Musim Kemarau, 50 Kasus Kebakaran Landa Kuningan Hingga Juli

Fahmi Labibnajib - detikJabar
Jumat, 31 Jul 2026 21:30 WIB
Foto: Ilustrasi kebakaran rumah. (Chat GPT)
Kuningan -

Tren kasus kebakaran di Kabupaten Kuningan melonjak signifikan seiring masuknya musim kemarau. Embusan angin kencang dan kondisi lingkungan yang kering memicu api lebih mudah menjalar.

Kepala UPT Damkar Kuningan, Andri Arga Kusuma, memaparkan data bahwa sepanjang Januari hingga Juli 2026, terdapat sekitar 50 kasus kebakaran yang ditangani. Rinciannya, kebakaran rumah atau bangunan 24 kali, lahan 11 kali, pohon 5 kali, kandang ayam 3 kali, tabung gas 4 kali, limbah atau sampah 2 kali, dan korsleting listrik 1 kali.

Arga menjelaskan, pada musim panas ini intensitas kebakaran memang meningkat. Dalam sehari, personel Damkar Kuningan bahkan bisa menangani hingga tiga peristiwa kebakaran sekaligus.

"Jumlah kebakaran Januari sampai Juli 50 penanganan. Mayoritas kebakaran bangunan dan lahan. Di musim kemarau memang mengalami peningkatan kayak di Hari Sabtu kemarin sehari kita tiga kali. Pagi pabrik tripleks, siangnya lahan di Jepara, sorenya lahan di Kertayasa, Sindangagung. Paling parah bisa seluas satu hektar yang terbakar," tutur Arga, Jumat (31/7/2026).

Arga memaparkan, kebakaran tersebut mayoritas dipicu ulah manusia, seperti meninggalkan sisa pembakaran yang belum padam hingga membuang puntung rokok sembarangan. Kondisi ini diperparah embusan angin kencang yang memudahkan api berkobar cepat.

"Pemicunya kebanyakan bakar sampah. Terutama hari Jumat itu, suka Jumsih (Jumat Bersih) terus ditinggalin, nggak ditunggu. Bakar sampahnya dekat pohon, yah terbakar. Ada juga karena rumput kering, lempar puntung rokok, ya nyala terkena angin. Atau pakai alat penghangat batu bara, cuman karena udah pada tidur gitu. Disaat angin kencang abunya terbang ke bangunan yang kayu ya sudah, nyala. Dan itu sulit kan langsung habis satu kandang. Untuk korban jiwa itu belum ada, paling kerugian materi seperti kemarin ribuan ayam hangus terbakar," tutur Arga.

Simak Video "Video: Siap-siap! Puncak Kemarau Diprediksi pada Agustus dan Lebih Kering"


(mso/mso)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork