Kemarau 2026, 12 Kebakaran Lahan Melanda Kabupaten Bogor

Kemarau 2026, 12 Kebakaran Lahan Melanda Kabupaten Bogor

Andry Haryanto - detikJabar
Minggu, 12 Jul 2026 19:00 WIB
Ilustrasi kebakaran lahan pada malam hari
Ilustrasi kebakaran lahan (Foto: Oktavian Balang/detikKalimantan)
Bogor -

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor mencatat 12 kasus kebakaran lahan, perkebunan, hingga tempat pembuangan sampah sepanjang periode Juni hingga Juli 2026. Cuaca panas ekstrem di tengah musim kemarau yang diperparah kelalaian manusia menjadi penyebab utama rentetan insiden tersebut.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor, Yudi Santosa, mengungkapkan bahwa total terdapat 34 peristiwa kebakaran yang ditangani pihaknya selama dua bulan terakhir. Dari jumlah tersebut, hampir sepertiganya menghanguskan area terbuka dan lahan sisa pembuangan.

"Musim kemarau ini, Juni-Juli sudah terjadi 34 kali kebakaran di wilayah Kabupaten Bogor. Sebanyak 12 di antaranya adalah kebakaran lahan, kebun, pembuangan sampah dan sejenisnya," kata Yudi melalui keterangan tertulis, Minggu (12/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Yudi, kombinasi suhu udara yang terik dan tumpukan material kering membuat api sangat mudah tersulut dan merambat luas. Namun, faktor aktivitas manusia tetap menjadi pemicu yang paling dominan.

ADVERTISEMENT

"Sudah barang tentu ini terjadi salah satunya diakibatkan oleh kelalaian manusia," ujarnya.

Guna menekan risiko kebakaran lebih lanjut, Damkar Kabupaten Bogor mengimbau masyarakat untuk menghentikan kebiasaan membakar sampah di ruang terbuka atau membuang puntung rokok sembarangan. Warga diminta ekstra waspada terhadap segala potensi sumber api di lingkungan masing-masing.

"Oleh sebab itu kami mohon dengan sangat, tidak bakar sampah, tidak membuang puntung rokok sembarangan. Jangan tinggalkan penyebab munculnya api di sekitar kita, karena dengan panas yang terik saat ini akan menjadi mudah timbulnya api," tegas Yudi.

Ia juga menekankan pentingnya solidaritas antarwarga dalam menjaga lingkungan. Kesadaran kolektif untuk saling mengingatkan dinilai menjadi kunci pencegahan kebakaran di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu.

"Mari semua masyarakat untuk peduli dengan diri sendiri dan lingkungannya. Kita saling mengingatkan," pungkasnya.



(dir/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads