Bupati Majalengka Eman Suherman angkat bicara terkait ramainya perbincangan mengenai grup Facebook 'KAUM PELANGI MAJALENGKA'. Grup yang diduga menjadi wadah komunitas LGBT di Kabupaten Majalengka itu, akan dipantau perkembangannya.
Eman mengaku prihatin dengan munculnya grup tersebut. Namun, menurutnya, belum tentu seluruh anggota grup tersebut berasal dari Majalengka karena grup itu tertutup serta telah lama dibuat dan dapat diakses pengguna dari berbagai daerah.
"Saya mengucapkan keprihatinan munculnya ada kelompok LGBT, dan kemudian seolah-olah muncul di Kabupaten Majalengka. Mungkin kelompok ini sudah terbentuk lama dan anggotanya bukan hanya di Majalengka, bisa jadi dari berbagai daerah," kata Eman kepada detikJabar, Senin (20/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan demikian, ia menegaskan, Pemkab Majalengka akan menyikapi persoalan tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Menurutnya, pemerintah daerah akan berpedoman pada regulasi dan kebijakan pemerintah pusat.
"Undang-undang belum memberikan jaminan. Di Indonesia ini tetap dilarang. Oleh karena itu, kami tegak lurus dengan aturan itu," ujarnya.
Disinggung terkait keberadaan grup tersebut yang berpotensi akan semakin besar, Eman mengatakan, pihaknya akan menginstruksikan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Majalengka untuk melakukan pemantauan.
"Setidaknya kita punya Diskominfo untuk memantau, untuk melihat bagaimana perkembangannya. Nanti saya perintahkan langkah-langkah apa saja yang sesuai dengan aturan," ujarnya.
Eman mengatakan, pemerintah daerah tidak akan mengambil tindakan di luar kewenangannya. Setiap langkah yang ditempuh, menurut dia, harus tetap berada dalam koridor hukum.
"Apakah nanti menghentikan atau seperti apa, itu tergantung kepada Diskominfo. Tapi kita tidak boleh melanggar koridor hukum. Kalau misalnya Diskominfo tiba-tiba melakukan penghapusan, jangan sampai justru melanggar aturan," jelasnya.
Ia menambahkan, hasil pemantauan akan menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam menentukan langkah berikutnya. Menurutnya, pendekatan yang ditempuh akan mengedepankan cara-cara yang elegan dan humanistis.
"Yang jelas dipantau dulu. Pada akhirnya tetap bermuara kepada pendekatan yang elegan dan humanistis," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, sebuah grup tertutup di platform Facebook dengan nama 'Kaum Pelangi MAJALENGKA' terdeteksi memiliki anggota sebanyak 4.389 akun. Meski berstatus privat, keberadaan grup tersebut masih dapat ditemukan publik melalui fitur pencarian.
Berdasarkan riwayat pembuatannya, grup ini telah eksis sejak 9 Juli 2022. Dalam kolom deskripsi, pengelola mencantumkan tujuan pembentukan grup tersebut, yakni 'Perbanyak Teman Sesama Kaum Pelangi Biar Tidak Kesepian'. Hadirnya grup tersebut memunculkan beragam respons dari masyarakat.
