasana kian memanas saat salah seorang pengamen tersulut emosi hingga menantang duel. Meski sempat ditahan oleh rekannya, pengamen tersebut nekat mendekati meja korban hingga keributan tak terelakkan dan berujung pada aksi baku hantam di tempat.
Menanggapi insiden yang meresahkan masyarakat tersebut, aparat kepolisian dari Polres Cirebon Kota langsung bergerak cepat melakukan penelusuran di lapangan. Kasat Reskrim Polres Cirebon Kota AKP M Fadilillah menegaskan bahwa pihaknya telah mengantongi informasi video viral tersebut dan tengah berupaya mengusut tuntas para pelaku.
"Kami telah menerima informasi terkait video yang beredar dan sedang melakukan pengecekan. Polres Cirebon Kota berkomitmen menindak segala bentuk premanisme maupun tindakan yang meresahkan masyarakat," kata Fadilillah saat dikonfirmasi, Selasa (4/8/2026).
Pihak kepolisian memastikan tidak akan memberi ruang bagi segala bentuk aksi premanisme yang mengganggu keamanan ruang publik, sekaligus meminta warga untuk tak ragu melapor jika menemui kejadian serupa.
"Kami mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila mengalami atau mengetahui kejadian serupa agar dapat segera ditindaklanjuti," kata Fadilillah.
(sya/sud)
