Ruang Guru SDN 2 Tugu Indramayu Ambruk, Siswa Belajar Berdesakan

Ruang Guru SDN 2 Tugu Indramayu Ambruk, Siswa Belajar Berdesakan

Burhannudin - detikJabar
Jumat, 24 Jul 2026 13:44 WIB
Tampak seorang siswa di antara puing bangunan SDN 2 Tugu yang ambruk.
Tampak seorang siswa di antara puing bangunan SDN 2 Tugu yang ambruk. (Foto: Burhannudin)
Indramayu -

Suasana belajar di SDN 2 Tugu, Desa Tugu, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, berubah sejak sebuah ruang guru ambruk pada Kamis (23/7/2026) sore. Meski harus berdesakan dan berbagi ruang kelas, para siswa tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar seperti biasa.

Beruntung, insiden yang terjadi sekitar pukul 17.00 WIB itu berlangsung setelah seluruh aktivitas sekolah berakhir. Tidak ada guru maupun siswa yang berada di dalam ruangan, sehingga peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ditilik detikJabar pada Jumat (24/7/2026), puing-puing bangunan masih memenuhi ruangan yang roboh. Atap berbahan rangka kayu runtuh bersamaan dengan sebagian dinding, menyisakan material bangunan yang berserakan di lantai.

Arif Budiman, seorang guru SDN 2 Tugu, menyampaikan bahwa dua ruang kelas yang berada tepat di samping bangunan yang ambruk, yakni kelas V dan kelas VI, ikut dikosongkan demi keselamatan.

ADVERTISEMENT

"Kedua ruangan itu kami anggap berisiko karena masih menggunakan konstruksi atap yang terhubung dengan bangunan yang telah roboh," kata Budiman kepada detikJabar di lokasi.

Kondisi ruang kelas tersebut juga menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Sejumlah dinding mengalami retak, lantai mulai mengelupas, dan beberapa kaca jendela sudah pecah.

"Bangunannya tiba-tiba ambruk karena rangka kayunya sudah lapuk. Waktu itu juga tidak ada hujan ataupun angin kencang," ungkap Budiman.

Akibat keterbatasan ruang, sekolah menerapkan sistem berbagi kelas agar kegiatan belajar tetap berjalan. Siswa kelas II belajar bersama kelas III, sedangkan kelas IV digabung dengan kelas V.

Sementara itu, kata Budiman, siswa kelas VI untuk sementara menempati bangunan taman kanak-kanak yang berada di belakang sekolah. Adapun ruang guru dipindahkan ke ruang kelas I yang juga difungsikan sebagai perpustakaan.

Berdasarkan penuturan Budiman, SDN 2 Tugu merupakan sekolah yang dibangun melalui program Instruksi Presiden (Inpres) pada 1976. Selama puluhan tahun berdiri, sekolah tersebut belum pernah mendapatkan rehabilitasi bangunan secara menyeluruh.

Ia juga menyebutkan, sejak 2022 sekolah belum memiliki kepala sekolah definitif dan hanya dipimpin oleh pelaksana tugas (plt) yang berganti setiap tiga bulan. Kondisi itu dinilai menjadi salah satu kendala dalam proses pengajuan bantuan perbaikan.

Di tengah keterbatasan tersebut, semangat kebersamaan tetap terlihat. Sebelumnya, sejumlah kerusakan ringan pada ruang kelas yang masih digunakan berhasil diperbaiki melalui swadaya para wali murid agar anak-anak tetap bisa belajar dengan nyaman.

(sud/sud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads