Terjadi kebakaran di salah satu rumah makan di dekat Alun-alun Taman Kota Kuningan, Kecamatan Kuningan, Kabupaten Kuningan. Berdasarkan video yang beredar di media sosial, tampak asap hitam pekat membumbung di area ruko belakang Taman Kota.
Asap tersebut terlihat berasal dari salah satu ruko yang dijadikan restoran. Dalam video tersebut menerangkan soal kebakaran salah satu resto.
"Taman Kota Kuningan Rabu (16/9/2026) sekitar pukul 15.02 WIB kepulan asap diduga dari salah satu ruko. Diduga kebakaran di resto," tulis keterangan video yang beredar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, video lain menunjukkan api membakar bagian atap bangunan. Lokasi kebakaran berada tepat di belakang Pos Satpol PP Kabupaten Kuningan.
"Rumah Makan Ali Action kebakaran. Api mulai membesar. Kebakaran kebakaran," tutur suara dalam video tersebut.
Sementara itu, Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kuningan, Andri Arga Kusuma, mengatakan pihaknya telah menerjunkan tiga unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi untuk melakukan pemadaman. Belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran tersebut.
"Anggota sudah di lokasi. Semuanya termonitor," tutur Arga dalam keterangannya, Rabu (16/9/2026).
Kronologi dan Kerugian
Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kuningan, Andri Arga Kusuma memaparkan bahwa peristiwa kebakaran tersebut bermula pada Rabu (16/9/2026) pukul 14.50 WIB di restoran atau rumah makan Ali Action yang lokasinya berada di dekat Alun-alun Taman Kota Kuningan. Kobaran api tersebut pertama kali diketahui oleh tetangga belakang bangunan bernama Puguh yang melihat kobaran api dari lantai 3 restoran.
Meski sudah dilakukan pemadaman mandiri, namun karena kobaran api yang semakin besar, Puguh memutuskan untuk melaporkan kejadian tersebut kepada Pemadam Kebakaran Kuningan.
"Awalnya diberitahu dari telepon tetangga belakang bangunan RM Ali Action bahwa ada kobaran api di atapnya di lantai 3. Kemudian Pelapor naik ke lantai 3 dan mencoba memadamkan dengan APAR powder kapasitas 3 kg. Namun api sudah terlalu besar sehingga tidak bisa dipadamkan. Karena khawatir semakin besar, maka Pelapor menghubungi Call Center UPT Pemadam Kebakaran Kuningan," tutur Arga, Rabu (16/9/2026).
Mendapatkan laporan tersebut, Damkar Kuningan langsung mengirimkan 15 anggotanya ke lokasi kejadian. Sesampainya di lokasi, api masih terus berkobar. Api yang berada di atap lantai 3 yang tinggi dengan akses sempit membuat petugas sempat mengalami kesulitan. Namun, setelah berjibaku selama satu jam lebih, akhirnya api berhasil dipadamkan pada pukul 16.00 WIB.
Meski tidak ada korban jiwa, akibat kejadian tersebut, pemilik usaha Muhammad Ali mengalami kerugian hingga Rp25.000.000 dengan rincian bangunan 8x2,5 meter senilai Rp24.000.000, 1 unit toren air Rp500.000, dan pakaian, kotak nasi serta barang lain senilai Rp500.000. Setelah dilakukan pemeriksaan saksi, diduga kebakaran disebabkan karena korsleting listrik di ruangan di atap lantai yang biasa digunakan tempat istirahat karyawan.
"Hambatannya Api berada di atap lantai 3 yang tinggi dan akses sempit menuju titik api sehingga petugas harus ekstra hati-hati saat pemadaman. Setelah pemadaman, dilakukan pulbaket dengan menanyakan saksi di lokasi, diduga bahwa api bermula dari korsleting listrik pada sebuah ruangan di atap lantai yang biasa digunakan tempat istirahat oleh karyawan ketika malam," tutur Arga.
Lewat kejadian tersebut, Damkar Kuningan mengimbau agar masyarakat selalu waspada dan hati-hati terhadap adanya potensi kebakaran. Untuk mencegah kebakaran, masyarakat diharapkan memeriksa dan membersihkan selang gas dan regulator, menghindari penggunaan colokan yang menumpuk, gunakan kabel listrik yang standar dan lampu listrik yang ber-SNI untuk menghindari terjadinya korsleting listrik.
(sud/sud)
