Kebakaran hebat melanda Pasar Sandang Tegalgubug di Jalan Bypass Cirebon-Jakarta, Desa Tegalgubug, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, Selasa (28/7/2026) siang. Kobaran api menghanguskan sedikitnya 46 lapak pedagang sebelum akhirnya berhasil dipadamkan setelah petugas berjibaku selama lebih dari satu jam.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Cirebon menerima laporan kebakaran pada pukul 13.48 WIB dari anggota Polsek Arjawinangun. Hanya berselang dua menit, Regu I Damkar Sektor Arjawinangun langsung diberangkatkan menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 14.05 WIB.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Disdamkarmat Kabupaten Cirebon, Eno Sujana, mengatakan saat petugas tiba, kobaran api sudah membesar dan menjalar dengan cepat ke deretan lapak di Blok G pasar.
"Melihat kondisi api yang terus membesar, Komandan Sektor Arjawinangun segera meminta bantuan armada dari Sektor Palimanan, Weru, dan Sumber. Penambahan armada dilakukan untuk mempercepat proses pemadaman sekaligus memastikan ketersediaan pasokan air di lokasi," ujarnya.
Menurutnya, berdasarkan keterangan petugas keamanan pasar, api pertama kali diketahui sekitar pukul 13.30 WIB. Warga bersama petugas keamanan sempat berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun, karena api terus membesar dan sulit dikendalikan, mereka segera meminta bantuan kepada anggota Polsek Arjawinangun yang kemudian meneruskan laporan ke Disdamkarmat.
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan kebakaran diduga dipicu korsleting listrik dari instalasi yang tidak memenuhi standar. Api diduga berasal dari kabel yang terhubung dengan kWh listrik di Blok G bagian depan sebelah barat, kemudian merambat ke arah timur hingga memicu percikan api di salah satu lapak di Blok H.
"Beruntung, saat kejadian tidak ada aktivitas jual beli di dalam pasar. Sebagian besar lapak juga dalam kondisi kosong sehingga tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka dari kalangan pedagang dan masyarakat," ungkapnya.
Dalam proses pemadaman, pihaknya menerjunkan empat unit mobil pemadam kebakaran untuk mengendalikan kobaran api agar tidak merembet ke blok lainnya.
"Setelah berjibaku selama lebih dari satu jam, petugas berhasil memadamkan api pada pukul 15.06 WIB. Selanjutnya dilakukan proses pendinginan hingga pukul 16.22 WIB untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan," paparnya.
Ia menerangkan di tengah proses pemadaman, seorang petugas Damkar mengalami kecelakaan kerja. Komandan Damkar Sektor Arjawinangun, Cuhandi, mengalami luka pada telapak kaki kiri setelah tertusuk paku saat bertugas. Meski demikian, proses pemadaman tetap berlangsung hingga api berhasil dipadamkan sepenuhnya.
"Akibat peristiwa tersebut, sebanyak 45 lapak di Blok G dan satu lapak di Blok H dengan total luas sekitar 552 meter persegi hangus terbakar. Sementara itu, area pasar seluas sekitar 109.448 meter persegi berhasil diselamatkan sehingga kebakaran tidak meluas ke blok-blok lainnya," bebernya.
Eno menambahkan, nilai kerugian materi akibat kebakaran masih dalam proses pendataan. Sementara penyebab pasti kebakaran masih didalami, meski dugaan awal mengarah pada korsleting listrik akibat instalasi yang tidak sesuai standar.
Selama operasi pemadaman, petugas juga menghadapi sejumlah kendala, mulai dari akses jalan menuju lokasi yang sempit, tidak tersedianya hidran sebagai sumber air, hingga banyaknya warga yang memadati area sekitar lokasi kebakaran.
Operasi penanganan kebakaran melibatkan personel Damkar dari Sektor Arjawinangun, Palimanan, Weru, dan Sumber. Proses pemadaman turut mendapat dukungan dari Polsek Arjawinangun, Koramil Arjawinangun, BPBD Kabupaten Cirebon, serta masyarakat sekitar.
"Berkat koordinasi lintas instansi tersebut, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan sebelum merembet ke seluruh kompleks Pasar Sandang Tegal Gubug," pungkasnya.
(orb/orb)