Waspada Angin Kumbang di Majalengka, Kecepatan Tembus 60 Km/Jam

Erick Disy Darmawan - detikJabar
Rabu, 22 Jul 2026 15:00 WIB
Salah satu jalan di Majalengka. (Foto: Erick Disy Darmawan)
Majalengka -

Angin kumbang mulai menerjang Kabupaten Majalengka dalam beberapa hari terakhir. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pada puncak musim kemarau kecepatan angin di Majalengka bahkan bisa mencapai 60 kilometer per jam.

Fenomena ini tak hanya ditandai dengan meningkatnya kecepatan angin, tetapi juga memicu potensi bencana seperti pohon tumbang yang dapat membahayakan pengendara di sejumlah ruas jalan. Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Majalengka Eman Suherman langsung mengambil langkah antisipasi.

Eman mengaku, telah menginstruksikan dinas terkait untuk melakukan langkah-langkah. Ia meminta pohon-pohon yang sudah tua dan lapuk segera ditebang atau dipangkas agar tidak membahayakan pengguna jalan.

"Saya sudah minta kepada teman-teman di PU (Majalengka), PU Provinsi juga, agar pohon-pohon yang sudah umurnya lapuk, sudah tua, coba untuk ditebang. Jangan menunggu adanya musibah. Makanya kita harus sedia payung sebelum hujan," kata Eman saat diwawancarai detikJabar, Rabu (22/7/2026).

Tak hanya penebangan, Eman juga meminta ranting-ranting pohon yang berpotensi membahayakan dipangkas, terutama di sepanjang jalur provinsi maupun jalan kabupaten.

"Caranya itu ditebangi, dibersihkan, dipotong ranting-ranting yang sekiranya membahayakan pohon-pohon di pinggir jalan, terutama yang ada di jalur provinsi juga kabupaten," ujarnya.

Tak hanya itu, Eman juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya periode Juli-September merupakan masa ketika kecepatan angin di Majalengka cenderung meningkat. Karena itu, masyarakat diminta lebih berhati-hati saat beraktivitas, terutama ketika melintasi jalan yang dipenuhi pepohonan besar.

"Ya hati-hati, ini kan sudah masuk ke bulan Juli-September. Tingginya di bulan Juli-September, ini sudah mulai tinggi. Disebutnya angin kumbang. Yang jelas kuncinya saya ngajak masyarakat untuk hati-hati," jelasnya.

Sementara itu, menurut Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kertajati Dyan Anggraeni, angin kencang di Majalengka merupakan fenomena yang lazim terjadi setiap musim kemarau.

"Rata-rata kecepatan angin di Majalengka berada pada kisaran 6 sampai 10 knot atau sekitar 11 hingga 19 kilometer per jam. Dalam satu minggu terakhir, kecepatan angin maksimum yang tercatat dari tiga titik pengamatan kami mencapai 26 knot atau sekitar 48 kilometer per jam," kata Dyan.

Ia menjelaskan, pada puncak musim kemarau kecepatan angin di Majalengka dapat meningkat hingga mencapai 32 knot atau sekitar 60 kilometer per jam, bahkan lebih pada kondisi tertentu.

Menurut Dyan, penyebab utama angin di Majalengka terasa lebih kencang dipicu oleh faktor alam. Jika dilihat dari peta, bagian selatan Majalengka dipagari kawasan pegunungan dengan Gunung Ciremai yang menjulang.

Sementara di bagian utara terbentang dataran rendah yang didominasi sawah dan lahan terbuka yang membuat hembusan angin melaju tanpa banyak hambatan.

"Majalengka berada di sebelah utara Gunung Ciremai. Pada musim kemarau, angin akan bergerak menuruni lereng gunung menuju wilayah Majalengka dengan membawa sifat angin yang panas, kering, dan berkecepatan tinggi atau yang biasa kita sebut sebagai angin kumbang," pungkasnya.




(sud/sud)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork
InsertLive
Kamis, 01 Jan 1970 07:00 WIB