Misteri Kebakaran Maut Tewaskan Ayah dan Bayi 6 Bulan di Cirebon

Misteri Kebakaran Maut Tewaskan Ayah dan Bayi 6 Bulan di Cirebon

Devteo Mahardika - detikJabar
Minggu, 02 Agu 2026 11:30 WIB
kebakaran mes dokter puskesmas
ilustrasi kebakaran. (Foto: Dok.Detikcom)
Cirebon -

Misteri di balik tewasnya seorang ayah bersama bayi laki-lakinya yang baru berusia enam bulan dalam kebakaran rumah di Perumahan Griya Asri Kejuden 2, Blok Winong RT 02/RW 07, Desa Kejuden, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon, Jumat (31/7/2026) masih menyisakan banyak tanda tanya. Meski api telah padam, penyebab pasti kematian kedua korban hingga kini belum dapat dipastikan.

Satreskrim Polresta Cirebon mengedepankan scientific crime investigation atau penyelidikan berbasis bukti ilmiah guna memastikan seluruh fakta yang terjadi di lokasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kasat Reskrim Polresta Cirebon Kompol I Putu Ika Prabawa mengatakan pihaknya menerima laporan adanya kebakaran sekitar pukul 10.00 WIB. Saat petugas tiba di lokasi, dua korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, yakni seorang pria berinisial DS dan bayi laki-lakinya berinisial BAS yang baru berusia sekitar enam bulan.

"Hari ini, tanggal 31 Juli 2026 sekitar pukul 10.00 WIB kami dari Satreskrim Polresta Cirebon menerima informasi dari masyarakat bahwa di Desa Kejuden, Kecamatan Depok, Kabupaten Cirebon, telah terjadi peristiwa kebakaran. Dalam peristiwa tersebut terdapat dua korban jiwa, yaitu bapak dan anaknya," ujar Putu.

ADVERTISEMENT

Setelah proses evakuasi selesai dilakukan, kedua jenazah langsung dibawa ke rumah sakit untuk menjalani autopsi. Langkah tersebut dinilai penting guna memastikan penyebab kematian kedua korban, apakah murni akibat kebakaran atau terdapat faktor lain yang melatarbelakanginya.

Di saat yang sama, Tim Identifikasi (Inafis) Polresta Cirebon melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Setiap sudut rumah diperiksa secara teliti untuk mengumpulkan barang bukti yang dapat mengungkap kronologi sebenarnya.

"Korban sudah dibawa ke rumah sakit dan akan kami laksanakan autopsi. Untuk TKP sudah kami lakukan olah TKP guna menemukan bukti-bukti yang ada untuk mengungkap peristiwa kejadiannya," katanya.

Polisi Belum Ambil Kesimpulan

Meski penyelidikan telah berlangsung, polisi menegaskan belum dapat menyampaikan hasil sementara. Sejumlah barang bukti masih dianalisis, sementara pemeriksaan terhadap para saksi juga terus dilakukan.

"Untuk sementara, bukti-bukti sedang kita kumpulkan. Kemudian korban juga sedang kita proses untuk pelaksanaan autopsi dan saksi-saksi sedang kita periksa," jelasnya.

Ia menegaskan, penyidik tidak ingin terburu-buru menyimpulkan penyebab kematian kedua korban. Seluruh proses penyelidikan dilakukan berdasarkan pendekatan ilmiah agar hasil yang diperoleh benar-benar akurat.

"Dalam penyelidikan ini kita tetap mengedepankan proses scientific crime investigation, sehingga nanti hasilnya sendiri akan kita simpulkan secepatnya untuk menginformasikan kepada seluruh masyarakat dan warga setempat," ujarnya.

Saat ditanya mengenai dugaan adanya luka lain pada tubuh korban, Putu kembali menegaskan hal tersebut masih menunggu hasil autopsi.

"Untuk apakah ada luka atau segala macam, itu nanti dalam proses autopsi," katanya.

Korban Ayah dan Anak Bungsu

Berdasarkan keterangan kepolisian, keluarga tersebut terdiri atas pasangan suami istri dengan dua orang anak. Dalam tragedi itu, korban meninggal adalah sang ayah, DS, dan anak bungsunya, BAS, yang masih berusia sekitar enam bulan.

Sementara sang istri bersama anak pertama yang berusia sekitar lima tahun berhasil selamat karena saat kejadian sedang berada di luar rumah untuk mengantar anak mereka ke sekolah.

"Satu keluarga terdiri dari suami-istri dan dua orang anaknya. Namun yang menjadi korban adalah suami dan anak yang paling kecil. Untuk inisial korban, yang dewasa DS dan anaknya BAS sekitar umur enam bulan," ujarnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi, kepulan asap hitam mulai terlihat sekitar pukul 09.45 WIB. Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung berdatangan dan berusaha memadamkan api menggunakan peralatan seadanya sembari meminta bantuan petugas pemadam kebakaran.

Seorang tetangga korban, Kristianto (42), mengatakan kobaran api paling besar berasal dari bagian kamar sebelum merambat ke area belakang rumah.

Karena seluruh pintu dalam keadaan terkunci, warga terpaksa mendobrak pintu utama agar bisa masuk dan melakukan penyelamatan.

"Iya, warga langsung keluar semua untuk membantu," ujarnya.

Setelah berhasil masuk, warga menemukan kedua korban berada di lokasi yang berbeda. Bayi ditemukan berada di dekat jendela, sedangkan sang ayah tergeletak di area wastafel belakang yang berada di dapur.

"Kalau yang kecil itu ada di dekat jendela. Kalau bapaknya ada di wastafel belakang, di dapur. Kondisinya sudah terkapar," tuturnya.

Ia juga mengaku melihat adanya bercak darah pada tubuh korban dewasa, terutama di bagian dada. Namun, menurut pengamatannya, tubuh korban tidak menunjukkan tanda-tanda luka bakar yang mencolok.

"Kalau lukanya adanya di dada. Saya juga kurang tahu itu apa. Ada bercak darah di celana. Kalau luka bakar enggak ada," katanya.

Sementara itu, pada tubuh bayi, ia mengaku tidak melihat adanya luka serupa. "Si anaknya enggak ada. Ada cuma si bapaknya doang. Darahnya di dada," ucapnya.

Kristianto menuturkan, keluarga tersebut telah menetap di lingkungan itu sekitar tiga tahun. Saat kebakaran terjadi, sang ibu bersama anak pertamanya tengah berada di luar rumah.

"Yang meninggal anak yang kedua, yang enam bulan. Anak pertamanya enggak ada di sini karena sekolah diantar ibunya," jelasnya.

Ia menambahkan, proses evakuasi berlangsung cukup sulit karena pintu rumah terkunci rapat dan harus didobrak oleh warga.

"Pintunya rapat. Ini didobrak sama warga. Agak susah juga karena pintunya dari kayu jati," pungkasnya.

Hingga kini, penyidik masih menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan laboratorium forensik sebagai bagian dari rangkaian penyelidikan. Polisi mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi mengenai penyebab kematian kedua korban sebelum seluruh proses investigasi selesai dan hasil resmi diumumkan.

(sud/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads