SMK di Majalengka Sediakan Asrama Gratis, Siswa Tak Perlu Lagi Bayar Kos

SMK di Majalengka Sediakan Asrama Gratis, Siswa Tak Perlu Lagi Bayar Kos

Erick Disy Darmawan - detikJabar
Sabtu, 25 Jul 2026 06:00 WIB
Asrama siswa di SMK Korpri Majalengka.
Foto: Erick Disy Darmawan/detikJabar
Majalengka -

Suasana di SMK Korpri Kabupaten Majalengka sekilas mengingatkan pada game Bully yang mengisahkan kehidupan siswa berasrama di sekolah. Bedanya, asrama di sekolah ini bukan sekadar tempat tinggal, tetapi fasilitas gratis yang disediakan bagi pelajar dari daerah jauh agar bisa menempuh pendidikan tanpa terbebani biaya kos.

Program asrama tersebut sudah berjalan sejak dua tahun terakhir untuk siswa putra. Sementara asrama putri baru mulai dibuka pada tahun ini. Seluruh fasilitasnya pun disediakan tanpa dipungut biaya, mulai dari tempat tidur hingga perlengkapan sehari-hari.

"Kami ingin membantu memfasilitasi adik-adik dari SMP yang ingin sekolah di SMK Korpri Majalengka, terutama yang domisilinya jauh. Sekiranya kita bisa meringankan beban mereka untuk tempat kos, kita memfasilitasi adanya asrama ini. Dan ini, kita tidak memungut biaya," kata Kepala Sekolah SMK Korpri Majalengka Rahmad Hidayat kepada detikJabar, Jumat (24/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di sekolah, jelas Rahmad, pihaknya menyiapkan kebutuhan dasar penghuni asrama seperti ranjang, kasur, bantal, alat memasak, kompor gas, setrika, WiFi hingga dispenser air minum. Seluruh fasilitas tersebut disediakan agar siswa bisa fokus belajar tanpa memikirkan biaya tambahan.

ADVERTISEMENT

Untuk menjaga kenyamanan dan keamanan, sekolah menerapkan aturan yang cukup ketat. Asrama putra dan putri dipisahkan, masing-masing berada di bawah pengawasan pembina dari pihak sekolah.

Setiap penghuni wajib mengikuti jadwal yang telah ditetapkan, mulai dari waktu masuk dan keluar asrama, aturan menerima tamu, hingga larangan mengambil foto atau video di dalam kamar asrama untuk menjaga privasi sesama penghuni.

"Kami menunjuk pembina asrama atau penanggung jawab asrama dari pegawai di SMK Korpri Majalengka untuk selalu mengawasi aktivitas mereka. Keluar masuk wilayah sekolah dan yang lainnya harus diketahui dengan pasti dan alasan yang jelas. Karena ini adalah tanggung jawab kami juga untuk menjamin keselamatan mereka," ujarnya.

Disampaikan Rahmad, saat ini kapasitas asrama masih dibatasi. Asrama putra hanya menampung 18 siswa, sedangkan asrama putri 15 siswi. Meski demikian, peminat disebut jauh lebih banyak dibandingkan kapasitas yang tersedia.

"Kita ingin mengevaluasi dulu di satu tahun ini kira-kira apa yang harus kita perbaiki dulu pelayanannya, dan terutama hal-hal apa yang kedepannya harus lebih baik untuk asrama," jelasnya.

Mayoritas penghuni asrama berasal dari luar Majalengka, seperti wilayah Jatigede dan wilayah lainnya di Sumedang, Cikijing (Majalengka), hingga daerah perbatasan Kabupaten Cirebon.

Ke depan, sekolah berencana memperkuat program pembinaan di asrama. Selain menjadi tempat tinggal, asrama juga akan diisi dengan berbagai kegiatan pembentukan karakter, seperti pengajian, salat berjamaah, hingga pembinaan keagamaan lainnya.

Menurut salah seorang penghuni asrama, Rifa Tunnisa Fajar Putri, siswi kelas XII asal Jatigede, Sumedang, program tersebut sangat membantu. Sebelum tinggal di asrama, ia harus mengeluarkan biaya kos sebesar Rp350 ribu setiap bulan. "(Pengeluaran) jadi lebih enteng karena nggak harus bayar kos setiap bulan. Fasilitasnya juga lengkap," katanya.

Uang yang sebelumnya digunakan untuk membayar kos kini bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan lain, seperti uang saku tambahan atau sekadar belanja daring (checkout). "Buat jajan, buat checkout juga," ujarnya sambil tertawa.

Rifa mengaku, aktivitas sehari-harinya di asrama cukup teratur. Sepulang sekolah, ia bersama penghuni lain membersihkan lingkungan asrama, kemudian mandi, mengaji, dan salat berjamaah. "(Untuk makan?) nasinya masak sendiri, tapi buat bareng-bareng gitu. Tapi kalau buat teman nasinya ada yang beli juga. Ada juga yang masak mie," ucapnya.

Program asrama gratis ini menjadi salah satu daya tarik SMK Korpri Majalengka. Konsep kehidupan siswa yang tinggal bersama di lingkungan sekolah membuat suasananya sekilas menyerupai kehidupan di game Bully, namun dengan tujuan membangun kemandirian, kedisiplinan, serta meringankan beban ekonomi keluarga siswa.

(iqk/iqk)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads