Majalengka Jadi Andalan Penghasil Tebu di Jabar, Topang Swasembada Gula

Majalengka Jadi Andalan Penghasil Tebu di Jabar, Topang Swasembada Gula

Erick Disy Darmawan - detikJabar
Jumat, 17 Jul 2026 19:49 WIB
Panen raya tebu di kawasan PG Rajawali, Desa Sumber Kulon, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka.
Panen raya tebu di kawasan PG Rajawali, Desa Sumber Kulon, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka. Foto: Erick Disy Darmawan
Majalengka -

Kabupaten Majalengka menjadi salah satu daerah dengan kontribusi terbesar dalam produksi tebu di Jawa Barat. Daerah ini diproyeksikan menjadi penopang penting program swasembada gula nasional yang tengah didorong pemerintah.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat Herman Suryatman usai mengikuti panen raya tebu bersama Panglima Komando Daerah TNI Angkatan Udara (Kodau) I, Marsekal Muda TNI Erwin Sugiandi di kawasan PG Rajawali, Desa Sumber Kulon, Kecamatan Jatitujuh, Majalengka, pada (17/7/2026) Jumat sore.

Menurut Herman, luas areal tebu yang dikelola di PG Rajawali itu mencapai 6.300 hektare. Bahkan pada panen tahap pertama, sekitar 1.100 hektare sudah dipanen lebih dulu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau seluruh areal selesai dipanen, diperkirakan menghasilkan sekitar 444 ribu ton tebu atau setara 31 ribu ton gula kristal," kata Herman kepada detikJabar.

ADVERTISEMENT

Herman menjelaskan, budi daya tebu di PG Rajawali melibatkan 113 kelompok tani dengan total 2.818 petani. Dengan demikian, ia mengatakan, Jawa Barat saat ini masih memiliki peluang besar untuk meningkatkan produksi gula.

Berdasarkan data yang diterimanya, kebutuhan gula masyarakat Jawa Barat mencapai sekitar 400 ribu ton per tahun. Namun, produksi yang tersedia baru berkisar 100 ribu ton.

Artinya, kata dia, pasar gula masih terbuka lebar sehingga pengembangan perkebunan tebu masih sangat potensial.

"Ini peluang bagi petani untuk mengoptimalkan komoditas tebu. Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemda Majalengka dan didukung TNI Angkatan Udara akan terus bersinergi," ungkapnya.

Herman menyebut, Majalengka menjadi salah satu sentra tebu terbesar di Jawa Barat bersama Indramayu, Cirebon, dan Subang. Namun, luas areal yang paling signifikan berada di Majalengka dan Indramayu.

"Majalengka salah satunya yang terbesar. Kontur lahannya memang sangat cocok untuk budidaya tebu," ucap Herman.

Ia menambahkan, penguatan sektor tebu merupakan bagian dari program strategis Presiden dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Selain tebu, Jawa Barat juga terus meningkatkan produksi padi.

"Pada 2025 produksi gabah kering giling Jawa Barat sudah menembus 10 juta ton, naik dari sebelumnya sekitar 8 juta ton. Jawa Barat menjadi provinsi dengan peningkatan produksi gabah tertinggi di Indonesia sehingga berkontribusi terhadap cadangan beras nasional," jelasnya.

Sementara itu, Pangkoopsud I Marsda TNI Erwin Sugiandi menilai, kebutuhan gula yang masih jauh lebih besar dibanding produksi saat ini menjadi peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan budi daya tebu.

"Kebutuhan gula masih sangat besar. Jadi siapa pun yang ingin menanam tebu tidak perlu ragu, hasilnya pasti terserap. Ini peluang yang sangat baik bagi kelompok tani maupun masyarakat yang ingin berusaha di sektor tebu," ujar Erwin.

Ia menegaskan, TNI akan terus mendukung program ketahanan pangan nasional, termasuk upaya pemerintah mencapai swasembada gula melalui peningkatan produksi tebu di berbagai daerah.

(sud/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads