Ngeri! Biawak Jumbo Sembunyi di Atap Rumah Warga Kuningan

Ngeri! Biawak Jumbo Sembunyi di Atap Rumah Warga Kuningan

Fahmi Labibinajib - detikJabar
Minggu, 26 Jul 2026 17:30 WIB
Proses evakuasi biayawak 1 meter yang jebol rumah warga di Kuningan
Proses evakuasi biayawak 1 meter yang jebol rumah warga di Kuningan (Foto: Istimewa)
Kuningan -

Seekor biawak berukuran satu meter menyusup ke bagian atap dan merusak plafon rumah warga di Desa Kertayasa, Kecamatan Sindangagung, Kabupaten Kuningan, pada Minggu (26/7/2026). Ukuran reptil yang cukup besar serta posisinya yang berada di area atap menyulitkan petugas dalam proses evakuasi.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kuningan, Andri Arga Kusuma, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Minggu sekitar pukul 09.30 WIB. Pemilik rumah, Ajat Sudrajat (31), awalnya mendengar suara gaduh dan jatuhnya material plafon dari atap rumahnya. Saat diperiksa, seekor biawak ditemukan telah masuk dan naik ke atas plafon. Bobot hewan yang berat membuat plafon tersebut jebol.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Awalnya sekitar jam setengah sepuluh pagi terdengar suara dari atap, ternyata ada biawak besar naik ke atas plafon ruang tamu sampai papan GRC-nya jebol. Karena takut membahayakan penghuni rumah, Ajat langsung hubungi Call Center Damkar Kuningan untuk meminta bantuan mengevakuasi biawak tersebut," tutur Arga, Minggu (26/7/2026).

Menanggapi laporan darurat tersebut, Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Kuningan segera bertindak. Tiga personel dari Regu 1 diterjunkan ke lokasi pada pukul 10.10 WIB. Setibanya di lokasi, petugas mendapati biawak masih berada di area atap. Sifat hewan yang agresif serta lokasinya yang sulit dijangkau menjadi tantangan tersendiri bagi petugas.

ADVERTISEMENT

"Hambatannya posisi biawak yang berada di atas atap rumah. Ditambah lagi ukurannya cukup besar, sekitar satu meter. Petugas harus lebih berhati-hati dalam proses penangkapan agar hewan tersebut tidak semakin agresif atau membahayakan petugas dan penghuni rumah," tutur Arga.

Setelah berupaya selama 30 menit dengan memanjat ke area atap yang jebol, petugas akhirnya berhasil mengevakuasi biawak tersebut. Arga menjelaskan bahwa hewan tersebut diduga berasal dari area kebun bambu di dekat sungai. Berdasarkan keterangan penghuni rumah, dalam dua bulan terakhir, kediamannya memang kerap didatangi biawak yang melintas.

Sebelumnya, pemilik rumah tidak melaporkan kejadian tersebut karena biawak sekadar melintas tanpa menimbulkan kerusakan. Laporan baru diajukan setelah biawak merusak plafon rumah. Menurut Arga, jika tidak segera ditangani, keberadaan biawak tersebut berpotensi membahayakan penghuni rumah selain merusak fasilitas bangunan.

"Menurut keterangan pelapor, sudah dia bulanan memang biawak sering naik ke atap. Tapi hari ini itu biawak sampai membuat jebol, jadi langsung melaporkan ke damkar. Kemungkinan biawak asalnya dari belakang rumah yang ada kebun bambu lalu dari kebun bambu naik ke plafon rumah," pungkas Arga.

(iqk/iqk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads