Jabar Hari Ini: Insiden Tantri Kotak Dipeluk Penonton di Sukabumi

Jabar Hari Ini: Insiden Tantri Kotak Dipeluk Penonton di Sukabumi

Tim detikJabar - detikJabar
Rabu, 22 Jul 2026 22:00 WIB
Momen Tantri Syalindiri vokalis kotak mengalami kejadian kurang menyenangkan, beruntung teknisi vokal Kotak Amabonas berhasil menjauhkan pelaku, tidak lama petugas kepolisian juga bergerak mengamankan pelaku (Istimewa)
Momen Tantri Syalindiri vokalis kotak mengalami kejadian kurang menyenangkan, beruntung teknisi vokal Kotak Amabonas berhasil menjauhkan pelaku, tidak lama petugas kepolisian juga bergerak mengamankan pelaku (Foto: Istimewa)
Bandung -

Berbagai peristiwa menarik terjadi di Jawa Barat hari ini Rabu (22/7/2026) beberapa diantaranya memantik perhatian pembaca detikJabar. Ramai begal di Bandung, Walkot Farhan larang main hakim sendiri hingga insiden Tantri Kotak saat manggung di Sukabumi.

Berikut ringkasan berita yang dihimpun dalam Jabar hari ini,

Farhan Larang Main Hakim Sendiri Lawan Begal

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan punya pandangan berbeda menghadapi begal yang saat ini sedang rawan di wilayahnya. Ia melarang warganya untuk melakukan tindakan main hakim sendiri demi mencegah potensi salah sasaran.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagaimana diketahui, Polda Jawa Badat telah memerintahkan anggotanya untuk melakukan tindakan tegas dan terukur untuk pelaku kejahatan atau begal yang meresahkan masyarakat. Tak hanya itu, Kabid Humas Polda Kabar Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan, jika masyarakat juga boleh memberikan tindakan tegas terukur kepada pelaku begal.

Saat ditemui detikJabar, Farhan awalnya mengatakan bahwa lembaga yang berwenang melakukan penindakan adalah kepolisian. Warga kata Farhan, hanya bisa mencegah melalui sejumlah upaya yang telah disusun pemerintah.

ADVERTISEMENT

"Satu-satunya lembaga yang punya kewenangan untuk penindakan adalah polisi. Maka saya akan sangat mendukung kerja polisi melakukan penindakan yang sesuai hukum. Apa yang bisa kita lakukan sebagai masyarakat? Pencegahan," kata Farhan di Masjid Al Ukhuwah Kota Bandung, Rabu (22/7/2026).

"Walikota Bandung akan memastikan melakukan pencegahan, salah satu pencegahan yang paling efektif adalah siskamling. Dengan prinsip warga jaga warga, warga jaga kota ya teh pencegahan," tuturnya menambahkan.

Farhan pun melarang warga Kota Bandung untuk menindak sendiri pelaku begal di jalanan. Ia menyarankan masyarakat agar mempercayakan penindakan itu kepada pihak kepolisian.

"Kalau penanganannya tetap harus oleh polisi penindakannya. Kita sebagai warga tidak boleh melakukan main hakim sendiri, enggak boleh," ucapnya.

'Kalau Pemerintah Kota Bandung berprinsip enggak boleh warga sipil di luar aparat, tidak boleh melakukan penindakan. Sehingga ketika melakukan pencegahan teh bekerja sama dengan Polsek, dengan Babinsa, Babinkamtibmas, dengan Koramil, itu maksudnya mah," tegasnya.

Larangan itu Farhan sampaikan supaya tidak ada kejadian salah sasaran terhadap pelaku begal. Meski pernyataannya bakal mendapat cibiran, Farhan ingin memastikan tindakan main hakim sendiri tidak terjadi di lapangan.

"Saya yang paling penting ini, ini mah penekanan ya. Masyarakat Kota Bandung jangan lakukan main hakim sendiri karena ada resiko salah sasaran," katanya.

"Ini saya serius. Saya tahu apa yang saya sampaikan ini tidak populer, tetapi saya mesti memastikan jangan sampai main hakim sendiri sehingga terjadi salah sasaran," pungkasnya.

Insiden Tantri Kotak Dipeluk Penonton

Vokalis grup musik Kotak, Tantri Syalindri, mengalami insiden tidak menyenangkan saat tampil dalam acara Syukuran Nelayan ke-69 di Pantai Palangpang, Geopark Ciletuh, Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Seorang penonton pria tidak dikenal tiba-tiba menaiki panggung dan memeluk Tantri secara mendadak pada pengujung pertunjukan.

Peristiwa tersebut terekam dalam video amatir yang kemudian viral di media sosial. Pihak Tantri maupun panitia penyelenggara telah memberikan tanggapan resmi mengenai kronologi kejadian tersebut.
Pertunjukan band Kotak yang berlangsung pada Jumat (17/7/2026) malam awalnya berjalan kondusif. Ribuan warga tampak antusias memadati area Pantai Palangpang. Namun, situasi berubah mencekam ketika pertunjukan memasuki sesi penutup.

Seorang pria tidak dikenal tiba-tiba menerobos barikade pengamanan dan berlari menuju area panggung utama. Pria tersebut langsung menghampiri dan memeluk Tantri tanpa persetujuan.

Melihat kejadian itu, teknisi vokal Kotak, Amabonas, bersama tim panggung dan personel kepolisian dari Polres Sukabumi dengan cepat menyergap pria tersebut serta menariknya keluar dari panggung.
Tanggapan Tantri Syalindri

Melalui pernyataan tertulis di akun Instagram resminya, @tantrisyalindri, Tantri membenarkan insiden yang sempat membuatnya terkejut tersebut. Ia menyampaikan apresiasi atas tindakan cepat timnya di lapangan.

"SHOCK!! Manggung di Geopark Ciletuh sebenarnya berjalan seru banget. Sampai di akhir show, tiba-tiba ada seorang laki-laki naik ke atas panggung dan langsung memelukku. Untung ada @amabonas, teknisi vokalku, yang gercep mengamankan situasi," tulis Tantri.

Ia juga menegaskan pentingnya menjamin keamanan di area panggung bagi para pengisi acara agar kejadian serupa tidak terulang.

"Semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi, kepada siapa pun yang sedang tampil di atas panggung. Panggung seharusnya menjadi ruang yang aman, baik untuk musisi maupun seluruh tim yang bekerja di balik pertunjukan," terangnya

Panitia penyelenggara Syukuran Nelayan ke-69 Desa Ciwaru bersama Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kecamatan Ciemas menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada vokalis Tantri Syalindri dan manajemen grup musik Kotak.

Permohonan maaf ini disampaikan menyusul adanya insiden penyerobotan panggung oleh seorang penonton pada konser di Pantai Palangpang, Geopark Ciletuh, Kabupaten Sukabumi, Jumat (17/7/2026) malam.

Pihak panitia mengakui adanya celah keteledoran pengamanan pada akhir acara yang dimanfaatkan oleh oknum penonton tersebut. Ketua Panitia Syukuran Nelayan Ciwaru Ujang Abdurohim menyatakan penyesalan mendalam atas ketidaknyamanan yang dialami oleh pengisi acara.

"Kami atas nama panitia penyelenggara dari HNSI Kecamatan Ciemas dan Panitia Syukuran Nelayan ke-69 Pantai Palangpang Geopark Ciletuh menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada Teh Tantri dan Band Kotak," kata Ujang saat dikonfirmasi detikJabar, Rabu (22/7/2026).

Panitia berharap peristiwa ini menjadi evaluasi bersama terkait pengamanan acara pertunjukan musik serta berharap tim Kotak tidak jera untuk kembali tampil di wilayah Geopark Ciletuh pada masa mendatang.

"Mudah-mudahan Band Kotak dan Teh Tantri tidak kapok untuk kembali konser di Pantai Palangpang, Geopark Ciletuh, Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas," ujar Ujang.

Kakek Cabul di Sukabumi

Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sukabumi Kota mengungkap modus operandi di luar nalar yang dilakukan oleh seorang kakek berinisial MH (72), terduga pelaku pencabulan terhadap belasan anak di bawah umur. Berdalih rasa sayang dan rindu, pelaku melancarkan aksi bejatnya di area terbuka, tepat di pelataran sebuah masjid.

Kasat Reskrim Polres Sukabumi Kota AKP Hartono mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengamankan terduga pelaku. Berdasarkan pendalaman sementara, jumlah korban yang diduga disasar oleh predator anak ini mencapai 12 bocah.

"Sementara terduga melakukan itu ya dilakukan di depan masjid. Eh dengan modus dia sayang, merasa kangen," ujar AKP Hartono saat dikonfirmasi detikJabar, Rabu (22/7/2026).

Hingga saat ini, penyidik Satreskrim Polres Sukabumi Kota masih bekerja ekstra keras untuk mengumpulkan alat bukti serta mendata seluruh anak yang menjadi korban. Mengingat potensi jumlah korban yang mencapai 12 orang, pemeriksaan intensif terus dikebut untuk mengungkap seluruh rangkaian kejahatan pelaku.

"Hari ini kita sudah mengamankan terduga. Namun kita lagi dalam pendalaman dengan jumlah, terhadap para korban pun kita lagi masih dalam tahap pemeriksaan dan pendataan," jelas Hartono.

Aksi bejat kakek tersebut sempat memicu kemarahan warga hingga menimbulkan kerumunan di sekitar lokasi kejadian. Kendati demikian, aparat kepolisian bergerak cepat berkoordinasi dengan perangkat desa setempat untuk melakukan pengamanan preventif.

Berkat kesigapan tersebut, terduga pelaku berhasil dievakuasi dari amukan massa dan kini diamankan dalam kondisi sehat untuk menjalani proses hukum di kantor polisi. "Karena di sana perangkat desa juga turun langsung mengamankan dan kondisi terduga juga sehat, aman," pungkasnya.

Pihak kepolisian juga terus menggandeng Polsek setempat guna memperkuat langkah preventif Harkamtibmas (Pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) demi meredam keresahan warga pascapengungkapan kasus kakek predator anak ini.

Cerita Andina Dikawal Polisi

Kejadian begal yang akhir-akhir ini terjadi di Kota Bandung menjadi momok menakutkan bagi warga. Banyak warga yang beraktivitas di malam hari takut untuk melintas di jalanan yang ada di kota berjuluk Kota Kembang ini.

Seperti Adinda Religia, gadis asal Kopo Sayati ini meminta pengawalan pihak kepolisian demi pulang dengan selamat dari tempat kerja di kawasan Jalan Rajawali ke rumahnya di wilayah Kecamatan Margahayu, Kabupaten Bandung.

Perempuan berusia 25 tahun ini mengaku takut berkendara saat pulang kerja, apalagi saat tersebar informasi Bandung zona merah begal.

"Itu hari Senin, pulang dari arah Rajawali ke Kopo, di daerah Sayati. Awalnya tau berita red zone di daerah Soekarno Hatta dan Flyover Kopo, ada yang story-in, pulang jam 10 malam, kerja di salah satu perusahaan," kata Adinda dihubungi via sambungan telepon, Rabu (22/7/2026).

Adinda menyebut, karena takut ia menghubungi polisi untuk meminta pengawalan. Sebab, tak hanya dirinya, ada dua temannya juga yang hendak pulang ke arah Kopo.

"Hubungi Polisi 110. Neleponlah, karena lumayan takut, terus coba telepon dan diangkat, lalu ngejelasin ini red zone, saya lewat Soeta, saya minta anter buat pulang kerja dari arah Rajawali ke Kopo bisa nggak? Kata polisinya boleh. Nelpon pukul 21.48 WIB, datang pas pukul 22.34 WIB," ungkapnya.

"Saya iring-iringan tiga motor, polisinya beberapa orang di mobil. Dua cewek, satu cowok, semuanya ke arah Kopo," tambahnya.

Menurut Adinda, dia dan temannya dikawal ketat. Mereka naik motor di depan dan mobil polisi mengikuti dari belakang.

"Sekarang masih ada pulang malam, soalnya kerjanya sif, seminggu ini malam. Pulang barengan sama teman," ujarnya.

Adinda mengaku lega karena banyak begal yang kini telah diringkus oleh jajaran Polrestabes Bandung. "Alhamdullilah sudah ketangkap, karena meresahkan buat kita yang lewat daerah tersebut, mudah-mudahan beri efek jera untuk para begal, karena banyak yang beraktivatas di malam hari dan ada yang kerja, ada yang pulang kerja," ujar Adinda.

Agar memberikan rasa aman, Adinda berharap patroli oleh pihak kepolisian digencarkan lagi. Dia juga berharap PJU di sepanjang Jalan Soekarno Hatta bisa segera diperbaiki.

"Harapan PJU nya bener-bener harus menyala, sebelumnya menyala, sekarang padam, ingin menyala lagi biar terang," tambahnya.

Pengalaman yang dialami Adinda dibenarkan Kapolsek Andir AKP Triyono Raharja. Dia menyebut, Adinda menelepon layanan 110 pada Senin (20/7/2026) malam.

"Ya mungkin karena merasa takut jadi menghubungi layanan 110. Nah, dari 110 itu kami diinformasikan akhirnya petugas piket Polsek Andir meluncur ke lokasi dipimpin Pawas Polsek Andir sama anggota ke lokasi yang kebetulan berada di wilayah hukum Polsek Andir dekat Rumah Sakit Rajawali," kata Triyono kepada awak media.

Triyono menyebut jika Adinda merasa waswas saat hendak pulang ke rumahnya selepas menyelesaikan pekerjaan. "Ya mungkin yang bersangkutan takut pulang karena sudah malam apalagi di media sosial ramai soal tindak kejahatan jalanan, akhirnya meminta bantuan ke pihak kepolisian untuk diantar. Kami sebagai bentuk pelayanan ke masyarakat, tentu senang bisa mengawal sampai rumah tetehnya," katanya

Angin Kumbang Majalengka

Angin kumbang mulai menerjang Kabupaten Majalengka dalam beberapa hari terakhir. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pada puncak musim kemarau kecepatan angin di Majalengka bahkan bisa mencapai 60 kilometer per jam.

Fenomena ini tak hanya ditandai dengan meningkatnya kecepatan angin, tetapi juga memicu potensi bencana seperti pohon tumbang yang dapat membahayakan pengendara di sejumlah ruas jalan. Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Majalengka Eman Suherman langsung mengambil langkah antisipasi.

Eman mengaku, telah menginstruksikan dinas terkait untuk melakukan langkah-langkah. Ia meminta pohon-pohon yang sudah tua dan lapuk segera ditebang atau dipangkas agar tidak membahayakan pengguna jalan.

"Saya sudah minta kepada teman-teman di PU (Majalengka), PU Provinsi juga, agar pohon-pohon yang sudah umurnya lapuk, sudah tua, coba untuk ditebang. Jangan menunggu adanya musibah. Makanya kita harus sedia payung sebelum hujan," kata Eman saat diwawancarai detikJabar, Rabu (22/7/2026).

Tak hanya penebangan, Eman juga meminta ranting-ranting pohon yang berpotensi membahayakan dipangkas, terutama di sepanjang jalur provinsi maupun jalan kabupaten.

"Caranya itu ditebangi, dibersihkan, dipotong ranting-ranting yang sekiranya membahayakan pohon-pohon di pinggir jalan, terutama yang ada di jalur provinsi juga kabupaten," ujarnya.

Tak hanya itu, Eman juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan. Pasalnya periode Juli-September merupakan masa ketika kecepatan angin di Majalengka cenderung meningkat. Karena itu, masyarakat diminta lebih berhati-hati saat beraktivitas, terutama ketika melintasi jalan yang dipenuhi pepohonan besar.

"Ya hati-hati, ini kan sudah masuk ke bulan Juli-September. Tingginya di bulan Juli-September, ini sudah mulai tinggi. Disebutnya angin kumbang. Yang jelas kuncinya saya ngajak masyarakat untuk hati-hati," jelasnya.

Sementara itu, menurut Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kertajati Dyan Anggraeni, angin kencang di Majalengka merupakan fenomena yang lazim terjadi setiap musim kemarau.

"Rata-rata kecepatan angin di Majalengka berada pada kisaran 6 sampai 10 knot atau sekitar 11 hingga 19 kilometer per jam. Dalam satu minggu terakhir, kecepatan angin maksimum yang tercatat dari tiga titik pengamatan kami mencapai 26 knot atau sekitar 48 kilometer per jam," kata Dyan.

Ia menjelaskan, pada puncak musim kemarau kecepatan angin di Majalengka dapat meningkat hingga mencapai 32 knot atau sekitar 60 kilometer per jam, bahkan lebih pada kondisi tertentu.

Menurut Dyan, penyebab utama angin di Majalengka terasa lebih kencang dipicu oleh faktor alam. Jika dilihat dari peta, bagian selatan Majalengka dipagari kawasan pegunungan dengan Gunung Ciremai yang menjulang.

Halaman 2 dari 2
(sya/yum)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads