Sopir Truk Kecelakaan Maut di Ciperna Cirebon Jadi Tersangka

Sopir Truk Kecelakaan Maut di Ciperna Cirebon Jadi Tersangka

Devteo Mahardika - detikJabar
Jumat, 24 Jul 2026 15:57 WIB
Lokasi kejadian kecelakaan maut di jalan Cirebon-Kuningan
Lokasi kejadian kecelakaan maut di jalan Cirebon-Kuningan. (Foto: Devteo Mahardika)
Cirebon -

Penyelidikan kasus kecelakaan maut di tanjakan Gronggong, Kabupaten Cirebon, memasuki babak baru. Setelah melakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Cirebon resmi menetapkan sopir truk pengangkut air mineral berinisial AS sebagai tersangka dalam kecelakaan yang menewaskan tiga orang dari satu keluarga.

Kasat Lantas Polresta Cirebon AKP Yudha Satyo Rahardjo mengatakan penetapan status tersangka dilakukan setelah penyidik mengumpulkan sejumlah alat bukti dan melakukan pendalaman terhadap kronologi kecelakaan yang terjadi di Jalan Raya Cirebon-Kuningan, tepatnya di Desa Ciperna, Kecamatan Talun.

"Setelah melakukan berbagai penyelidikan dan penyidikan, sopir truk berinisial AS dalam kecelakaan di tanjakan Gronggong sudah kami tetapkan sebagai tersangka sejak Sabtu (19/7/2026)," ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (24/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, penyidik menjerat AS dengan Pasal 310 ayat (4) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, yang mengatur tindak pidana kecelakaan lalu lintas akibat kelalaian hingga menyebabkan korban meninggal dunia.

ADVERTISEMENT

"Yang bersangkutan dikenakan Pasal 310 ayat (4) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009. Untuk sementara, dugaan yang dikenakan adalah unsur kelalaian," katanya.

Meski status tersangka telah ditetapkan, penyidik masih terus melengkapi berkas perkara dengan mendalami berbagai faktor yang diduga menjadi penyebab kecelakaan tersebut.

Dugaan Rem Blong Belum Terbukti

Di sisi lain, hasil pemeriksaan teknis awal terhadap truk yang dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cirebon bersama Satlantas Polresta Cirebon mengungkap sejumlah temuan penting. Namun, dugaan awal bahwa kecelakaan dipicu rem blong hingga kini belum dapat dipastikan.

Fungsional Analisis Kebijakan Pengujian Kendaraan Bermotor Dishub Kabupaten Cirebon, Diyanto, menjelaskan pemeriksaan difokuskan pada sistem pengereman, sistem kemudi, serta kondisi kendaraan secara menyeluruh.

Dari hasil pemeriksaan sementara, ditemukan bahwa tabung angin pada kendaraan digunakan secara bersamaan untuk sistem rem dan klakson. Selain itu, beberapa ban truk juga diketahui sudah tidak layak digunakan karena kawat ban telah terlihat keluar.

Sementara itu, sistem kemudi kendaraan masih dinyatakan berfungsi normal. Meski menemukan sejumlah kondisi yang tidak ideal, Dishub belum dapat menyimpulkan bahwa faktor teknis kendaraan menjadi penyebab utama kecelakaan. Pemeriksaan lanjutan masih dilakukan, termasuk mencocokkan hasil uji teknis dengan keterangan pengemudi.

Sebelumnya, saat olah tempat kejadian perkara (TKP), sopir mengaku mulai kehilangan kendali atas truk sekitar 120 meter sebelum akhirnya menghantam sebuah warung di tepi Jalan Raya Cirebon-Kuningan. Hingga kini, penyidik masih terus mengkaji penyebab pasti kendaraan tersebut kehilangan kendali.

Tiga Nyawa Melayang, Seorang Anak Selamat

Kecelakaan tragis yang terjadi pada Senin (13/7/2026) itu merenggut tiga korban jiwa dari satu keluarga, yakni Enggar Amicithya Kautsar, istrinya Neneng Intan Permatasari, serta bayi mereka yang baru berusia tujuh bulan.

Sementara putri mereka, Lovanya Evelin Kautsar, menjadi satu-satunya anggota keluarga inti yang selamat. Siswi SDN Guntur Kota Cirebon itu mengalami luka berat hingga harus menjalani amputasi pada kaki kanannya.

Kisah pilu Lovanya mengundang simpati berbagai pihak. Pemerintah Kota Cirebon memastikan akan memberikan pendampingan secara menyeluruh bagi korban, mulai dari layanan medis lanjutan, pendampingan psikologis, hingga dukungan pendidikan.

Bunda Forum Anak Kota Cirebon, Noviyanti Edo, menyatakan pemerintah akan mengupayakan pemberian beasiswa agar masa depan pendidikan Lovanya tetap terjamin. Selain itu, pihak sekolah juga telah menyiapkan skema pembelajaran yang menyesuaikan dengan kondisi kesehatan korban, sekaligus menggalang bantuan untuk mendukung proses pemulihannya.

"Kami akan berupaya untuk bisa memberikan beasiswa kepada Lovanya hingga bisa menempuh pendidikan yang tinggi," paparnya.

(sud/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads