Nestapa Nursela, Suami-Anak Tewas dalam Tragedi di Pantura Indramayu

Nestapa Nursela, Suami-Anak Tewas dalam Tragedi di Pantura Indramayu

Burhannudin - detikJabar
Senin, 13 Jul 2026 15:31 WIB
Nursela menunjukkan KTP suaminya, Warkidi, yang menjadi korban dalam kecelakaan maut di Pantura Indramayu.
Nursela menunjukkan KTP suaminya, Warkidi, yang menjadi korban dalam kecelakaan maut di Pantura Indramayu. (Foto: Burhanuddin)
Indramayu -

Di rumah sederhana yang catnya mulai pudar dengan beberapa bagian dinding terkelupas, Nursela (32) terduduk lemas. Ia masih tak percaya lantaran suami dan anaknya, Warkidi (34) dan Atsal Albara (3), menjadi korban kecelakaan maut di jalur Pantura Desa Kiajaran Kulon, Kecamatan Lohbener, Kabupaten Indramayu, Minggu (12/7/2026).

Saat ditilik jurnalis detikJabar pada Senin (13/7/2026) siang, di ruang tamu Nursela duduk dengan kaki terjulur lurus ke depan dan tatapan kosong. Dengan suara lirih, ia perlahan-lahan bercerita tentang tragedi yang menimpa dua sosok istimewa dalam hidupnya tersebut.

Warkidi memiliki mobil Grand Max. Ia sendiri yang biasa membawa mobilnya; mengangkut para buruh tani tandur (tanam padi), dan beberapa keperluan lainnya termasuk membawa rombongan pengantin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Suami saya itu sejak punya mobil sekitar 5 tahunan, lah, langsung 'nyopir' mobilnya. Biasanya ada panggilan buat bawa orang tandur, terus keperluan warga, lumayan Rp200-300, mah, buat jajan," katanya.

ADVERTISEMENT

Dengan nada terbata-bata, Nursela bercerita bahwa tragedi ini awal mulanya seorang warga bernama Sanerah (46), menyewa mobil beserta jasa sopir kepada suaminya. Warkidi pun berangkat menyopiri mobilnya membawa rombongan warga yang mengantar pengantin. Diketahui, Sanerah adalah salah satu korban dalam peristiwa tersebut.

Saat itu, anak Warkidi, Atsal Albara, ikut serta dalam rombangan pengantin tetapi naik motor bersama saudaranya Nursela. Selain Albara, anak Nursela lainnya, Taufik Hidayat (11) juga ikut dalam rombongan pengantin. Bedanya, Taufik ikut di mobil ayahnya; di bagian belakang-atas bak mobil. Sedangkan Nursela tidak ikut karena sedang sakit.

Perlu diketahui, mobil Grand Max tersebut sudah dimodifikasi agar bisa mengangkut banyak orang, sehingga bak terbuka dibagi menjadi dua bagian; atas dan bawah.

"Jadi, Albara itu berangkatnya sama saudara saya, terus pulang sama bapaknya," ungkap Nursela.

Albara Mengamuk Ingin Ikut Bapaknya

Sebelum perjalanan pulang, ada hal yang tidak biasa. Melihat bapaknya memasuki mobil, Albara memaksakan diri ingin ikut dengan bapaknya. Saudaranya Nursela yang membawa Albara terus membujuknya agar tidak ikut bapaknya bahkan sampai ia mengamuk. Saudaranya berdalih, kalau Albara ikut, mungkin akan merepotkan bapaknya yang menyetir.

"Saudara saya, tuh, sudah ngelarang Albara tapi Albara maksa tetep pengen ikut," kata Nursela.

Albara mengamuk sejadi-jadinya, ia menangis terus-menerus. Merasa iba, akhirnya saudara Nursela mengizinkan Albara ikut bersama bapaknya di kursi kemudi mobil Grand Max.

Mendengar Kabar Buruk, Sang Istri Tak Sadarkan Diri

Tibalah di momen mengerikan. Saat itu Nursela yang sedang sakit mendapat kabar dari tetangga bahwa suaminya kecelakaan. Ia bercerita ada pula tetangga yang meminta kain tapih kepadanya. Saat ditanya keperluannya, sang tetangga tidak menjawab dengan pasti, ia hanya mengatakan untuk sang suami.

"Ada yang minta tapih, saya tanya buat apa, katanya buat Warkidi suami saya, di situ saya pikirannya sudah enggak karuan, lemas, dan saya sampai klenger (pingsan) berkali-kali. Pokoknya pikiran saya sudah enggak karuan. Saya sempat dibawa saudara ke Balai Desa Kiajaran Kulon, di situ saya klenger lagi, setelah sadar saya minta ke lokasi kejadian tapi pas tiba di lokasi sudah enggak ada apa-apa," katanya.

Nursela panik, ia memikirkan nasib suami dan anaknya, namun berkali-kali saudaranya menenangkan Nursela dan mengajaknya pulang ke rumah.

Setelah beberapa saat, Nursela menangis histeris karena Warkidi dan Albara dikabarkan sudah tidak bernyawa. Sementara itu, Taufik Hidayat, kakak Albara, ternyata selamat dan dilarikan ke klinik terdekat oleh warga untuk mendapatkan penanganan alternatif, dan langsung dibawa pulang karena hanya luka lecet di kedua kakinya.

(sud/sud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads